
Aliesa yang melihat interaksi antara Puteri Madeleine dan Pangeran kedua Lois cukup senang.
Setidaknya ia tidak perlu khawatir telah menjadikan Puteri Madeleine sebagai teman nya. Mengingat selama berada di sini dirinya sama sekali tidak memiliki seorang teman.
Kemudian pandangan Aliesa tertuju ke arah Flora yang tampaknya sudah tertidur di pahanya. Melihat raut polos Flora membuat hati Aliesa senang dan tangannya dengan pelan mengelus rambutnya supaya tidur Puterinya semakin nyenyak.
Pangeran kedua Lois yang baru saja masuk ke dalam kereta kuda seketika hatinya menghangat melihat Aliesa yang sangat menyayangi anak mereka.
Pangeran kedua Lois sedikit lega karena bukan wanita yang serakah dan tidak menyukai anak-anak selain harta untuk menjadi ibu bagi anak-anak nya.
Aliesa yang merasa kehadiran seseorang langsung mengalihkan pandangannya melihat ke arah Pangeran kedua Lois yang sepertinya menahan senyum di wajahnya.
" Memang sepertinya bagi orang yang sedingin kulkas sulit sekali untuk tersenyum." batin Aliesa mencibir.
" Bagaimana pembicaraan anda dengan Puteri Madeleine, apa semuanya lancar?" tanya Aliesa kepada Pangeran kedua Lois yang sedang memulai membaca bukunya.
" Iya semuanya baik saja, setidaknya dia tidak seperti ibunya yang licik itu, dan bagaimana denganmu tadi aku dengar bahwa kau sempat berdebat dengan saudara mu?" tanya Lois sambil menyeringai melihat ekspresi marah Aliesa ketika dirinya mulai membicarakan tentang saudara nya.
Sepertinya membuat Aliesa marah adalah kesenangan tersendiri bagi Pangeran kedua Lois. Melihat bagaimana wajah memerah Aliesa yang menatapnya tajam. Tampak menggemaskan baginya. Mengapa dirinya tidak memperhatikannya sebelumnya pikir Pangeran kedua Lois.
Aliesa mendengar nama Annika disebut sebagai saudaranya merasa marah dan jijik. Bagaimanapun Aliesa tidak akan mengakui bahwa gadis yang hanya bisa mengandalkan perhatian dan perlindungan orang lain sebagai saudaranya.
__ADS_1
" Dia bukan saudaraku, dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengakuinya. Menurutku dia hanya benalu yang diam-diam menghancurkan kehidupan ku." ucap Aliesa yang sepertinya sudah membenci Puteri Mahkota Annika. Seperti Aliesa yang asli.
Melihat tatapan kebencian Aliesa kepada Puteri Mahkota sempat membuat Pangeran kedua Lois terkejut tapi sedetik kemudian dia menyeringai lagi sebelum mengalihkan pandangannya ke arah jendela kecil di samping nya.
" Yah... memang dia adalah pengganggu." gumam Lois.
Aliesa yang sempat mendengar gumaman pelan tersebut menatap nya dengan bingung.
" Apa Pangeran Lois memiliki hubungan buruk dengan Annika." batin Aliesa bertanya-tanya.
...****************...
" Sialan bagaimana bisa dia melahirkan anak dari Pangeran kedua. Padahal aku sudah berusaha untuk menyingkirkan nya dengan menyuruh seseorang mengotorinya malam itu. Kenapa rencanaku semakin kacau saja." ucap Puteri Mahkota Annika yang berbicara sendiri di depan cermin dengan raut wajah kesalnya.
" Dimana Pangeran Mahkota itu apa dia sama sekali tidak bisa mengerjakan tugasnya hingga sekarang dia belum kembali. Aku harus cepat-cepat mengandung, aku tidak ingin tahta yang selama ini aku pertahankan di rebut oleh gadis kotor itu. Apa aku harus melenyapkannya dia sangat berbahaya sekarang. Iya...Iya aku harus melenyapkannya. Aku akan mengunjungi nya." ucap Puteri Mahkota Annika yang sepertinya akan memulai rencana kotornya untuk menyingkirkan Aliesa dan Flora. Untuk berusaha menahan tahtanya hingga nanti menjadi Ratu.
...****************...
" Sialan... sepertinya Kaisar mulai tidak menyukaiku." umpat Ratu Rieta yang sepertinya suasana hatinya juga kurang baik.
" Tenang Yang Mulia. anda tidak boleh memperlihatkan sifat anda. Jika tidak ingin Kaisar tahu." ucap Pelayan pribadi nya.
__ADS_1
Bukannya tenang malahan Ratu Rieta mengangkat tangannya ke atas dan menampar keras pelayan pribadinya hingga jatuh ke lantai.
Membuktikan seberapa kuatnya tamparan tersebut.
" Kau tidak ada berhak untuk menasehati seorang Ratu. Ingat posisimu yang hanya seorang pelayan. Sekarang siapkan jubahku aku ada urusan di ibukota." ucap Ratu Rieta yang berjalan meninggalkan ruangannya.
Sedangkan pelayan yang tadi di tampar olehnya mengepalkan tangannya merasa marah mendengar hinaan dari majikannya. Karena dirinya tidak bisa membalasnya apalagi dirinya terikat kontrak dan hutang budi kepada Ratu Rieta.
" Semoga saja ada seseorang yang bisa mengalahkan iblis itu." ucapnya.
Countine....
Holla author come back lagi....semoga para pembaca masih setia untuk membaca ceritaku.
Akhirnya setelah seminggu lebih berjuang di Ujian Sekolah selesai juga.
Mulai kedepannya Author akan berusaha untuk up setiap hari...
Sebelum mulai mempersiapkan diri lagi di ujian masuk PTN...
Author berharap bisa masuk ke PTN yang sangat diinginkan...
__ADS_1
Jadikan doakan ya...