Become A Mother

Become A Mother
Bertemu Aliesa Yang Asli


__ADS_3

Aku akan bersumpah menghabisinya." batin Alarick sambil tangannya terkepal.


Melihat Suaminya yang marah Puteri Mahkota Annika menggenggam tangan nya dengan lembut seolah memberikan ketenangan di dalamnya.


" Tenanglah aku yakin suatu hari nanti kau akan bisa mengalahkannya. Cuma kita harus bersabar dan bermain pintar, Suamiku." ucap Annika yang memberikan usulan.


Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya menyerngitkan dahinya sebelum ia mendekatkan wajahnya ke mulut Puteri Mahkota Annika.


Setelah itu mereka berdua saling berbisik untuk mengusulkan sebuah rencana yang bersifat rahasia.


...****************...


Brak...


" SIALAN BERANINYA DIA MENGHINA IBUNDA, ANDAIKAN DIA BUKAN PUTERA MAHKOTA AKAN AKU BUNUH DIA. TIDAK SEORANG PUN BOLEH MENGHINA IBUNDA. TIDAK SEORANGPUN TERMASUK KAISAR." ucap Lois yang berteriak sambil mengeluarkan aura gelapnya.

__ADS_1


Untung saja istana yang di tempati oleh Pangeran kedua tidak banyak pengawal. Mengingat beliau tidak suka hidupnya di ganggu oleh orang lain. Pengawal itu hanya bisa di tugaskan menjauh dari istana sepanjang 100 meter setelah pintu gerbang.


Lois mengacak rambutnya frustasi mengingat bagaimana beraninya Putera Mahkota menghina ibunda. Ia tahu kekakuan nya yang tadi bisa memicu terbongkarnya semua rahasia nya selama ini. Tidak seorangpun yang mengetahuinya selain dirinya sendiri.


Kemudian Lois melepaskan jasnya yang tadi digunakan setelah itu ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang besar dengan masih mengenakan kemeja berwarna putih.


" Aku harus menemui mereka sebelum pihak istana mengetahui, aku tidak akan membiarkan sesuatu yang berharga bagiku hancur untuk kedua kalinya. Aku bukan seperti Ayahanda yang merelakan kematian Ibunda. Aku tidak seperti mereka." ucap Lois sambil memejamkan matanya sebelum tertidur.


...****************...


Dengan perlahan wanita itu berjalan menghampiri seseorang yang duduk di atas ayunan terbuat dari sulur daun pohon.


" Permisi, apa bisa jelaskan dimana ini sekarang?" tanyanya kepada seorang wanita yang membelakangi tubuhnya.


Tubuhnya tersentak ketika wanita yang di tanya nya membalikan badannya. Betapa tidak wanita itu memiliki rambut berwarna cokelat dan mata yang cokelat madu indah apalagi dengan gaunnya berwarna putih polos membuatnya semakin terlihat cantik untuk di pandang.

__ADS_1


" Kau Aliesa Alexandra yang asli." ucap nya yang ternyata saat ini memakai wujudnya sebagai Shilla.


" Akhirnya kita bisa bertemu juga Shilla." ucap Aliesa yang asli sambil memancarkan aura positif di dalam tubuhnya.


Aliesa atau Shilla yang melihatnya memandang tajam pemilik tubuh yang selama ini ia masukkan jiwanya.


" Kau bukan ibu yang baik, KAU ADALAH IBU YANG TEGA MELANTARKAN ANAKNYA SENDIRI BAHKAN ANAKMU SAMPAI MEMILIKI KONDISI YANG TIDAK ANAK-ANAK LAINNYA. AKU MEMBENCIMU." ucap Shilla yang meluapkan isi kemarahannya terpendam selama ini.


Sedangkan Aliesa yang asli mendengarnya hanya bisa tertunduk ia mengakui bahwa dirinya sudah gagal menjadi seorang ibu. Bahkan ia tega membiarkan anaknya bekerja untuk memenuhi kebutuhannya.


" Aku di sini ingin mengucapkan terima kasih kepadamu yang sudah merawat Flora dengan baik, sekaligus aku mau minta maaf karena melibatkan mu dalam urusan aku. Tapi sungguh aku sudah sangat lelah menghadapi kehidupan ini." ucap Aliesa asli sambil meninttikan air mata.


Membuat Shilla yang melihatnya menolehkan kepalanya ia terkejut bahwa Aliesa menangis di hadapannya. Mengingat dalam ingatannya bahwa Aliesa yang asli jarang menunjukkan emosinya selain marah.


" Aku tidak tahu bisa memaafkan mu atau tidak tapi aku boleh bertanya?" tanya Shilla sambil memandang Aliesa yang asli.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2