
Lois ingat bahwa di pengunungan barat adalah tempat terdingin yang ada di kekaisaran. Hanya beberapa warga saja yang tinggal di sana. Apalagi rata-rata orang tersebut Adalah orang buangan.
Seperti seorang bangsawan yang diasingkan oleh keluarga nya atau hukuman dari Kaisar karena berani melakukan suatu kejahatan.
Mereka harus menghabiskan waktu seumur hidup nya di cuaca yang dingin dan bersalju. Lois mendengar bahwa banyak sekali warga kelaparan terutama di kalangan anak-anak yang akhirnya mati.
Ini rahasia sebenarnya Lois sering memberikan bantuan berupa makanan, pakaian, dan koin. Mengingat kekaisaran jarang memperhatikan daerah tersebut.
Tapi tak di pungkiri Lois senang jika orang-orang itu sudah bisa memiliki pekerjaan selain menjual es balok di musim panas.
" Jika dia melakukannya itu bagus setidaknya aku tidak perlu sering berada di istana. Mengingat aku harus mengerjakan tugas-tugas yang tertunda milik Pangeran Mahkota." ucap Lois sambil menyesap teh nya dengan hati-hati takut nanti kena Puterinya. Mengingat teh nya masih hangat.
" Bukannya kau sudah keluar dari anggota kekaisaran. Mengapa sekarang masih mengerjakan tugas Pangeran Mahkota seharusnya yang melakukannya adalah Puteri Mahkota selaku isterinya?" tanya Aliesa yang memiringkan kepalanya.
__ADS_1
Membuat Lois yang melihatnya diam-diam mengigit bibir bawahnya menahan dirinya agar tidak segera membawa isterinya ke kamar dan melakukan itu.
" Itu tidak bisa karena Kaisar itu sudah memerintahkan diriku untuk mengambil pekerjaan Putera Mahkota sampai dia kembali. Sebab Kaisar sendiri tidak mempercayai Puteri Mahkota yang hanya bisa menghabiskan pengeluaran istana saja dan minum teh dengan para bangsawan. Mungkin ini tugas terakhir ku." ucap Lois menjawab
Aliesa menggangguk kepalanya mengerti sambil pandangan nya ke arah Flora yang tampaknya sudah kekenyangan dan sekarang sedang bersandar ke Lois.
" Sepertinya kita harus masuk sekarang karena ada seseorang yang tampak kekenyangan menghabiskan cemilan di atas meja." ucap Aliesa yang menatap Flora jahil.
" Huh...Mama. Flora tadi lapar dan karena banyak cemilan jadi Flora makan saja. Papa sekarang gendong Flora karena Flora sudah tidak bisa berjalan lagi." ucap Flora yang tampang lesu menatap Lois dengan mata bulatnya.
Viscount Lincoln yang baru saja kembali dari istana melihat keharmonisan Lois dan keluarganya membuat batinnya senang.
" Lihatlah Aurora sekarang tampaknya Lois sudah mulai membuka dirinya lagi. Bahkan dia berani keluar dari istana demi melindungi keluarganya. Aurora kau akan bangga kepadanya." ucap Viscount Lincoln yang tersenyum sebelum kembali ke dalam Kediaman.
__ADS_1
...****************...
" Sepertinya anda sama sekali tidak mempercayainya, Yang Mulia?" tanya Juan kepada Kaisar Wiliams.
Setelah membaca surat dari Putera Mahkota Alarick tampaknya Kaisar Wiliams tidak mempercayai bahwa anaknya yang tidak berguna itu bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan di pengunungan barat.
" Bahkan seperti nya kau juga tidak mempercayainya Juan. Bagaimana seorang pria yang seperti Alarick berubah dalam beberapa bulan terakhir. Aku yakin dia merencanakan sesuatu." ucap Kaisar Wiliams yang belum percaya kepada Putera Mahkota Alarick.
" Mungkin beliau ingin berubah demi negeri Kaisar. Anda tidak bisa menuduhnya karena sepertinya dia tampak berubah menurut para pengawal di sana. Pangeran Mahkota Alarick membuka pelajaran caranya membuat pakaian yang bisa dijual di toko-toko ibu kota." ucap Juan.
Kaisar Wiliams yang mendengarnya berpikir keras.
" Baiklah kita setujui saja acara penyambutan Putera Mahkota, dan aku ingin kau mengawasinya dari jauh. Meskipun dia bersikap semena-mena tapi dia tetap anakku seperti Lois dan Madeleine." ucap Kaisar Wiliams yang tampak sendu.
__ADS_1
Countine...