Become A Mother

Become A Mother
Annika Tidak Sadar Diri


__ADS_3

Sudah lama kita tidak bertemu Aliesa atau bisa di panggil Duchess." ucap seseorang yang berjalan mendekat.


Membuat Aliesa yang sedang melihat Puteri Madeleine dan Flora mengalihkan pandangannya sambil tersenyum.


" Sudah lama tidak bertemu Puteri Mahkota." ucap Aliesa dengan tenang.


Puteri Mahkota Annika merasa marah mendengar sapaan Aliesa yang seakan mengejeknya.


" Seharusnya anda tidak boleh masuk ke sini Duchess ini milik pribadi anggota kekaisaran dan sebagai Puteri Mahkota saya menyuruh Duchess beserta anak haram itu keluar." ucap Annika sambil tersenyum miring menghina Aliesa.


Puteri Madeleine yang marah karena keponakan dan kakak iparnya di hina ingin melawan sebelum melihat Aliesa melarang nya.


" Oh terima kasih atas perhatiannya Puteri Mahkota, dan saya terima kasih karena telah menciptakan malam itu sampai membuat saya menjadi seorang ibu dari anak yang lucu. Puteri Mahkota anda tidak bisa menghina seorang anak kecil yang sama sekali tidak punya kesalahan apapun hal itu membuat hati orang yang mendengarnya merasa sakit termasuk anak itu. Apa karena anda belum menjadi ibu anda tidak bisa merasakan mempunyai anak dan merawatnya." ucap Aliesa sambil tersenyum miring membalas penghinaan Puteri Mahkota Annika dirinya merasa tidak terima jika ada seseorang menghina Flora.


Puteri Mahkota Annika yang mendengarnya mengepalkan tangannya sampai kuku mengenai kulitnya hingga berdarah. Dirinya merasa tidak adil padahal awalnya menjebak Aliesa malam itu agar dia mengandung anak yang sama sekali tidak di kenali dan pastinya dari golongan bawah. Tetapi sayangnya itu tidak terjadi malah sekarang Aliesa berdiri angkuh memandang nya sebagai seorang sampah. Apalagi posisi Aliesa sebagai Duchess Christopher termasuk isteri dari seorang jenderal perang atau pangeran.

__ADS_1


" ALIESA TIDAK SEHARUSNYA KAU BERADA DI SINI. TEMPAT YANG COCOK BAGIMU DAN ANAK HARAM ITU ADALAH TEMPAT SAMPAH SAMPAI MATI HAHAHA..." ucap Annika sambil berteriak dan tertawa.


Puteri Mahkota Annika terus tertawa sampai tiba-tiba saja ada sebuah belati yang berada di lehernya membuat nya harus berhenti. Tubuhnya menegang dengan kaku dia membalikkan kepalanya sepasang mata emas menatapnya membunuh.


" Lois." gumam Puteri Mahkota Annika memanggil nama pria yang sekarang berada di belakang tubuhnya.


" Anda tidak berhak menghina isteri dan anakku. Puteri Mahkota atau bisa saya anak buangan." ucap Lois yang menghina tajam Puteri Mahkota Annika.


Deg...


Lois mengisyaratkan sesuatu melalui matanya menyuruh Puteri Madeleine membawa Flora masuk ke dalam kastil. Karena meski Lois merasa marah mendengar seseorang menghina keluarga nya tetap saja dia tidak akan membiarkan Flora melihat kemarahan nya yang membuatnya takut.


Puteri Madeleine yang mengerti langsung menggendong Flora yang tampaknya sudah ketakutan membawanya ke dalam kastil.


Suasana semakin tegang yang menyisakan Aliesa, Lois, dan Puteri Mahkota Annika yang saling memandang benci satu sama lain.

__ADS_1


" Anda tidak bisa menghina Puteri Mahkota saya adalah seorang bangsawan." ucap Annika yang masih sadar dengan posisinya.


Aliesa yang mendengarnya sontak tertawa terbahak-bahak termasuk Lois tersenyum tipis.


" Hahahaha....ini namanya orang yang tidak sadar diri hahaha..." ucap Aliesa yang tertawa sampai membuat perutnya sakit.


Puteri Mahkota Annika yang mendengarnya merasa semakin marah dan mengangkat tangannya ingin menampar Aliesa.


Sampai tiba-tiba saja Aliesa menggenggam tangan Puteri Mahkota Annika dan mencengkram nya dengan kuat.


Puteri Mahkota Annika kesakitan dengan kekuatan cengkraman tangan Aliesa merasa tangan nya terbakar.


Aliesa yang melihatnya tersenyum licik yang baru saja di tunjukkan nya.


Countine...

__ADS_1


__ADS_2