
Flash back beberapa bulan yang lalu...
"Kalau kita menikah nanti, aku gak mau kamu capek kerja ya, La.." ucap Erlan kepada ku.
Saat ini kami sedang duduk santai di balkon kamar nya Oma Ruth. Oma Ruth sedang tertidur sehabis kuajak jalan pagi tadi.
Aku yang mulanya hendak bermain game cacing, dibuat terkejut dengan kemunculan Erlan yang tiba-tiba. Tak biasanya Erlan berada di rumah pada waktu pagi seperti ini.
Biasanya aku baru melihat Erlan di penghujung sore saat aku hendak pulang ke rumah. Tapi jam sepuluh ini, Erlan tahu-tahu muncul dan mengagetkan ku yang sedang duduk santai di balkon nya Oma.
(Ini kejadiannya saat Oma Ruth masih hidup ya..)
Erlan lalu duduk menemani ku di balkon. Dan malah sibuk berandai-andai.
"Kita? Kamu kok yakin banget sih kalau aku bakal mau nikah sama kamu, Lan?" Tanya ku pura-pura sinis.
Erlan sedikit merengut.
"Kamu suka gitu deh, La. Senang banget bikin hati ku diremas-remas macam duit dua ribu," seloroh Erlan.
"Hah? Kenapa malah obrolin duit dua ribu sih?" Tanya ku tak mengerti.
"Iya, duit dua ribu di tangan anak-anak kecil, maksud ku, La. Kan sering nya anak-anak tuh meng unyel unyelin duit kan, sampai jadi buntelan kecil?" Seloroh Erlan.
Aku tersenyum menanggapi ucapan Erlan tadi.
"Bahasa mu itu, Lan. Meng unyel unyel! Hihihi."
"Lha terus apa dong? Mere mas re mas? Kayak nya kelewat vul gar deh.." ucap Erlan sambil tersenyum mesyum.
"Dasar! Pikiran mu tuh kalau gak eror ya ngeres!"
"Wah! Jangan nuduh gitu La.. bisa jadi fitnah itu.. muka alim begini masa kamu bilang suka ngeres sih! Aku mah good boy La. Tanya aja Mama ku tuh!"
"Ah. Tauk ah. Eh, tumben kamu siang-siang ada di rumah, Lan?" Tanya ku mengalihkan topik.
"Kangen kamu, La.." goda Erlan.
"Kentut bau!" Aku mengumpat sambil memberikan Erlan senyuman miring.
__ADS_1
"Dih, gak percaya. Belah aja nih da da ku, La."
"Udah dong, Lan. Serius dikit bisa kan? Jangan bikin aku nyesal karena udah mau pacaran ya sama kamu!" Aku mengancam.
"Aduh! Jangan ngancam gitu dong, La. Aku kan cuma kecanduan ngegombalin kamu doang. Kok di sensi in melulu sih?" Rajuk Erlan.
Tak lama kemudian, Erlan melanjutkan ucapannya.
"Aku mau ambil berkas yang ketinggalan. Tapi pas udah sampai rumah, malah kangen sama kamu, La."
"Ooh.."
"Kok oh doang sih tanggapan kamu, La?"
"Ya terus aku harus bilang apa, Lan? Bilang Wow gitu?" Aku melontarkan banyolan.
"Ya apa kek. Yang sweet sweet gimana gitu kek.."
"Kek.. kek.. memang nya aku kakek mu, apa!" Aku mendumel. Namun Erlan tak menggubris dumelan pelan ku itu.
"Eh ya, aku mau tahu. Kalau aku kasih surprise yang romantis-romantis gitu, kamu bakakan suka gak, La?" Tanya Erlan tiba-tiba.
"Huh? kelewatan?"
"Iya. Kelewatan dong dong banget kamu nya tuh. Masa ngasih kejutan, malah bilang bilang. Ya nanti aku gak bakal ngerasa wow, lah!" Kritik ku pada Erlan.
"Ya kejutannya mah nanti lah, La. Sekarang kan aku cuma nanya aja dulu. Kira-kira kamu bakal suka gak kalau dapat kejutan yang romantis-romantis gitu?"
"Kejutannya kayak gimana sih, coba?" Aku bertanya.
"Yee! Malah balik tanya. Ya nanti lah! Gak bakal juga kan aku kasih tahu ke kamu duluan, La! Itu gak surprise nama nya!" Celoteh Erlan membalikkan ucapan ku tadi.
Aku pun memanyunkan bibir. Merasa sebal karena ucapan ku malah dibalikkan oleh Erlan.
Setelah beberapa lama, baru lah aku menyahuti pertanyaannya Erlan.
"Ya tergantung juga sih suka enggak nya. Tergantung kejutan nya juga kayak gimana. Bikin aku ngerasa wow enggak? Kalau ide nya brilian sih aku ya suka-suka aja dikasih kejutan. Dikasih uang kaget 15 juta juga aku mah bakal senang, Lan!" Aku melontarkan canda.
"Dasar cewek! Urusan duit aja langsung nyengir!" Dumel Erlan.
__ADS_1
"Mana ada sih cewek yang gak nyengir kalau dikasih duit, Lan? Apalagi kalau duit nya yang warna nya pink pink. Duh! Pastilah hati nya langsung ter ping ping!" Lanjut celoteh ku.
"Kalau aku ngajak dinner terus ngasih kejutan romantis di hadapan orang banyak, kamu kira-kira bakal suka gak, La?" Tanya Erlan kembali.
"Ya tergantung juga. Kalau kamu ngajak dinner terus sambil mainin piano buat ku sih kurasa aku bakal langsung lemparin kamu pakai seribu tangkai bunga deh!" Ucap ku asal.
"Dinner? Sambil main piano?" Tanya Erlan mem beo.
"Iya. Oh ya! Kalau iya, kamu mau ngasih pertunjukan piano buat ku, aku request lagu nya Kimura Yumi, ya. Yang judul nya Always with me (itsumo nando demo)."
"Lagu apa an tuh?" Tanya Erlan kebingungan.
"Lagu anime Jepang. Dulu pernah lihat dan dengar musik nya. Lumayan enak sih.. walau bikin ngantuk. Hihihi," aku terkikik tawa.
"Hmm.. boleh deh.. boleh.. semisal nanti aku mainin lagu itu buat kamu, La, aku gak mau dapat hadiah taburan bunga deh, ya. Berasa jadi pahlawan yang gugur kan nanti nya aku?"
Aku tersenyum menanggapi ucapan Erlan itu.
"Terus kamu mau apa, Lan?"
"Aku mau kamu ngasih kode 'i love you' ala orang-orang Korea itu deh La. Itu loh yang bikin bentuk hati pakai dua tangan di atas kepala," tutur Erlan menjelaskan keinginan nya.
"Yah.. oke lah.. tapi kalau kejutan mu gak bikin aku ter ping ping, jangan salahin aku ya Lan kalau nanti kamu malah ku keramasin pake saos di restoran!" Aku mengancam.
"Ya ampun, La! Bisa langsung botak nanti kepala ku karena kepedasan!" Seloroh Erlan yang berjengit ngeri kala mendengar ancaman ku barusan.
Flash back off.
Selesai nya Erlan memainkan piano, ia tak bergegas bangun. Pandangan nya langsung mencari mata ku.
Saat kedua mata kami akhirnya bertemu, aku langsung tahu kalau Erlan kini sedang menunggu hadiah dari ku.
Ingatan tentang perkacakapan kami di masa silam pun kembali terbayang di benak ku. Dan aku tahu apa yang harus ku lakukan.
Aku yang saat itu duduk tak jauh dari panggung, langsung mengangkat kedua tangan ku untuk membentuk hati di atas kepala. Sebuah tanda yang bermakna 'i love you', seperti yang dicontohkan oleh para Oppa dan Unni asal Korea sana.
Aku tak memerdulikan tanggapan para tamu atas sikap ku itu. Karena pandangan ku terfokus hanya kepada Erlan dan Erlan saja.
Dan, detik berikut nya, Erlan yang juga masih duduk di depan piano nya, juga mengikuti gerakan ku. Kami pun bertukar kalimat 'i love you' dalam diam, disaksikan oleh ratusan para tamu undangan.
__ADS_1
***