Aku Bukan Rumput Liar

Aku Bukan Rumput Liar
Salam dari Mel


__ADS_3

Here we go! sampai juga akhirnya ke ending cerita Aku Bukan Rumput Liar..🎉🎉🎉


Pertama-tama mel mau ucapin banyak terima kasih untuk semua kawan yg sudah menyertai kisah Laila di novel ini. Thank You So Much ya all..🙏🙏💗💗


Kalian adalah penyemangat Mel untuk terus menulis setiap hari nya. meskipun tanpa kalian, cerita Mel akan tetap berlanjut. Tapi tanpa kalian, cerita Mel jelas gak akan bs hidup.


peluk doa dari jauh buat kalian semua ya.. 👻👻👻 smg kebaikan dunia akhirat senantiasa membersamai kawan dan keluarga kawan sekalian. aamiin..


Selanjutnya, Mel minta maaf untuk semua rangkaian kata yg salah di novel ABuRuLi (Aku Bukan Rumput Liar) ini, dan tak berkenan di hati kawan2.. entah itu beberapa typo yg bikin pusing.. ataupun alur cerita yg gak kawan2 sukai.


Jujur aja, mel juga ada perasaan gak suka di beberapa bagian alur cerita nya. terutama dibagian Erlan yg wafat. hiks..hiks.. rasa sedih nya masih kerasa banget sampe seminggu lebihan.


Karena sejujurnya, Erlan adalah tokoh favorit Mel di novel Aburuli ini. Tapi karena ada tujuan yg harus disampaikan dalam cerita ini, jd akhirnya dg berat hati Mel mesti ending kan akhir kisah nya Erlan di pertengahan novel ini.


Gak seperti novel pertama Mel, yaitu CISAMA (Cinta Sang Maharani), yang bercerita tentang cinta yg sempurna dari dua orang yg bs dibilang sempurna (Anna dan Daffa). Novel ABURULI ini bercerita tentang cinta dr tokoh Laila yg punya banyak kekurangan.


Sengaja Mel buat cerita untuk tokoh Laila yg imperfect (gak sempurna), namun seiring berjalan nya waktu ia akan memperbaiki diri nya jd orang yg lebih baik.


Laila yg ceplas ceplos.. dan kesusahan tuk menyaring kata, akhirnya blajar untuk menahan diri. Tentu nya dg bimbingan kebaikan dr orang-orang baik di sekeliling nya. seperti Nunik dan lain2.


Mel berharap, kita semua bs blajar dr kisah nya Laila, kalau kita slalu bs memperbaiki diri bila memang kita menginginkan nya. Karena kesempatan untuk menuju kebaikan slalu tersedia di sekitar kita.


Mel pun msh bljar ttg hidup. msh belajar untuk menulis tulisan yg baik. Karena nya Mel harap bacaan ini ba mjd sesuatu yg tak hanya menghibur kawan2, namun juga ada pembelajaran yg bs qt plajari bersama-sama ya..


Mohon jangan letih untuk selalu mengingatkan Mel bila ada ksalahan dlm tulisan2 Mel ya. Karena Mel cuma punya 2 mata dan 1 otak yg terbatas kemampuan nya. Dengan bantuan dr kawan2, Mel berharap untuk meminimalisir ksalahan2 yg ada. Arigatou..🙏🙏🥰🥰


Next projek, insya Allah Mel mw nulis kelanjutan novel CISAMA.. Tapi sebelum itu, mel mau tuntasin dulu satu novel on going lainnya yg belum tamat. yakni novel RAYA (Rasa Yang Asing).


...


Jadi kalau kawan2 berkenan silahkan mampir tuk baca novel ke tiga Mel ini ya. ceritanya khusus Mel tujukan untuk para TEEN. Tapi jelas boleh banget kok untuk dibaca sama semua umur..


Karena Mel khusus menulisnya untuk para remaja, jd jangan berharap ada cerita di atas 18 plus plus ya.. cerita nya ttg kehidupan remaja pd umum nya aja. dg sgala kebaperan dan kesulitan yg dialami nya semasa duduk di bangku SMA.


Mungkin ada satu tambahan alur konflik aja dalam novel RAYA ini. tp Overall msh pantas untuk dibaca sm anak2 remaja ya..


Buat kawan2 di atas 18 yg mau bernostalgila sm masa SMA juga boleh baca novel RAYA ini..

__ADS_1


Biar gak penasaran, berikut mel sertakan preview bab awal nya ya..


...



Jaga Ranum


Hujan deras mengguyur perumahan kumuh Dukuh Sawit yang terletak di pinggiran kota X.


Saat itu jarum jam persis menunjukkan pukul tengah malam. Suasana perkampungan kecil Dukuh Sawit yang biasanya ramai oleh wanita malam dan para pemujanya pun malam itu nampak sepi. Hanya tampak satu dua mobil yang melintas dan terus melaju cepat tuk menjauh pergi.


Agaknya hujan deras ini membuat orang-orang lebih memilih tuk segera pulang ke rumah. Mereka enggan tuk berlama-lama berada di perkampungan kecil di kota X itu karena perkampungan Dukuh Sawit ini umumnya tergenang banjir bila hujan deras mengguyurnya semalaman.


Siapa pula yang ingin terjebak banjir dan mendapat risiko kendaraan rusak setelahnya? Akan terlalu mahal dan melelahkan tentunya.meter persegi. Lalu diketuknya pintu rumah itu dengan cukup keras.


Tak sampai dua menit, perlahan pintu itu terbuka. Seorang pria muda dengan wajah yang tampak jengkel karena tidurnya terganggu menyambutnya. Namun setelah pemuda itu melihat siapa sang tamu, ia terkejut dan terpaku.


"Nan, tolong aku! Tolong putri kita! Selamatkan ia! kumohon.." cecar tamu wanita itu dengan paniknya.


"Apa...apa yang terjadi Yu? Dan kau kemana saja selama ini?" Tanya Nanda.


Belum lagi Nanda menjawab, terdengar suara wanita lain dari dalam rumah.


"Siapa yang datang, Yah?.."


Kedua orang yang masih berdiri di muka pintu pun terkejut dan menoleh ke asal suara. Nampak seorang wanita hamil besar mengenakan daster bunga-bunga di sana. Seketika saja ketika tiga pasang mata itu saling bertatapan, suasana tiba-tiba saja hening.


"Rahayu!... Apa maumu?" Tanya Nida dingin.


"Nid, aku.."


"Masuk dulu."


Dan kemudian Rahayu, Nida dan Nanda pun berbincang.


"Aku pergi ke kota Y. Aku memilih tuk pergi setelah kejadian malam itu. Aku tahu aku tak mungkin berada di antara kalian berdua. Bagaimanapun juga kejadian malam itu adalah salahku. Maafkan aku.."

__ADS_1


Sejenak suasana kembali hening. Ketiganya mengingat kembali kejadian tak sengaja yang terjadi sekitar dua tahun lalu. Kejadian yang membuat persahabatan di antara mereka jadi retak seketika. Walaupun sebenarnya..


Pandangan Nida beralih ke balita perempuan yang digendong Rahayu. Balita itu tengah tertidur pulas.


"Anak ini.. hasil dari malam itu kah?" tanya Nida perlahan.


Nanda merasa tegang. Sementara Rahayu menunduk menatap wajah putrinya.


"Ya.. ia lahir November tahun lalu.."


"Setelah sebulan di kota Y, aku baru menyadari kalau aku hamil. Aku bingung. Sempat terpikir untuk kembali ke sini. Tapi aku terlalu malu. Terutama padamu, Nid. Aku merasa bersalah sekali.. sempat juga terpikir olehku untuk menggugurkan janin saat itu. Tapi... Aku tak bisa. Bagaimanapun juga ada bagian Nanda dalam dirinya. Aku... Maaf, Nid.."


Rahayu terisak. Nanda sedari tadi hanya diam melihat sosok balita di pangkuan Rahayu. Hatinya kusut berkecamuk. Baru saja ia hendak mengatakan sesuatu, ketika tangan Nida menekan lengannya. Nida menggeleng perlahan. Nanda pun kembali diam. Dan Rahayu kembali bercerita.


"Lalu aku bertemu Aditya. Dia baik dan perhatian padaku. Dia menerima kondisi kehamilanku yang di luar pernikahan. Atau begitu pada mulanya.. aku menerima lamarannya. Kami baru saja menikah dua bulan lalu. Dan kupikir ia benar-benar menerimaku dan Ranum. Sampai kemudian aku tak sengaja mendengar ia berkata kalau ia akan...kalau ia akan melenyapkan Ranum segera setelah kami menikah!"


Nanda dan Nida terkejut. Sekilas mereka saling bertatapan sebelum kembali terdengar suara Rahayu bercerita.


"... Aku mendengarnya semalam tadi! Aku tak akan membiarkannya terjadi. Aku harus menyelamatkan Ranum... Karenanya aku memilih tuk pergi. Tapi aku takut, Nid.. aku takut ia akan menemukan kami dan mencelakakan Ranum. Ia memiliki hubungan dengan mafia. Aku takut ia dapat melacak kemana pun aku pergi.. Karenanya kumohon padamu, Nid.. Nan.. kumohon jaga Ranum untukku. Kumohon...!!"


Tangisan Rahayu kembali pecah. Nida menatap tubuh Rahayu yang tertelungkup memeluk balita Ranum. Isaknya terdengar pelan dan menyedihkan. Setelah beberapa lama, akhirnya Nida berkata.


"Baiklah.. kami akan menjaga dia untukmu, Yu. Tapi bagaimana denganmu? Apa kau akan terus lari?"


"Ya.. ini harus kulakukan, Nid. Demi Ranum.." lalu Rahayu menoleh ke Nanda yang sedari tadi hanya diam saja. "Nan..?"


Nanda pun tersadar kalau ia kini ditatap oleh dua orang wanita yang paling dekat dalam hidupnya. Ia menatap balita yang masih juga pulas tidur, sebelum akhirnya menatap Rahayu lekat-lekat.


"Ya. Aku akan merawatnya seperti putriku sendiri."


'Seperti..?' batin Rahayu tercekat. Hatinya serasa patah lagi seperti yang pernah dialaminya di malam ketika ia meminta keputusan Nanda untuk memilih antara ia atau Nida.


'Apa ia masih juga menyanggah bahwa kami telah bermalam bersama saat itu?! Dan sekarang ia juga tak mau benar-benar mengakui Ranum sebagai putri kandungnya?!'


Sekilas amarah berkobar di dada Rahayu. Sebelum akhirnya padam secepat kemunculannya.


'Biarlah.. yang penting ia mau menjaga Ranum sekarang..'

__ADS_1


"Terima kasih.." ucap Rahayu lirih.



__ADS_2