
Kaisar Wiliams hanya tersenyum sendu sambil menggangguk kepalanya menyetujui perkataan Pangeran kedua Lois.
Memang Kaisar Wiliams terakhir berada di taman milik Isterinya sebelum seminggu pembunuhan tersebut. Dia masih bagaimana mereka menghabiskan waktu berdua saling bercerita mengenai perkembangan Puteranya. Hanya dengan Selir Aurora saja yang mampu membuka sisi lain dari Kaisar Wiliams.
Kaisar Wiliams melirik ke arah Aliesa yang sedang duduk di samping Puteranya. Aliesa adalah anak dari sahabatnya Duke Christopher.
Menurutnya hidupnya sama dengan Duke Christopher yaitu kehilangan separuh hatinya. Tetapi yang membedakannya dimana Duke Christopher memiliki isterinya saja tanpa memiliki wanita lain. Tidak sepertinya yang selalu melukai hati wanitanya.
" Sudah lama sekali Lady Aliesa, bagaimana kabar anda sepertinya telah berubah setelah terakhir pertemuan kita di pesta pertunangan Putera Mahkota?" tanya Kaisar Wiliams yang tanpa menyadari bahwa Pangeran kedua Lois melotot ke arahnya.
Aliesa badannya seketika kaku ia mendapatkan ingatan dimalam pertunangan Pangeran Mahkota. Hari dimana ia kehilangan mahkotanya yang berharga. Hari dimana ia tidak menepati janji kepada ibunya. Malam yang membuatnya memiliki Flora.
Hatinya seketika ngilu mengingat peristiwa malam itu. Mungkin Aliesa ini adalah perasaan asli dari pemilik tubuh. Tetapi ia harus bisa mengontrol sifatnya jangan sampai Kaisar Wiliams tidak menyukai keberadaan atau lebih tepatnya keberadaan Flora.
" Tentu saja saya dalam keadaan baik Kaisar. Hidup selama 6 tahun di desa membuat pandangan saya berubah dan lebih mementingkan membesarkan Flora." ucap Aliesa yang berusaha bersifat normal tanpa menghiraukan ucapan Kaisar Wiliams yang menyakiti hatinya.
__ADS_1
Kaisar Wiliams yang mendengarnya menggangguk kepalanya pelan sambil kemudian matanya kembali melirik ke arah gadis kecil yang dibawa Puteranya.
Dalam pandangannya gadis itu sangat cantik dengan perpaduan antara Lois dan Aliesa. Apalagi melihatnya seakan ia bisa merasakan keberadaan Isterinya, wanitanya yang sangat cintai itu.
Kaisar Wiliams dalam hati terkekeh pelan karena mengingat bagaimana Selir Aurora sangat mendambakan anak perempuan. Meskipun ia sudah mempunyai Madeleine. Kaisar Wiliams tahu bahwa ada kesedihan yang mendalam saat Selir Aurora melihatnya bahagia menyambut kelahiran Madeleine dengan Ratu Rieta.
" Aku sama sekali tidak menyangka bahwa diriku sudah setua ini. Apalagi sekarang aku sudah memiliki seorang cucu." ucap Kaisar Wiliams pelan sambil terus memandangi Flora yang tampak asik dengan cemilan manis di hadapannya.
Pangeran kedua Lois yang melihatnya hanya diam. Tanpa ingin menjawab ucapan Kaisar Wiliams.
Aliesa yang sudah merasakan suasana semakin canggung langsung menggenggam tangan Pangeran kedua Lois tanpa sadar.
Pangeran kedua Lois yang merasakan genggaman erat Aliesa. Ia langsung mengerti bahwa Aliesa ingin dirinya cepat membereskan urusannya.
" Kaisar sudah tahu sekarang saya memiliki seorang anak. Tujuan saya ke sini ingin anda merestui pernikahan kami, dan saya ingin melepaskan hak saya sebagai Pangeran. Agar bisa mengambil gelar yang di turunkan oleh Viscount Lincoln kakek saya." ucap Lois to the points.
__ADS_1
Pangeran kedua Lois langsung membicarakan intinya agar ia tidak perlu banyak menghabiskan waktu bersama pria yang di sebut sebagai ayahnya tersebut.
Deg...Deg...
Kaisar Wiliams terkejut mendengar pernyataan dari Pangeran kedua Lois.
Bahwa Puteranya ingin melepaskan gelarnya....
Countine....
Maaf jika mulai besok Author akan lebih jarang up.
Karena sekarang Author sudah disibukan dengan banyaknya tugas dan praktek sekolah...
Dan sekitar dua Minggu lagi kemungkinan akan ada ujian akhir sekolah...
__ADS_1
See you...