
Tentu saja semuanya menyenangkan Ayahanda. Tapi aku ingin menanyakan sesuatu.Apa benar sekarang kakak sudah berubah?" tanya Madeleine dengan perasaan khawatir.
Kaisar Wiliams menghela nafasnya sambil memijit pelipisnya.
" Ya, dia berubah." ucap Kaisar Wiliams dengan perasaan kecewa.
Sejak Pangeran Mahkota Alarick menikah dengan Puteri Annika. Sifatnya berubah 180⁰ dari sebelum yang awalnya sifat Pangeran Mahkota Alarick selalu bersikap hangat dan sosial terhadap para bangsawan lain. Membuat dia di sukai sebagian para bangsawan daripada Pangeran kedua bahkan mereka lebih menyetujui bahwa Pangeran Mahkota yang di jadikan sebagai Kaisar selanjutnya.
Tapi sayangnya sekarang Pangeran Mahkota selalu suka melanggar pertokol istana dan melewatkan tugas-tugas nya sebagai seorang pewaris. Dia sekarang lebih sering menghabiskan waktunya bersama Puteri Annika dan pergi ke pesta bersama teman-teman dekatnya.
Mendengar jawaban dari Kaisar Ayahandanya membuat Puteri Madeleine berdecih. Sekarang dirinya baru percaya bahwa kakaknya berubah. Memang Puteri Madeleine sering mendengar rumor bahwa Kakaknya melakukan hal yang bodoh yaitu mabuk-mabukkan di depan umum dan terparahnya lagi memboroskan hartanya. Demi keinginan Puteri Annika yang sampai sekarang belum bisa memberikan keturunan.
" Seharusnya ayah tidak mengijinkan kakak untuk menikahi anak tidak tahu asal usulnya itu. Apalagi nanti jika dia menjadi Ratu, itu sungguh suatu penghinaan besar Ayah." ucap Madeleine dengan wajah kesal.
__ADS_1
" Hah... sayangnya ayah tidak bisa melakukannya. Apalagi ketika ibumu menyetujui pernikahan tersebut, dan Duke Christopher juga memberikan kita keuntungan yang cukup besar." ucap Kaisar Wiliams sambil menghela nafasnya.
Puteri Madeleine terkadang tidak habis pikir mengapa Duke Christopher mau saja mengadopsi anak yang dipungut di jalan. Apa karena wajahnya mirip dengan mendiang Duchess. Jujur saja Puteri Madeleine menyukai Aliesa daripada Annika, sebab dirinya bisa melihat bertapa kuatnya Aliesa ketika semua orang membicarakan nya, membencinya, bahkan dikucilkan tapi tidak membuat nya luntur untuk mendapatkan cinta tulus dari Kakaknya. Tapi sayangnya Kakaknya yang bodoh itu menyia-nyiakan cinta tulus Aliesa demi memilih seorang perempuan yang terlihat lemah dibalik wajahnya yang licik.
" Aku juga heran mengapa ibunda menyetujui pernikahan tersebut, bahkan aku bisa melihat bahwa isteri kakak adalah orang yang licik. Jadi aku ingin ayah mencarikan seorang Selir untuk Kakak yang bisa melahirkan seorang keturunan." pinta Madeleine.
Deg...
...****************...
Aliesa hanya bisa menghela nafasnya untuk kesekian kalinya mendengar Flora menanyakan keberadaan Pangeran Lois itu. Aliesa tidak habis pikir mengapa Flora sebegitu rindunya dengan Pangeran padahal mereka baru bertemu hari ini. Tapi mungkin karena ikatan diantara ayah dan anak.
" Flora, sayang mungkin sekarang Ayah sedang bekerja untuk membelikan Flora mainan baru." ucap Aliesa dengan lembut.
__ADS_1
Flora menghela nafasnya sambil memeluk Mama nya dengan erat.
" Maafkan, Flora yang menanyakan Ayah terus, Flora cuma ingin kita terus bersama-sama. Flora menyayangi kalian jangan pernah meninggalkan Flora." ucap Flora dengan suara pelan.
Aliesa yang mendengarnya tertungu sebelum membalas pelukan Flora sambil mengelus rambutnya.
" Tentu saja kami sangat menyayangi mu, Flora harus yakin bahwa Ayah akan kembali lagi." ucap Aliesa.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Pangeran kedua Lois seperti biasa mendatangi seseorang untuk menanyakan sesuatu kepadanya.
Pangeran kedua Lois mengeratkan jubah yang dikenakan menuju seseorang yang juga mengenakan jubahnya.
__ADS_1
" Akhirnya kita bisa bertemu juga, setelah sekian lama Pangeran...
Countine...