Become A Mother

Become A Mother
Pembicaraan Negatif


__ADS_3

Puteri Mahkota Annika yang berniat untuk mengunjungi kediaman Grand Duke. Dibuat terheran-heran melihat beberapa pelayan dan Asisten pribadi Kaisar berdiri di depan gerbang masuk Istana.


" Apa akan ada kedatangan tamu penting?" tanya Puteri Mahkota Annika kepada dirinya sendiri.


Tidak beberapa lama kemudian datanglah sebuah kereta kuda mewah memasuki gerbang istana. Karena rasa penasaran yang tinggi Puteri Mahkota Annika memutuskan untuk melihatnya dari jauh supaya orang-orang tidak menyadari keberadaannya.


Bertapa terkejutnya Puteri Mahkota Annika ketika melihat seseorang yang turun dari kereta sambil berpegangan tangan dengan Pangeran kedua Lois.


ALIESA ALEXANDERA.


Seseorang yang membuat hidupnya selama ini ia takutkan. Puteri Mahkota Annika mengepalkan tangannya melihat gaun mewah yang dikenakan Aliesa. Aliesa terlihat cantik dengan penampilan nya yang anggun bak Puteri bangsawan.


Padahal Puteri Mahkota Annika sudah mengharapkan sejak pertemuan terakhir mereka Aliesa tidak akan menunjukkan wajahnya lagi kepadanya. Mengingat dia berhasil mendapatkan cinta dari Pangeran Mahkota.


Apalagi ia melihat Aliesa datang tidak hanya bersama Pangeran kedua Lois melainkan juga bersama seorang gadis kecil berambut cokelat dan bermanik emas.


Lagi-lagi melihat manik seketika Puteri Mahkota Annika tersadar bahwa Gadis kecil itu merupakan anak haram yang dikandung oleh Aliesa beberapa tahun lalu. Begitu mengejutkan bahwa gadis kecil itu adalah anak dari Pangeran kedua Lois.


Puteri Mahkota Annika terus memperhatikan mereka dari jauh.

__ADS_1


" Aku ingin tahu bagaimana reaksi Ratu mengenai hal ini. Tapi jika dia benar anak Pangeran ini sungguh membahayakan." gumam Puteri Mahkota Annika sebelum meninggalkan tempat dimana tadi ia mengintip Aliesa.


...****************...


" Selamat datang, di istana Pangeran dan Lady." ucap Juan sambil membungkuk hormat.


Aliesa yang disambut hanya menampilkan senyum tipisnya.


" Terima kasih hmm." ucap Aliesa menggantung karena tidak tahu siapa nama orang yang menyambutnya.


" Saya Juan Asisten pribadi Kaisar Wiliams, dan sekarang Kaisar sudah menunggu Pangeran, Lady, dan nona muda di taman." ucap Juan dengan ramah sambil matanya sesekali melirik Pangeran kedua yang sedang menggenggam tangan kecil Flora.


" Tunjukkan." ucap Lois dengan singkat sambil kedua tangannya menggenggam Aliesa dan Flora.


Juan yang mendengarnya langsung menggangguk kepalanya sambil berjalan di depan.


Pangeran kedua Lois yang merasakan bahwa tangan Aliesa yang sedikit berkeringat langsung menggenggamnya lebih erat.


Membuat Aliesa yang sedang merasa gugup langsung mengalihkan pandangannya ke arah Pangeran kedua Lois yang sedang juga menatapnya.

__ADS_1


Aliesa hampir dibuat terperangah begitu melihat senyum tipis menawan Pangeran kedua Lois. Tapi secepatnya ia langsung mengalihkan pandangannya supaya Pangeran kedua Lois tidak menyadari rona merah di wajah nya.


Tetapi sayangnya Pangeran kedua Lois sudah melihatnya.


" Ayo kalau begitu kita bertemu dengan Kaisar, Nanti aku meminta mu untuk selalu berada di samping ku. Karena mengingat di sini banyak sekali orang yang memiliki sifat licik." ucap Lois sambil berjalan menuntun Aliesa dan Flora menunju ke sebuah taman istana.


Selama berjalan di lorong Aliesa merasakan bahwa para pelayan sedang memandangi nya dengan tatapan yang membuatnya sedikit tidak nyaman.


Siapa perempuan dan gadis kecil yang dibawa Pangeran kedua...


Dia cantik, hei tapi sepertinya wajahnya aku kenal..


Bukannya dia Lady Aliesa Puteri dari Duke Christopher yang di buang itu...


Hii...mengapa penjahat itu berada di sini...


Aku cuma bisa berharap bahwa Puteri Mahkota tidak akan di celakai oleh wanita jahat itu...


Mendengar semua orang membicarakan buruk dengannya. Aliesa diam-diam mengepalkan tangannya berusaha merendam semua amarahnya. Ia tahu siapa orang yang telah membuat reputasinya hancur dimata semua orang. Aliesa akan memastikan orang itu akan mendapatkan balasan dari perbuatannya.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2