Become A Mother

Become A Mother
Rileks


__ADS_3

Sialan, temukan caranya untuk membunuhnya aku tidak akan pernah membiarkan mereka hidup dan mengambil semua kekuasaan yang selama ini aku dapatkan. Sudah banyak nyawa yang aku ambil termasuk kedua wanita itu. Jadi cari tahu apa kelemahan mereka dan segera laporkan kepadaku." perintah Ratu Rieta dengan tegas dan angkuh.


Orang berjubah itu menggangguk kepalanya sebelum menghilang dari ruangan. Ratu Rieta yang mendengarnya sangat tidak senang karena rencananya gagal.


" Sepertinya aku tidak bisa memandang mereka dengan main-main. Aku harus melakukan sesuatu supaya mereka pergi meninggalkan istana ini bahkan dunia ini hahahaha....." ucap Ratu Rieta yang tertawa seperti orang kehilangan kewarasannya.


Orang yang mengisyaratkan haus akan kekuasaan dan merelakan beberapa nyawa yang tidak bersalah melayang.


...****************...


Keesokan harinya Aliesa yang sedang tertidur pulas. Tiba-tiba saja tangannya merasa di tarik oleh seseorang hal itu membuat tidurnya terganggu dan membuka matanya.


" Lady...Ayo...kita harus bersiap-siap. Saya harus membuat anda menjadi wanita tercantik di kekaisaran ini." ucap Margot yang bersemangat menghias Aliesa menjadi cantik.


Karena menurutnya ini adalah pekerjaan yang sangat ia inginkan. Tetapi sayangnya mengingat di kediaman Viscount Lincoln hanya ada beliau dan Pangeran kedua yang baru saja akhir-akhir ini berkunjung kembali.


Makanya mengetahui kedatangan Aliesa bersama Flora membuat mereka semua senang. Karena setidaknya ada seorang Lady yang akan mereka layani.

__ADS_1


" Hmm....Ini masih sangat pagi, kita masih banyak cukup waktu untuk melakukannya." ucap Aliesa yang menutupi wajahnya dengan selimut dan membalikan badannya memunggungi Margot.


" Tidak bisa, Lady kita hanya punya waktu sedikit dan kita harus melakukan banyak hal." ucap Margot yang bersikeras berusaha membangunkan Aliesa.


Akhirnya Aliesa dengan pasrah bangun dari ranjangnya yang nyaman. Dia merasa sangat mengantuk mengingat semalam dirinya menghabiskan waktu hingga dini hari, tentang pikirannya dengan sikap Pangeran kedua Lois.


Aliesa hanya diam melihat banyaknya pelayan yang bolak balik di kamarnya. Dirinya terlalu malas untuk menolak nya.


*Dimana sisirnya...


apa gaunnya sudah di siapkan*...


Oh tidak aku lupa meletakkan nya.


" Hah...aku tidak menyangka pernikahan ini memperepotkan." ucap Aliesa sambil menepuk dahinya melihat sikap pelayan yang terkesan terburu-buru.


Seketika pikiran Aliesa mengingat pernikahan nya dengan Revano. Hari itu semua orang bersikap tenang mengingat keluarga nya mempersiapkan seorang alih make up terkenal. Tidak ada acara berantakan seperti apa yang dilakukan oleh pelayan.

__ADS_1


Bahkan saat itu pikiran Aliesa hanya tertuju kepada Revano. Apa dia akan menerima pernikahan nya pikir Aliesa dulu.


Tetapi setelah melihat bagaimana Revano mengkhianati nya. Aliesa sudah menutup semua perasaan nya kepadanya. Baginya Revano hanya pria brengsek yang berani menusuknya dari belakang.


Apalagi karena melihat kejadian tersebut Aliesa harus kehilangan nyawa beserta bayinya. Dirinya penasaran bagaimana nasib Revano


Apa dia sudah bahagia bersama wanita itu?


Apa keluarganya sudah membalaskan dendam nya?


Pikir Aliesa yang serius.


" Maaf, Lady. Mengapa anda melamun?" tanya Pelayan yang saat ini sedang membersihkan punggungnya.


Aliesa langsung tersadar bahwa saat ini dirinya sedang berada di bak mandi. Dirinya melihat bahwa air yang digunakan untuk nya adalah susu yang di tambah kelopak bunga mawar merah.


" Iya semuanya baik-baik saja." ucap Aliesa sambil menikmati pijatan nya.

__ADS_1


Sepertinya dirinya butuh sedikit rileks sejenak menenangkan pikirannya sebelum melawan dua wanita gila itu.


Countine...


__ADS_2