
Semua orang menjelekkan nya Puteri Mahkota Annika kemudian melirik Aliesa yang sedang tertawa dengan tatapan bingung nya.
Tetapi dalam hati Aliesa tertawa puas melihat semua orang menjelekkan Puteri Mahkota Annika. Sepertinya dia tidak perlu membuang banyak tenaga untuk mengeluarkan sifat asli saudari tirinya atau bisa dibilang pungut.
" Ah...itu nama yang cocok untuknya, dia adalah sampah yang dipungut seperti sampah Haha..." pikir Aliesa.
Puteri Madeleine yang melihat nya juga diam-diam tersenyum puas bagaimana wajah penuh amarah Puteri Mahkota Annika. Karena sedari awal dirinya sudah mengetahui sifat aslinya.
" Wah...anda tega sekali membentak seorang anak kecil. Puteri Mahkota pantas saja sampai sekarang anda belum dianugerahi menjadi seorang ibu." ejek Puteri Madeleine dengan ekspresi angkuhnya yang diturunkan oleh sang ibu. Apalagi dengan mata emas nya yang bersinar membuat aura di sekitarnya terasa terintimidasi.
Puteri Mahkota Annika mengepalkan tangannya mendengar ucapan penuh hinaan dari Puteri Madeleine. Apalagi dirinya bisa melihat penuh kepuasan dari Aliesa. Hatinya semakin diliputi benci oleh nya.
Dengan semua orang mulai membicarakan nya sepertinya Puteri Mahkota Annika yang tidak ingin reputasinya semakin buruk. Dia pun langsung beranjak pergi meninggalkan taman sambil memendam perasaan marahnya.
" Uhh... akhirnya bibi jahat itu sudah pergi." ucap Flora yang bernafas lega melihat bibi jahat itu mengganggu waktunya bersama Mama nya dan Puteri.
__ADS_1
Mendengar ucapan penuh kepolosan Flora. Aliesa sontak tertawa terbahak-bahak dan membenarkan ucapan Flora bahwa Puteri Mahkota Annika pantas disebut bibi jahat dibalik wajahnya yang imut.
" Ah...dia memang pantas mendapatkan itu, terkadang aku sampai heran mengapa Putera Mahkota bisa mencintai nya apa matanya sudah buta." ucap Puteri Madeleine yang secara tidak langsung menghina Kakak kandungnya.
Aliesa tertawa pelan mendengar Puteri Madeleine menghina Putera Mahkota yang sekaligus merupakan saudara kandungnya. Sepertinya dia bisa memanfaatkan situasi yang dimana membuat Puteri Mahkota mendapatkan pandangan buruk dikalangan bangsawan dan rakyat.
Hal memikirkannya membuat Aliesa tidak sabar membalas dendam atas perilakunya yang telah berani memfitnah pemilik tubuh asli sehingga dibenci semua orang dan di usir secara tidak terhormat oleh keluarga kandungnya sendiri.
" Setidaknya aku tidak tergila-gila lagi kepadanya." ucap Aliesa bercanda.
Setelah mengatakan apa yang dipikirkannya akhirnya mereka berdua tertawa bersama-sama seperti teman akrab. Sedangkan Flora yang melihatnya hanya mengangkat kedua bahunya dengan acuh sebelum kembali memakan cemilannya lagi.
...****************...
Setelah menghabiskan waktu bersama Puteri Madeleine. Pangeran Lois mengajak Aliesa dan Flora untuk kembali ke kediaman Viscount. Untuk mempersiapkan pernikahan mereka lusa.
__ADS_1
Puteri Madeleine yang mengantarkan mereka sampai di kereta kuda sedikit merasa tidak rela harus berpisah dengan keponakannya sekaligus teman nya. Memang setelah pembicaraan mereka berdua tadi. Akhirnya mereka memutuskan untuk menjadi teman kembali. Karena mereka merasa cocok dan juga tidak menyukai orang yang sama.
" Andaikan Ayahmu mengijinkan Flora untuk bermalam mungkin bibi bisa memelukmu sepanjang malam." ucap Puteri Madeleine sambil memegang gemas pipi berisi Flora.
Flora yang diperlakukan seperti itu tidak merasa keberatan sama sekali. Karena dia terlalu senang bisa menghabiskan waktu bersama bibi nya.
" Tenang saja bibi, Nanti kapan-kapan Flora akan bermalam bersama bibi. Pasti papa akan mengijinkannya." ucap Flora sambil menatap Pangeran kedua dengan mata bulatnya.
Pangeran kedua Lois hanya menggangguk kepalanya sebelum pandangannya tertuju kepada Puteri Madeleine. Meskipun hubungan mereka sudah tidak terlalu erat seperti dulu. Tapi dirinya tidak menampik bahwa dirinya sangat menyayangi adik seayahnya.
" Jaga dirimu baik-baik dan pastikan kau jangan sampai terpengaruh olehnya." ucap Lois dengan datar.
" Baiklah." ucap Puteri Madeleine sambil tersenyum tipis.
Countine...
__ADS_1