
Setelah di usir secara kasar oleh Duke Christopher karena membuat kekacauan Reynald kembali ke kamarnya. Ia membanting semua benda-benda di rumahnya dengan sihir.
Prank...
Prank....
" SIALAN BAGAIMANA INI BISA TERJADI MENGAPA AYAHANDA BISA MELAKUKAN HAL SEKEJAM INI KEPADAKU. AKU MEMBENCIMU AYAH." ucap Reynald sambil berteriak keras dan dalam keadaan yang cukup kacau.
" DAN KAU ALIESA. AKU AKAN MEMBALAS SEMUA PENGHINAAN INI BERSAMA DENGAN PANGERAN BUANGAN ITU. SEMUA ORANG TIDAK ADA YANG COCOK MENJADI DUKE KECUALI AKU." ucap Reynald yang percaya diri mengatakan bahwa dirinya cocok menjadi Duke.
Reynald tidak terima dirinya di gantikan setelah sesusah payah belajar untuk kelayakannya menjadi seperti Ayahanda nya. Tetapi harapan itu sudah pupus karena dengan tega Ayahandanya mengambil gelarnya dan memberikannya kepada Mantan Pangeran itu. Jika itu terjadi semua orang akan menjauhinya dan menendang nya dari kalangan bangsawan.
" Aliesa dan Lois ajal akan segera menanti." ucap Reynald dengan tersenyum miring.
__ADS_1
...****************...
2 Minggu Kemudian....
Setelah pemikiran yang panjang Lois memutuskan untuk menerima tawaran dari Duke Christopher untuk menggantikannya sebagai Duke.
Meskipun Lois yakin bahwa Reynald yang merupakan pewaris sah menolaknya bahkan hampir membunuhnya. Membuat Duke Christopher yang melihatnya langsung mengusir nya dari kediaman dan diasingkan ke kastil yang ada di pinggiran kota.
Pagi ini adalah hari cerah Lois yang sedang berpakaian untuk mengganti posisinya terlihat rapi dengan jubah hitam ksatria nya selama medan perang di pasangkan dengan baju bangsawan berwarna biru tua membuatnya terlihat tampan.
Sampai tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang memeluk pinggangnya dengan hangat senyuman terbit di wajah Lois mengetahui siapa pemilik tangan hangat itu. Seseorang yang telah mencuri sebagian hatinya selain Ibundanya.
" Apa kau masih gugup Lois?" tanya Aliesa yang masih memeluk pinggang Lois suaminya.
__ADS_1
" Aku tidak gugup, tapi terkadang aku belum yakin dengan keputusan ini. Apa akan baik untuk menghindari kalian dari perang dingin para anggota kekaisaran. Kau tahu bukan dalam dua bulan ini sudah beberapa kali Ratu ingin membunuh kalian." ucap Lois berbicara panjang lebar mengeluarkan semua keresahannya kepada wanita yang dicintainya.
Aliesa yang berada di balik punggung Lois menggangguk secara tidak sadar. Ia tentu saja tahu bagaimana Flora hampir saja memakan kue yang beracun jika saja Aliesa tidak menaruh kecurigaan kepada pelayan dan menyuruhnya untuk memakannya yang benar saja setelah beberapa menit pelayan tersebut mati dengan busa putih di mulutnya. Hal itu menjadi dampak bagi Flora yang ketakutan melihatnya.
Aliesa memberikan senyumannya sebelum berpindah di depan Lois dengan menggunakan sihir. Sejak dua bulan lalu Aliesa semakin memperdalami sihirnya dengan dibantu oleh Lois jadi sekarang pengalamannya dalam hal sihir sedikit membaik.
Alisa menangkup wajah Lois dengan kedua tangannya menatap nya dengan hangat.
" Aku tidak tahu apa benar keputusan kali ini benar atau tidak. Tapi yang satu hal pasti aku akan selalu berada di samping mu menghadapi masalah bersama-sama dan aku berharap kau tidak menyembunyikan semuanya dariku. Aku tidak mau kau menanggung semua beban ini kita adalah suami isteri sekaligus sepasang partner untuk melindungi keluarga kita." ucap Aliesa sambil tersenyum hingga menutupi kedua matanya.
Lois yang mendengarnya terkekeh pelan sebelum memberikan ciuman singkat. Perasaan nya semakin tenang dengan ucapan Aliesa dan membuatnya semakin bersemangat untuk mendapatkan keadilan bagi ibundanya.
" Benar kita adalah Partner." ucap Lois sambil tersenyum hangat.
__ADS_1
Countine...