
Tentu saja. Lagipula saat ini sepertinya Pangeran Mahkota sudah tidak mempedulikan nasib Puteri Mahkota." ucap Lois sambil mengingat bagaimana pertapa jijiknya Pangeran Mahkota memandang Puteri Mahkota seperti sebuah kotoran.
Lagipula Lois bersyukur setidaknya dengan jiwa orang lain memasuki tubuh Pangeran Mahkota bisa membuat perubahan bagi rencananya dan dia senang untuk mengurangi musuhnya di antara keluarganya.
Puteri Madeleine yang mendengarnya terkejut mengingat bagaimana Kakak nya Pangeran Mahkota yang sangat mencintai Puteri Mahkota sepenuh hati bisa tidak mempedulikannya.
Tapi Puteri Madeleine merasa bahwa ada sesuatu yang membuat Pangeran Mahkota berubah menjadi orang yang acuh terhadap Puteri Mahkota. Bahkan sifatnya sekarang berubah menjadi berwibawa dan mampu untuk melaksanakan tugasnya setidaknya satu hal itu membuatnya merasa lega jika kekaisaran akan bertahan selama Pangeran Mahkota memimpin menjadi Kaisar nantinya.
" Baiklah, kak aku akan mempercayainya setidaknya Pangeran Mahkota tidak akan menjadi korban keegoisan mereka berdua. Meskipun salah satu nya ibu kandung ku aku tidak akan membiarkan ketidakadilan di kekaisaran terus berlanjut. Aku harap semuanya akan selesai dengan baik." ucap Madeleine dengan bijak.
Lois yang mendengarnya menggangguk kepalanya setelahnya ia berpamitan kepada Puteri Madeleine menuju kereta kudanya. Kereta kuda berjalan menuju kediaman Duke Aliesa yang duduk di sampingnya merasa aneh dengan sikap Lois terlihat menyembunyikan sesuatu darinya.
" Apa yang kau sembunyikan di balik wajah datarmu Lois." batin Aliesa.
...****************...
" Lepaskan aku.... lepas..." ucap seorang wanita yang di ikat dengan rantai di sebuah ruangan gelap tanpa cahaya sedikitpun selain sinar bulan.
__ADS_1
Wanita itu terus berteriak sampai tiba-tiba saja ada suara langkah kaki yang menuju ke arah nya. Terlihat seorang pria menggunakan jubah hitam menutupi hampir seluruh wajahnya tersenyum melihat keadaan mengenaskan wanita itu.
Sudah menunggu beberapa tahun untuk bisa menangkap nya dan membalaskan dendam nya membuat nya hancur seperti ia rasakan.
" Kau akan mendapatkan apa itu kehancuran RI..."
...****************...
Lois menggendong Flora yang tampaknya sudah tertidur akibat kelelahan bermain sepanjang hari dengan salah satu tangan nya menggenggam Aliesa.
" Tumben di kastil ini sepi." ucap Aliesa yang melihat sekitar ruang tampak sepi tidak ada satupun pelayan yang lewat.
Sebelum menaiki tangga Aliesa memanggil nama Lois membuat nya mengurungkan niatnya.
" Apa kau baik-baik saja sepertinya hari ini seperti banyak tekanan Lois?" tanya Aliesa khawatir melihat wajah Lois yang sedikit pucat.
" Tidak ada lagipula aku hanya sedikit merasa lega karena orang yang telah membunuh ibuku sudah mati, dan aku harus melakukan sesuatu untuk membuat reputasinya hancur." ucap Lois yang kemudian menaiki tangga dengan matanya sekali melirik ke arah Flora.
__ADS_1
Aliesa yang melihatnya dari bawah menghela nafasnya sebelum berjalan menaiki menuju kamar mereka.
Lois yang mengetahui bahwa Aliesa mengikutinya hanya diam. Sebenarnya dirinya tidak tahu sampai kapan ia memberitahukan rahasia nya kepada Aliesa mengenai siapa dirinya.
...****************...
" SIALAN BERANI SEKALI WANITA ITU MEMANGGIL AKU LEMAH ARGGGH..." ucap Annika sambil berteriak ketika masuk ke dalam kamarnya dan tangannya menghancurkan barang-barang di atas meja hiasnya.
Prang....
BRAK...
Pangeran Mahkota Alarick yang juga baru masuk ke dalam kamar Puteri Mahkota Annika menggelengkan kepalanya melihat sikap temperamen dari wanita ular itu.
" Sudah cukup membuat masalah Puteri Mahkota." ucap Alarick sambil melihat datar Puteri Mahkota.
Puteri Mahkota Annika yang mendengarnya merasa takut dan dengan gerakan perlahan-lahan melirik ke arah belakang.
__ADS_1
" Pangeran Mahkota...
Countine...