
Pangeran Mahkota Alarick memperhatikan interaksi Lois dan Puterinya yang sedang makan kue juga.
" Apa aku tidak mengganggu?" ucap seorang wanita yang berdiri di belakang Flora dan menutupi mata anaknya dengan kedua tangannya.
Flora yang tiba-tiba saja merasa pengelihatan gelap panik sebelum mendengar suara seseorang yang menenangkan nya.
" Mama, jangan nakal Flora tidak bisa melihat uhuu..." ucap Flora yang memajukan bibirnya menampilkan ekspresi cemberut.
" Hahahaha.... baiklah." ucap Aliesa sambil tertawa dan menjauhkan kedua tangannya dari mata Flora.
Setelah merasa pengelihatannya kembali lagi Flora langsung mengadahkan kepalanya melihat Mama nya yang sedang tersenyum.
" Akhirnya Mama pulang Flora rindu." ucap Flora sambil berdiri dari kursi dan memeluk Aliesa.
Aliesa yang mendengarnya tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya dan membalas pelukan Flora.
" Mama juga rindu Flora." ucap Aliesa sambil memejamkan mata nya merasa bersyukur bahwa sekarang keadaan Flora sudah lebih baik.
__ADS_1
Sedangkan Lois yang melihatnya merasa senang dengan kedekatan Aliesa dan Flora sebelum pandangannya tanpa sengaja melihat Pangeran Mahkota Alarick yang melihat. Lebih tepatnya memperhatikan Aliesa dengan intens. Jujur saja itu membuat Lois merasa cemburu.
" Karena sekarang Mama sudah pulang lebih baik Flora masuk ke dalam." ucap Lois kepada Flora. Lois sengaja menyuruh Flora mengikuti Aliesa masuk ke dalam kediaman sengaja supaya Pangeran Mahkota Alarick tidak memandangi isterinya lagi.
Flora yang mendengarnya langsung menggangguk kepalanya sebelum mengangkat kedua tangannya meminta Aliesa untuk menggendongnya.
Aliesa yang melihat ekspresi menggemaskan Flora tidak bisa menyembunyikan senyuman nya dan kemudian langsung menggendong Flora. Tanpa sengaja pandangan Aliesa tertuju ke arah Pangeran Mahkota Alarick ia pun tersenyum dan sedikit membungkuk hormat.
" Kalau begitu saya permisi dulu Pangeran dan Lois." ucap Aliesa yang membawa Flora masuk ke dalam.
Meninggalkan Lois yang memandang tajam Pangeran Mahkota Alarick.
Lois yang mendengarnya langsung membuang wajahnya sebelum kembali memandangi nya tajam.
" Jangan melihat isteriku seperti itu." ucap Lois memperingatkan Pangeran Mahkota Alarick.
Mendengarnya membuat Pangeran Mahkota Alarick ingin tertawa melihat sikap cemburu Lois.
__ADS_1
" Lebih baik kita membicarakan tentang Ratu atau lebih tepatnya mantan Ratu." ucap Alarick yang mengubah pembicaraan utama.
Begitu juga Lois yang langsung memasang wajah serius dan memasang perisai supaya seseorang tidak mendengar pembicaraan mereka.
" Aku sama sekali tidak percaya bahwa kau akan senang melihat ibumu menderita." ucap Lois sambil tersenyum remeh yang terpasang di wajahnya.
" Aku sudah cukup harus mengikuti semua perintahnya, dan ingin aku tanyakan bahwa kau adalah pelaku yang membuka kedok Ratu Rieta bukan?" ucap Alarick memandang tajam Lois.
Bukan merasa terancam Lois malah tertawa terbahak-bahak.
" Hahahaha..... akhirnya ada juga yang menyadarinya dan aku sama sekali tidak menduga bahwa orang itu kau. Siapa sebenarnya dirimu aku tahu kau bukan Pangeran Mahkota Alarick yang asli?" ucap Lois yang bertanya identitas Pangeran Mahkota Alarick sebenarnya.
Awalnya Pangeran Mahkota Alarick memasang wajah panik sebelum kemudian dia tersenyum miring seakan membenarkan ucapan Lois.
" Anda memiliki insting yang tajam Lois Jacxuel Grisam." ucap Alarick yang memuji Lois.
" Ia awalnya aku tidak percaya bahwa kau merupakan orang lain. Tapi setelah melihat perubahan yang kau lakukan untuk pegunungan Utara di situ aku mulai curiga...
__ADS_1
Ternyata raga Pangeran Mahkota Alarick dimasuki olehmu jiwa tersasar...
Countine...