TITISAN

TITISAN
TRAGEDI PUTRI


__ADS_3

Kekhawatiran nampak semakin jelas tersirat di wajah pak RT Parno setelah kejadian pecahnya kaca jendela secara misterius. Pak RT Parno sangat yakin itu adalah bentuk reaksi perlawanan dari Karbala, yang artinya Karbala sudah mengetahui rencana yang hendak dilakukan haji Abas.


"Pak haji, sepertinya itu respon dari Karbala," ucap pak RT Parno mengingatkan.


"Hmm," gumam haji Abas.


"Sebaiknya urungkan niat menebang pohon itu pak haji," ujar pak RT Parno cemas.


Haji Abas tercenung sejenak, di dalam hatinya terjadi pergolakan pro dan kontra. Namun dirinya memiliki keyakinan kalau kalam ilahi tidak mungkin kalah oleh bangsa mahluk iblis sekalipun.


Akan tetapi yang menjadi dilemanya, fakta yang di hadapi tidak semudah dan sesimpel itu. Meskipun di lingkungan rumah Tahfiz setiap hari bahkan setiap jam selalu terdengar lantunan mengaji dari santri- santri maupun ustad dan ustazdah yang mengaji dan menghafal ayat- ayat suci Al quran, nyatanya mahluk gaib penghuni pohon beringin itu tidak juga menyingkir dari tempatnya.


Kenapa bisa begitu? Hal ini pula yang menjadi pertanyaan haji Abas. Bukankah mahluk halus akan menyingkir jika mendengar lantunan ayat- ayat suci alquran?


Bahkan ada ayat- ayat tertentu yang diketahui secara umum dapat mengusir mahluk halus, seperti ayat Qursi, Al Iklas, Al Falaq hingga Al Fatihah. Lalu kenapa seperti tidak ada efek apapun pada Karbala?


Menyingkir saja tidak, justru mahluk gaib dari golongan genderuwo yang berusia ratusan ribu tahun itu justru melakukan perlawanan yang bahkan dapat mengancam keselamatan manusia di sekitar tempat yang di tinggalinya.


Terkadang manusia sendiri tidak mawas diri, merasa begitu yakin hanya dengan bacaan ayat- ayat tertentu semua mahluk halus akan takut dan menyingkir atau musnah.


Memang ada benarnya konon mahluk halus akan terbakar ketika mendengar lantunan ayat- ayat suci al quran. Syarat dan ketentuannya orang yang membacanya memiliki hati bersih dan penuh keyakinan barulah ayat- ayat itu keluar karomahnya.


Kemudian selain itu mahluk halus akan terbakar atau takut bisa jadi karena golongan mahluk halus itu berada pada tingkatan rendah kekuatannya.


Pada kebanyakan manusia tidak mengetahui kalau yang di bacanya untuk menangkal gangguan mahluk halus itu memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku untuk mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan.


Mengingat para mahluk gaib dari beragam jenis golongannya memiliki tingkatan kekuatannya masing- masing. Secara loginya jika mahluk gaib yang di hadapi nyatanya memiliki kekuatan diatas manusia itu sendiri, maka hasilnya tidak akan mampu mengalahkannya apalagi memusnahkannya.


Mungkin seperti itulah gambaran pada sosok Karbala, mahluk gaib yang menghuni pohon beringin. Akan tetapi bukan berarti Karbala tidak bisa di kalahkan.

__ADS_1


Akan bisa menjadi mungkin Karbala dapat di musnahkan apabila berhadapan dengan manusia yang memiliki kekuatan supranatural yang lebih tinggi.


Yang menjadi persoalannya adalah ditengah- tebgah kehidupan masyarakat sangat jarang orang berilmu tinggi yang menonjolkan diri sehingga sangat sulit ditemukan.


Yang yang terjadi hanyalah oknum- oknum yang mengaku- ngaku dirinya ‘orang pintar’ yang merasa memiliki kekuatan supranatural tinggi. Padahal ada misi lain dibalik pertolongannya, yaitu mengais uang, yang menjadikannya sebagai pekerjaan.


Namun tidak bisa menyalahkan mereka juga, sebab dalam kondisi urgen tersebut siapapun akan berharap dan meminta pertolongan kepada orang yang dianggap mereka sebagai orang pintar.


Dan tidak mengetahui seberapa dalam dan tinggi ilmu yang di miliki orang pintar tersebut. Ingat! tidak semua orang pintar itu benar- benar pintar dan tinggi ilmunya.


"Tidak ada cara lain selain di tebang pak RT. Sepertinya hanya itu harapan satu- satunya jika memang tidak bisa diajak berdamai dan dipjndahkan secara baik- baik." Kata haji Abas gamang.


Pak RT Parno kembali tercenung, hatinya menentang rencana haji Abas itu. Entah apa yang akan terjadi jika pohon beringin itu benar- benar dapat di tumbangkan.


"Mungkin saya memang harus menceritakan tragedi Putri. Dengan kisah tersebut mungkin haji Abas bisa berubah niatnya," batin pak RT Parno.


Pak RT Parno kembali menceritakan sebuah tragedi yang menyangkut nasib Putri pada Haji Abas.


......................


Semenjak mamih Osa kesehatannya terganggu, Jin An selalu mengajak Putri di kantornya jika pulang sekolah dan baru pulang ke rumah pada sore harinya. Ia khawatir dengan kondisi istrinya, Putri tidak ada yang menjaganya.


Seperti biasa Putri di jemput oleh sopir suruhan papihnya sepulang sekolah. Mobil Toyota Rush warna hitam itu berhenti di depan pagar besi yang sedikit tertutup oleh fiber transparan.


SI sopir yang berusia 50 tahunan itu turun dari mobilnya untuk membuka gerbang pagar. Kemudian kembali ke dalam mobil untuk memasukan mobilnya hingga halaman depan rumah.


Dari arah samping rumah, Parno berlari- lari kecil menghampiri mobil yang terparkir di depan rumah dengan tergopoh- gopoh.


“Loh, tumben non Putri pulang ke rumah. Biasanya bareng papih pulangnya sorean,” gumam Parno menyongsong Putri di depan pintu mobil sebelah kiri.

__ADS_1


“Terima kasih om...” ucap Putri kemudian membuka pintu mobil lalu berlari menuju pintu rumah.


“Non Putri nggak biasanya pulang ke rumah,” sambut Parno begitu Putri turun dari mobil.


Pak Utam, si sopir itu memperhatikan Putri dan tukang kebun satu majikan itu berjalan menuju pintu rumah. Dia memastikan hingga putri masuk ke dalam rumah.


Setelah Putri masuk ke dalam rumah, Parno berbalik menghadap mobil pak Utam lalu melambaikan tangan dengan sedikit menganggukkan kepala kepada pak Utam.


Pak Utam pun membalas lambaian Parno dengan membunyikan klakson, lalu memundurkan mobilnya keluar dari halaman rumah Jin An.


Parno pun langsung bergegas melangkah ke gerbang pagar untuk menutupnya kembali.


Sementara itu setelah menutup pintu rumah, putri langsung berjalan menuju kamar mamihnya bukan ke kamarnya sendiri.


“Mamiiiih.... mamiiihhh...” suara lugu Putri memecah keheningan suasana dalam rumah.


Sesampainya di depan pintu kamar Mamih Osa, Putri langsung membukanya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Jegreggg...!


Perkahan- lahan daun pintu besar itu terbuka di dorong Putri dari luar kamar. Saat pintu sudah terbuka lebar, Putri dibuat shok oleh pemandangan di dalam kamar.


Sepasang mata bulat Putri membelalak lebar, mulutnya ternganga menyaksikan sosok mahluk besar ditumbuhi bulu- bulu hitam lebat menutupi sekujur badan.


Mahluk menyeramkan yang baru pertama kali di lihatnya itu sedang berada pada posisi menindih mamih Osa. Sementara mamih Osa yang tanpa sehelai benang di tubuhnya sedang menggeliat- geliat dengan mata terpejam.


Melihat pemandangan mengerikan sekaligus menjijikkan itu, Putri ingin sekali berteriak sekencang- kencangnya saking takutnya, akan tetapi lidahnya terasa kelu. Sehingga hanya suara “a, i, u,” yang keluar dari mulutnya.


Tubuh putri gemetaran, rasa ngeri, takut dan jijik bercampur aduk didalam pikiran bocah berusia 10 tahunan itu. Bahkan untuk berlari saja tidak bisa, sekujur tubuh Putri terpaku di tempat. Putri di paksa menyaksikan adegan tak seharusnya ia lihat. 🔴Bersambung...

__ADS_1


......................


__ADS_2