
" Akhirnya anda akan mati, Selir." ucap Cristy yang sudah mengambil ancang-ancang untuk menangkap Selir Aurora.
Untung saja Selir Aurora memiliki refleks yang baik jadi dia langsung menghindari nya. Tapi sayangnya itu semakin baik karena tiba-tiba saja dada Selir Aurora semakin sakit.
Selir Aurora semakin menekan dadanya hingga ia jatuh terduduk dan melihat Cristy yang terjatuh.
" Ha....mengapa kau melakukannya Cri...hah ty?" tanya Selir Aurora yang berusaha menekan rasa sakitnya.
Cristy yang baru saja berdiri langsung tertawa terbahak-bahak melihat keadaan Selir yang tampak kesakitan.
" Hahaha....hari ini yang aku tunggu-tunggu Aurora, kau seharusnya sudah mati sejak dulu. kau bertanya mengapa aku melakukannya hahahaha...kau membuatku tertawa Aurora." ucap Cristy yang memanggil Aurora tanpa embel-embel Selir.
Selir Aurora yang ingin membalas ucapan Cristy tiba-tiba saja berteriak kesakitan dan mulutnya sudah mengeluarkan darah sampai membuat piyama gaun putih gadingnya ternodai oleh darahnya sendiri.
Cristy tersenyum sinis sambil mendekatkan langkahnya menuju ke arah Selir Aurora yang masih mengeluarkan darah di mulutnya. Menurutnya ini adalah pemandangan yang indah.
__ADS_1
Saat Cristy sudah berada berdiri di hadapan Selir Aurora ia langsung mencengkram kuat dagunya supaya menatap ke arahnya.
" Karena kau sudah merebut semuanya Aurora, kau merebut suamiku, reputasi ku, dan hartaku. Bahkan anakmu sudah dengan beraninya menghina anakku." ucap Cristy dengan geram menatap Selir Aurora benci.
Selir Aurora yang mendengarnya menyerngitkan dahinya.
" Apa maksudmu aku tidak merebut suamimu, dan juga anakku tidak melakukan apapun. Siapa sebenarnya dirimu dan dimana Cristy yang asli?" tanya Selir Aurora sambil menatap Cristy palsu dengan berani. Meskipun tubuh nya sudah semakin sakit hingga dirinya tidak bisa merasakan kakinya.
Cristy lagi-lagi menampilkan senyuman sinisnya sebelum tangannya melepaskan sebuah cincin yang berada di jari manisnya, dan dalam sekejap Cristy berubah menjadi sosok yang sangat di kenali oleh Selir Aurora.
" Ra... hmmp...." ucap Selir Aurora yang terpotong ketika sebuah sapu tangan menutup mulutnya.
Pandangannya semakin mengabur sebelum matanya tertutup untuk selamanya. Selir Aurora mati dengan keadaan mengenaskan.
Seseorang yang merupakan pelakunya tersenyum puas melihat korbannya mati di hadapannya.
__ADS_1
Sedangkan orang yang sedari tadi melihat dibalik pintu yang terbuka sedikit langsung lari karena jika tidak ia akan dibunuh dan tidak bisa mengungkapkan sebenarnya.
Flashback off....
Pandangan Pangeran kedua Lois meredup mendengar kematian Ibundanya yang cukup mengenaskan. Andaikan dia kuat seperti sekarang mungkin ibundanya masih ada. Kini hanya ada penyesalan karena tidak bisa menyelamatkan ibundanya dengan cepat.
Stev yang melihat anak dari mantan majikannya menatapnya penuh dengan iba. Sambil tangannya mengeluarkan sebuah sapu tangan yang tampaknya sudah sedikit usang.
" Yang Mulia, ini barang bukti yang saya sempat ambil setelah pelakunya pergi." ucap Stev sambil menyerahkan sapu tangannya kepada Pangeran kedua Lois.
Pangeran kedua Lois menerimanya dan seketika pandangannya menjadi tajam ketika melihat sebuah huruf yang terdapat dibawah sapu tangan nya.
" Apa dia pelakunya?" tanya Lois dengan pandangan tajam.
Stev menggangguk kepalanya sambil berbicara yang membuat darah Pangeran kedua Lois seketika mendidih.
__ADS_1
" Benar, Pangeran. pelakunya adalah.....
Countine...