
Yang Mulia, ini sangat gawat. Ini membahayakan kita." ucap pelayan yang tergopoh-gopoh menghampiri sang Ratu.
Ratu Rieta mengangkat alisnya melihat pelayan nya terlihat panik.
" Apa ada sesuatu yang perlu di sampaikan, sepertinya sangat penting?" tanya Ratu Rieta dengan tenang.
" Begini Ratu, saya mendapatkan informasi dari seorang suruhan anda bahwa Pangeran kedua akan menikahi seorang Lady dan saya dengar bahwa beliau sudah memiliki anak perempuan berusia 5 tahun." ucap pelayan sambil menundukkan kepalanya.
Wajah Ratu Rieta yang tadi nya tenang langsung memerah mendengarnya. Ia mengepalkan tangannya dengan kuat.
Mendengar bahwa seorang anak haram itu memiliki seorang anak. Ini sangat membahayakan posisi puteranya yang merupakan seorang Pangeran Mahkota. Apalagi saat ini Puteranya bodoh itu sedang berada di sebuah desa kecil. Karena Kaisar Wiliams sudah mulai tidak mempercayai Puteranya.
" Sialan." umpat Ratu Rieta yang mengumpat, dia tidak bisa membiarkan semuanya terjadi. Jika tidak pengorbanan nya akan sia-sia.
" Kau suruh salah satu orang untuk mengawasi anak itu. Jika ada kesempatan tangkap dia dan bawa ke hadapan ku. Aku harus membuat mereka semua menderita hahahaha...." ucap Ratu Rieta sambil tertawa keras.
Pelayan tersebut hanya bisa menundukkan kepalanya takut melihat wajah menyeramkan Ratunya.
__ADS_1
" Baiklah Ratu, saya permisi dahulu." pamit Pelayan tersebut yang langsung berlari meninggalkan kamar tidak tahan dengan aura yang di keluarkan Ratu.
...****************...
Setelah kejadian tersebut Pangeran kedua Lois memutuskan untuk memberikan Aliesa waktu untuk bersiap-siap menjelang pernikahan mereka.
Ia berjalan menuju ruang kerja Viscount Lincoln karena ada sesuatu yang harus di bicarakan.
Ketika sampai Pangeran kedua Lois tanpa berpikir panjang langsung masuk ke dalamnya. Bertapa terkejutnya ia melihat Duke Christopher sedang berada di ruang Kakeknya.
" Salam, Duke saya sama sekali tidak menduga bahwa anda berada di sini." ucap Lois yang terkesan agak menyindir Duke Christopher.
" Salam juga Pangeran, saya ke sini ingin menemui Puteri saya. Tidak mungkin bukan seorang Ayah tidak mendatangi Puterinya ketika dia ingin menikah." ucap Duke Christopher yang juga secara tidak langsung menyindir Pangeran kedua Lois.
Pangeran kedua Lois mendengarnya langsung menyeringai dan tidak lama ia tertawa keras menanggapinya ucapan serius Duke Christopher.
" Anda membuat lelucon yang sangat lucu, Duke." ucap Lois sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
Membuat Duke Christopher yang mendengarnya mengepalkan tangannya kesal.
" Sayangnya saya tidak bercanda, Yang Mulia. Jika anda menyangka ini lelucon bisa saja saya akan membuat Aliesa pulang ke kediaman." ucap Duke Christopher sambil menyeringai melihat keterdiaman Pangeran kedua Lois.
Tapi tiba-tiba saja Pangeran kedua Lois tertawa lagi. Membuat Duke Christopher semakin jengkel dibuatnya.
Sedangkan Viscount Lincoln hanya diam sambil menopang dagunya melihat perdebatan Duke Christopher dan Cucunya. Tanpa berniat untuk menghentikan nya karena menurutnya ini bisa menjadi pelajaran untuk Duke Christopher sendiri.
" Sejak kapan anda memanggilnya Puterimu, bukannya anda sendiri yang tidak mau mengakuinya. Sejak kapan anda mempedulikan keadaan nya, bahkan anda dulu sama sekali tidak mempedulikannya ketika ia di hina banyak orang. Anda bahkan menyebut diri anda seorang Ayah. Menurutku anda hanya seorang pengecut yang membuang Puteri kandungnya sendiri dan menggantinya dengan orang lain." ucap Lois yang menusuk.
Deg...
Duke Christopher hanya berdiam kaku ia merasa ribuan panah menancap di hatinya.
" Aku..." ucap Duke Christopher yang ingin menjawab sebelum ada seseorang yang memotong nya.
" Hentikan semua ini....
__ADS_1
Countine....