Become A Mother

Become A Mother
Siapa Anak Itu?


__ADS_3

Ketika sampai di depan kereta kuda Aliesa melihat Flora yang sudah tampak cantik dengan gaun kuning cerahnya dengan rambut cokelatnya di kepang menjadi satu dan ada hiasan di sebuah mahkota bunga di kepalanya.


Aliesa tersenyum melihat Flora yang berlari ke arahnya.


" Mama..." ucap Flora sambil memeluk gaun bawah Aliesa dengan nada suara ceria.


" Jangan berlari Flora. Nanti kau bisa terjatuh." ucap seorang bukan Aliesa melainkan Pangeran kedua Lois yang mengangkat tubuh Puterinya untuk di gendong.


Viscount Lincoln yang melihatnya tersenyum begitu juga Duke Christopher yang masih berada di kediaman Viscount.


" Kamu sudah bahagia bukan Aliesa." ucap Duke Christopher dengan suara ayah yang lembut.


Membuat Aliesa yang mendengarnya sedikit tertengu. Mengingat ayahnya yang dulu selalu mengatakan itu. Ia tersenyum getir sebelum membalikan badannya menghadap Duke Christopher.


" Tentu saja aku bahagia sekarang." ucap Aliesa dengan senyum tipis yang terkesan tulus.


Duke Christopher dibuat terkejut melihat senyuman tulus Aliesa yang sudah lama sekali ia melihatnya. Mungkin terakhir kalinya ia melihat senyuman itu adalah sebelum kematian Isterinya. Mengingat semuanya tanpa sadar matanya berkaca-kaca. Ia akan berusaha untuk mendapatkan maaf dari Puterinya.

__ADS_1


" Syukurlah, jika kau butuh sesuatu bilang saja kepadaku. Aku akan berusaha untuk mengabulkan nya dan jangan pedulikan Annika yang akan berbicara buruk kepadamu." ucap Duke Christopher yang serius.


Aliesa menyerngitkan dahinya bingung sebelum akhirnya ia menggangguk kepalanya.


Setelah itu Aliesa memasuki kereta kuda dan tidak lama setelahnya kereta kuda tersebut bergerak menuju keluar dari kediaman Viscount Lincoln.


Aliesa yang melihat pemandangan dari jendela kereta. Sempat memikirkan ucapan dari Duke Christopher kepadanya tadi. Seolah ia tahu bahwa Duke Christopher sudah mulai mencurigai Annika Puteri kesayangannya. Tapi sejak kapan itu terjadi pikir nya sambil bertopang dagu.


Pangeran kedua Lois yang melihatnya hanya memandangi datar. Sebelum memulai bersuara yang membuat Aliesa mengalihkan pandangannya.


Aliesa mendengarnya sempat dibuat terpaku sambil melirik ke arah Pangeran kedua Lois yang sedang memperhatikan Flora yang berusaha membaca bukunya. Tidak lama senyum terbit di wajahnya.


" Kau benar, Terima kasih sudah mengingatkan nya Lois." ucap Aliesa sambil tersenyum lebar.


Pangeran kedua Lois dibuat merona melihat senyum manis Aliesa. Apalagi suaranya yang lembut memanggil namanya tanpa embel-embel pangeran. Membuat kesenangan sendiri baginya. Akhirnya ia hanya merespon dengan anggukan kepalanya saja.


Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka sampai di istana. Flora yang melihatnya matanya berbinar kagum bagaimana melihat keindahan istana seperti yang ada di buku dongengnya.

__ADS_1


" Indah." ucap Flora dengan pandangan kagumnya.


Aliesa dan Pangeran kedua Lois yang mendengarnya melirik satu sama lain sebelum terkekeh pelan melihat bertapa gemasnya Puteri mereka berdua.


Hal itu tanpa sadar membuat hubungan di antara keduanya semakin membaik.


Pangeran kedua Lois yang turun terlebih dahulu dari kereta kuda sebab untuk membantu Aliesa dan Flora turun.


" Ayah apa sekarang aku bisa memanggil mu Papa. Itu kelihatan lebih baik daripada ayah." ucap Flora dengan mata puppy eyes nya yang berbinar.


" Tentu saja peri kecil, kau boleh memanggil ku Papa dan lagipula Mama mu juga tidak keberatan." ucap Lois sambil mengangkat tangannya di atas rambut Flora dengan menggelusnya lembut.


Membuat sebagian orang yang melihat tampak dibuat tidak percaya. Termasuk seseorang yang memperhatikan mereka dari jauh dengan tatapan penasaran.


" Siapa anak itu....


Countine....

__ADS_1


__ADS_2