TITISAN

TITISAN
KONEKSI


__ADS_3

Karmila segera menjatuhkan pantatnya terduduk diatas rumput karena berasa berat dan tak kuat untuk melangkah lagi.


Dialam bawah sadarnya Karmila merasakan emosi yang meluap- luap. Tak lama kemudian desiran hawa panas tiba- tiba menerpa tubuhnya.


Untungnya hanya 2 menitan Karmila merasakan kesakitan yang teramat sangat menyerang tubuhnya itu.


Dengan wajah tercengang Karmila celingukkan melihat sekelilingnya, sambil menyentuh- nyentuh kepala, dada, punggung dan perutnya secara bergantian.


“Kenapa aku? Mengapa badan kepalaku terasa sakit sekali dan tiba- tiba hilang begitu saja?!” batin Karmila.


Karmila terheran- heran merasakan perubahan di tubuhnya. Rasa sakit yang ada di kepala, punggung dan perutnya secara tiba- tiba hilang, ia tak lagi merasakan kesakitan itu semua.


Merasakan kondisinya kembali baik- baik saja, Karmila pun melanjutkan aktifitasnya menyirami tanaman.


......................


15 menit yang lalu di ruangan kantor Guntur...


Guntur sedang duduk dibalik meja besarnya, matanya terfokus menatap layar leptop disisi kanan. Diatas meja nampak tumpukkan map berwarna- warni yang baru saja diterimanya dari Hafizah, sekertaris pribadinya yang masih magang.


Sesaat kemudian Guntur merubah posisi duduknya yang semula menghadap leptop berganti menghadap lurus mejanya. Ia berniat hendak memeriksa tumpukan berkas- berkas dihadapannya, tiba- tiba saja Guntur merasakan emosi yang meledak- ledak didalam kepalanya.


Guntur terdiam membatu di kursinya, matanya menatap lurus dengan tajam tanpa berkedip. Ekspresi wajahnya terlihat sangat dingin dan kaku.

__ADS_1


Ia merasakan dadanya berdebar- debar sangat keras. Suara nafas yang keluar dari hidungnya terdengar ngos- ngosan tak beraturan.


Disaat Guntur dalam kondisi tak terkendali terseret kedalam alam bawah sadarnya itu tiba- tiba terdengar suara ketukan di pintu ruangannya.


Tok... tok.. tok...


Suaara ketukan pintu terdengar berkali- kali, namun Guntur tak bergeming ditempatnya. Ia tetap diam terpaku tak menghiraunkan ketukan di pintu ruangannya itu.


Tok... tok... tok..!!!


Kali ini suara ketukan pintu terdengar lebih keras. Seketika Guntur tersentak gestur tubuhnya bereaksi seperti orang yang baru terbangun dari mimpi.


Sadar ada suara ketukan pintu, Guntur pun segera menyahut; “masuk!”


Setelah pintu terbuka, muncul Hafizah mendekap map di dadanya. Hafizah berjalan hingga di depan meja Guntur.


Ia melihat, Guntur sedang tertunduk seperti sedang memeriksa berkas di salah satu map. Akan tetapi Hafizah sedikit terkesiap melihat raut wajah Guntur yang nampak tak biasanya.


“Mm, mma, maaf A mengganggu...” ucap Hafizah merasa segan.


Entah mengapa Hafizah merasa sangat takut saat menatap Guntur lama- lama. Hafizah sendiri tak mengerti dengan perasaannya, kenapa dirinya merasa takut terhadap Guntur.


“Mmm...” sahut Guntur bergumam.

__ADS_1


Guntur perlahan mendongakkan wajahnya menatap Hafizah yang masih berdiri diseberang mejanya. Tak biasanya Guntur tak menyunggingkan senyum manisnya, ia hanya melirik sekilas lalu kembali menekuri berkas didepannya.


Hafizah dibuat salah tingkah, dirinya merasa serba salah dengan situasi yang kaku itu.


“Apakah si Aa sedang ada masalah? Kenapa perasaanku sangat takut melihatnya?” batin Hafizah.


“Duduk neng...” ucap Guntur seakan- akan cuek.


Hafizah segera duduk di kursi dan berhadap- hadapan sehingga sangat jelas melihat guratan ekspresi dari wajah Guntur sepenuhnya.


Hafizah merasa bergidik lama- lama memandang wajah Guntur, segera ia mengalihkan pandangannya kesisi lain. Dadanya mendadak berdebar- debar tanpa ia ketahui sebabnya.


“E... anu a, mau mengingatkan mister Jose sedang dalam perjalanan kemari. Diperkirakan lima belas menitan lagi mister Jose sampai,” terang Hafizah memberanikan diri.


Selama Hafizah berkata ia terua menundukkan wajahnya tanpa sekalipun menatap wajah Guntur.


“Oke,” sahut Guntur singkat dan cuek.


“Kalau begitu neng permisi a.” Ucap Hafizah kemudian berdiri dan melangkah keluar tanpa menunggu jawaban Guntur.


......................


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2