Become A Mother

Become A Mother
Kesenangan Berakhir


__ADS_3

Setelah pemakaman Mendiang Mantan Ratu Rieta semua orang mulai berpergian. Termasuk dengan Lois beserta Aliesa dan Flora jika saja ajudan Pangeran Mahkota Alarick tidak memanggil nya yang harus menunda kepulangannya.


" Tuan Duke anda di panggil oleh Pangeran Mahkota." ucap Arthur yang menyampaikan pesan dari Pangeran Mahkota Alarick.


Lois yang mendengarnya menghela nafasnya sebelum menggangguk kepalanya.


" Madeleine apa kau bisa menjaga Aliesa dan Flora selama aku menemui Pangeran Mahkota?" tanya Lois meminta Puteri Madeleine untuk menjaga isteri dan anaknya.


" Tentu saja lagipula aku butuh teman untuk ke istana milik mendiang selir Aurora. Bolehkah kak." ucap Puteri Madeleine yang meminta izin untuk mengunjungi tempat tinggal mendiang selir Aurora sekaligus tempat tinggal Lois sebelum meninggalkan istana.


" Terserah lagipula sekarang itu bukan milik ku lagi." ucap Lois dengan cuek sebelum pandangannya tertuju ke arah Aliesa dan Flora yang tersenyum kepadanya.


" Tunggu aku sayang." ucap Lois sambil mencium kening Aliesa dengan sayang.


Flora yang merasa iri langsung menarik celana bahan yang di kenakan Lois. Merasa ada seseorang yang menarik celana nya membuat Lois menundukkan kepalanya melihat Puterinya sedang memasang wajah cemberut.


Lois yang mengerti bahwa Flora cemburu kepada Aliesa langsung mengangkat tubuhnya dan mencium keningnya.

__ADS_1


" Tunggu Papa." ucap Lois sebelum menurunkan Flora dengan aman.


Setelah itu Lois pergi bersama Arthur untuk menemui Pangeran Mahkota Alarick. Sampai di ruang kerja Pangeran Mahkota. Lois melihat Pangeran Mahkota Alarick yang sedang memandangi jendela.


" Jadi, apa yang membuat anda menyuruh saya ke sini?" tanya Lois to the points.


Sebab Lois tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi karena ada sesuatu yang harus dia urus. Sedangkan Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya tertawa pelan sebelum membalikan badannya sambil memandang datar Lois.


" Jadi ini rencana mu Pangeran kedua." ucap Alarick yang akhirnya mengetahui apa maksud ucapan Lois waktu itu.


" Iya, akhirnya ada seseorang yang tidak bodoh di istana ini, dan jangan sebut aku Pangeran karena aku sudah membuang gelar itu." ucap Lois sambil melipat tangannya di dadanya memandang angkuh Pangeran Mahkota Alarick.


" Hmm...jadi tujuan aku menyuruh anda kemari adalah apa tujuan mu sebenarnya, sepertinya anda tidak akan membiarkan Mantan Ratu lepas begitu saja meskipun dalam kematian sekalipun." ucap Alarick yang menatap tajam Lois.


Lois hanya tertawa geli sebelum membalikan badannya berjalan menuju ke arah pintu.


" Anda memang tidak seperti Pangeran Mahkota yang bodoh itu, dan anda mengerti apa yang akan terjadi mungkin sebentar lagi mungkin sebuah kejutan." ucap Lois sambil tersenyum miring dan meninggalkan ruang kerja Pangeran Mahkota Alarick.

__ADS_1


Sedangkan Pangeran Mahkota Alarick menghela nafas nya dan tidak mencegah Lois untuk pergi.


" Sepertinya ada orang yang lebih kejam daripada aku hehehe...." ucap Alarick sambil terkikik.


...****************...


" Apa Flora senang berada di sini?" tanya Puteri Madeleine.


Flora yang sedang merangkai bunga menjadi sebuah mahkota langsung menatap Puteri Madeleine dengan senyuman.


" Tentu saja bibi, Flora senang dan ini untuk bibi." ucap Flora yang telah selesai membuat mahkota bunga dan meletakkannya di atas kepala Puteri Madeleine yang untung saja sedang duduk di sampingnya.


Puteri Madeleine yang melihat nya merasa terharu dan memeluk Flora dengan erat.


" Terima kasih sayang." ucap Puteri Madeleine sambil mencium pipi Flora.


Aliesa yang melihatnya merasa senang setidaknya Puteri Madeleine sudah sesedih tadi. Tetapi sayangnya kesenangan nya berakhir karena tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya.

__ADS_1


" Sudah lama kita tidak bertemu Aliesa atau bisa di panggil Duchess...


Countine


__ADS_2