
Sejak kejadian terpergok Arline, aku jadi menjaga jarak dengan Erlan. Rasanya canggung sekali ketika berhadapan dengan pemuda itu lagi.
'Tadi itu kami hampir saja berciuman..' benakku selalu mengulang pernyataan itu berkali-kali. Dan, begitu ku pandangi wajah Erlan yang sedang asik berbincang dengan entah saudara atau kolega bisnis nya, wajah ku langsung saja terasa panas.
"Cie.. cie.. yang gagal ciuman, masih terbayang-bayang nih yee.."
Aku tersentak kaget saat Arline tiba-tiba muncul di samping ku. Kesal dengan ulah jahil nya kembaran Erlan ini, ku layangkan saja cubitan-cubitan ganas ku ke pinggang dan lengan nya.
Namun Arline sangat pandai berkelit. Hanya beberapa cubitan ku saja yang berhasil ku sarang kan di lengan nya.
Sampai kemudian Arline tak sengaja menabrak seorang wanita berhijab di belakang nya.
"Eh?! Maaf! Aku gak sengaja!" Ucap Arline meminta maaf.
"Iya, gak apa-apa.. eh? Laila, bukan?"
Pandangan ku terangkat ke wajah wanita yang ditabrak Arline. Dan aku tertegun. Bella..
Aku hampir tak mengenali Bella, mantan istri nya Kiyano itu. Karena penampilan Bella yang cukup berubah drastis.
Bella kini mengenakan pakaian berhijab dengan kerudung bermodel melilit di sekitar kepala. Ia juga mengenakan dress panjang model gaun princess berwarna baby pink.
Aku tak menyangka bisa bertemu Bella di acara pesta ini. Sepertinya telah lama sejak terakhir kali aku melihatnya masuk dipapah oleh Kiyano ke dalam ruang kerja nya.
ces.. Hati ku sedikit tercubit lagi. Rasanya tak terlalu sakit, memang. Tapi masih cukup jerih juga bila dirasakan.
"Long time no see, La.. (lama tak berjumpa, La).." sapa Bella.
"Bell.." aku berhenti melanjutkan sapaan ku kepada Bella. Tiba-tiba saja teringat kalau Bella memperkenalkan dirinya sebagai Inda kepada ku.
"Inda.. " sapa ku dengan senyum yang kupaksakan ada.
"Gak apa-apa. Kamu bisa panggil aku Bella juga kok," ucap Bella kemudian.
"Gak nyangka bisa ketemu kamu di sini. Padahal aku udah cari kamu ke mana-mana, lho," tutur Bella kembali.
"Kenapa mencari ku?" Tanya ku to the point.
"Aku.." Bella melirik ke arah Arline yang menyaksikan interaksiku dengan Bella.
__ADS_1
"Bisa kita bicara di tempat lain?" Tanya Bella kepada ku.
Lalu Bella menghadap ke Arline dan berkata juga padanya.
"Maaf, Nona Arline bukan? Saya teman lamanya Laila. Sudah lama kami tak bertemu. Jadi ada banyak hal yang ingin saya ceritakan pada nya. Mohon Nona mengerti," ucap Bella dengan amat sopan.
"Well, terserah Laila juga sih. Kamu mau ngobrol dulu sama Nona ini, La? Atau.."
Arline sepertinya bisa menangkap ketidak nyamanan ku saat berbincang dengan Bella.
"Maaf ya, Bell. Aku masih ada keperluan lain saat ini. Jadi mungkin lain kali saja ya," aku menolak undangan Bella untuk berbincang.
"Oh?" Bella terlihat kecewa.
"Kira-kira kita bisa ketemuan kapan ya, La? Aku benar-benar ada hal penting yang mau aku bincangin sama kamu.." mohon Bella dengan nada memaksa.
Netra ku dan netra Bella saling bertaut. Untuk sesaat aku bisa menangkap kilat ketidaksukaan di mata Bella terhadap ku. Meski kemudian, perasaan itu cepat hilang dan berganti dengan pandangan berharap.
'Apa yang diinginkan Bella dari ku?' benak ku pusing oleh rasa penasaran.
Pada akhirnya, aku kalah oleh rasa penasaran ku dan akhirnya berkata,
"Iya gak apa-apa! Makasih ya, La. Jadi, kita bisa ke tempat yang lebih sepi sekarang juga?" Tanya Bella penuh harap.
"Arline, titip Oma sebentar ya?" Aku berbasa-basi pada Arline untuk meninggalkan ku berdua dengan Bella.
"Oke. Kalau perlu apa-apa, bel aku ya, La.." ucap Arline sebelum pamit pergi ke dalam rumah.
"Jadi, kita mau ngobrol di mana?" Tanya Bella dengan ramah.
"Di sini aja. Di sini juga sepi kok," sahut ku singkat dan padat.
Selama beberapa detik, Bella tak bersegera bicara. Ia sibuk menatap ku lekat-lekat. Sementara aku asyik memandangi panggung dan kemeriahan acara pesta di kejauhan.
"Aki mau minta maaf sama kamu, La.." ucap Bella tiba-tiba.
"Untuk apa?" Tanya ku, masih dengan pandangan yang terfokus ke arah panggung pesta.
"Karena aku udah bikin kamu dan Kiyano putus."
__ADS_1
Aku tersentak dan langsung menatap tajam Bella.
"Maksud kamu?" Tanya ku menyelidik.
Bella buru-buru menundukkan kepala. Lalu melanjutkan kembali perkataannya.
"Aku pernah cerita kan ke kamu. Kalau Kiyano menjatuhkan talak ke aku karena suatu permasalahan?"
Aku mengangguk, sebagai ganti jawaban atas pertanyaan Bella tadi.
"Awalnya aku merelakan Mas Kiyan pergi. Tapi lalu aku menyadari kalau aku gak bisa berpisah dari Mas Kiyan. Karenanya aku berusaha mengulur-ulur sidang perceraian kami hingga berbulan-bulan lamanya.."
Aku masih menatap fokus pada setiap ekspresi di wajah Bella. Tak ingin melewatkan barang satu kata pun dari mulut nya itu.
"Tapi yang gak aku duga adalah ternyata Mas Kiyan sudah jatuh hati pada wanita lain.. dan itu adalah kamu, La.."
Aku tertegun. Dengan spontan, aku bertanya.
"Sejak kapan kamu tahu aku berhubungan dekat dengan Kiyano?" Tanya ku lugas.
"Sejak... pertemuan pertama kita di depan apartemen Mas Kiyan. Saat itu kamu sedang teleponan kan dengan nya? Aku gak sengaja mendengar percakapan mu yang menyebut nama Mas Kiyan," tutur Bella bercerita.
Ingatan ku melayang ke saat itu. Seingat ku, usai menerima telepon dari Kiyano, aku dan Bella masih sempat menaiki lift bersama-sama. Namun baru juga keluar dari lift, Bella tiba-tiba berbalik pergi dan mengatakan kalau ada barang nya yang tertinggal.
'Apa saat itu dia tak pulang, dan malah mengikuti ku diam-diam sampai ke depan flat nya Kiyano?' benak ku sibuk menerka.
"Lalu?"
"Lalu dugaan ku ternyata benar. Kamu memang benar wanita yang disukai oleh Mas Kiyan."
"Lalu kenapa di pertemuan-pertemuan berikut nya kamu masih sering menyapa dan mengajak ku berbincang?" Tanya ku sedikit emosional.
Bella mengangkat wajah nya hingga pandangan nya lurus ke mata ku.
"Karena aku ingin mengenal mu," jawab Bella dengan jujur.
"Aku ingin tahu, wanita seperti apa yang bisa membuat Kiyano jatuh hati dengan begitu mudah nya. Sementara aku sendiri bersusah payah dulu selama bertahun-tahun lamanya, sebelum bisa mendapatkan perhatian nya," jawab Bella dengan pandangan iri.
Aku dan Bella kembali bertatapan dalam diam. Entah hanya perasaan ku saja, tapi aku merasa kalau Bella terlihat sangat menyedih kan saat ini.
__ADS_1
***