Become A Mother

Become A Mother
Kaisar Alarick


__ADS_3

Pangeran Mahkota Alarick atau sebentar lagi menjadi Kaisar sedang berjalan menuju aula penobatan di atas karpet merah. Sambil matanya memandang lurus ke depan di sana sudah ada Lois beserta Aliesa dan Flora mengenakan pakaian beserta merah. Mantan Duke Christopher Aron berdiri mengenakan jubah merah nya dan semua orang-orang dari bangsawan ataupun pewarisnya berdiri menunduk di hadapannya.


Ketika berdiri di depan orang kuil Pangeran Mahkota Alarick hanya memandangnya datar.


" HARI INI KEKAISARAN TELAH KEHILANGAN SEORANG KAISAR YANG BAIK DAN MELAYANI RAKYATNYA DENGAN SENANG HATI, DAN HARI INI JUGA KITA AKAN MENYAKSIKAN PELANTIKAN KAISAR BARU YAITU ALARICK WILIAMS GRISAM PEWARIS DAN PANGERAN MAHKOTA." ucap kepala kuil sambil meletakkan sebuah kertas yang berisi tanda sihir perjanjian.


" ALARICK APA ANDA BERSEDIA MENJADI KAISAR YANG SELALU MELAYANI RAKYAT DENGAN BAIK, TIDAK MELAKUKAN KESALAHAN YANG MERUGIKAN KEKAISARAN, DAN TIDAK MEMPEDULIKAN MASALAH PRIBADI." ucap nya.


" SAYA BERSEDIA." ucap Alarick yang meletakkan tangan nya di atas kertas itu dan bersinar menandakan janji itu telah di terima.


Setelah mengatakan itu pemimpin kuil mengambil sebuah mangkuk emas dan meletakkan di depan Alarick.


" Silahkan tuangkan darah sebanyak tujuh tetes dan di letakkan di atas mangkuk ini dengan ini anda akan menjadi Kaisar."ucapnya menginstruksi Alarick.


Alarick menggangguk kepalanya sambil mengambil sebuah belati yang di bawa oleh pelayan dan menyayat tangannya setelah memastikan darah sudah menetes dia mengepalkan tangannya supaya darah nya menetes di atas mangkuk.


Tidak lama sebuah cahaya menyinari seluruh aula membuat orang-orang yang hadir harus menutup matanya. Sampai beberapa saat kemudian darah Alarick yang ada di mangkuk berubah warna menjadi emas.

__ADS_1


Pemimpin kuil itu sempat tertunggu melihat sesuatu yang jarang terjadi. Sebelum berdehem membuka suaranya.


" HIDUP KAISAR ALARICK." ucapnya dengan keras.


Semua orang-orang yang mendengarnya langsung membungkuk sebelum berseru menyebut namanya.


" HIDUP KAISAR ALARICK...."


" HIDUP KAISAR ALARICK..."


Aliesa yang merasa genggaman seseorang langsung tersenyum sambil menyandarkan kepalanya di bahu Lois.


" Semua berjalan dengan baik dan terima kasih karena kau telah memilih kami daripada tahta." ucap Aliesa yang merasa bangga kepada Lois.


Lois yang mendengarnya juga tersenyum hangat sambil melihat Kakaknya yang sudah menjadi Kaisar Alarick. Meski dia tahu bahwa yang menjadi Kaisar bukan kakak kandungnya tapi ia merasa senang setidaknya rakyat tidak perlu menderita karena harus di pimpin oleh Kaisar yang memiliki sifat jahat seperti Rieta.


Omong-omong masalah Rieta sepertinya dirinya sudah tidak sabar untuk mendengar kabar bahwa putera kebanggaan nya menjadi Kaisar.

__ADS_1


" Lois, mengapa tersenyum seperti itu kita harus segera persiapan pemakaman Mendiang Kaisar Wiliams nanti sore. Semua orang sudah mulai bubar dan Kaisar Alarick sudah pergi." ucap Aliesa yang sedikit bingung melihat senyuman Lois yang memiliki makna sesuatu di dalamnya.


" Tidak ada kalau begitu kita pergi sekarang, ayo Flora dan Isteriku." ucap Lois sambil menggandeng tangan Flora.


" Benar kata papa Flora sudah tidak sabar bertemu dengan bibi Madeleine barangkali dia akan memberikan Flora kue lagi." ucap Flora sambil tersenyum manis dan menunjukkan gigi kelinci nya.


Aliesa yang mendengarnya hanya menyentil pelan dahi Flora.


" Huh...kau senang sekali makan kue jika nanti sakit gigi mama akan membawakan dokter kepadamu." ucap Aliesa sambil berkacak pinggang.


" Tidak mau Dokter gigi jahat nanti dia mencabut gigi Flora hingga habis. Setelah itu Flora akan menjadi nenek." ucap Flora yang menggelengkan kepalanya.


Aliesa dan Lois saling melirik sebelum tertawa bersama-sama. Tanpa menyadari seseorang memperhatikannya.


" Tidak lama lagi senyuman kalian akan hilang. Tunggu saja pembalasan ku.


Countine...

__ADS_1


__ADS_2