Become A Mother

Become A Mother
Balas Dendam Batu Ruby


__ADS_3

" Senang bisa berjumpa dan bertarung bersama tapi sayangnya anda harus mati." ucap nya sebelum mengeluarkan sebuah bola hitam yang berukuran sedang.


Lois yang melihatnya langsung berusaha membuat sebuah perisai di area sekitar meskipun ini sangat lemah mengingat kekuatannya sudah terkuras. Tapi Lois akan melakukan apapun untuk melindungi keluarganya dan rakyatnya meskipun nyawanya menjadi taruhan.


" MATILAH." ucapnya sebelum melemparkan bola hitam itu.


Lois yang melihatnya hanya menampilkan ekspresi datar.


Sedangkan di sisi lain Kaisar Alarick bertarung sengit dengan Annika mantan isteri nya.


" Anda sangat kuat, Alarick aku sama sekali tidak menduga bahwa pangeran pengecut seperti anda bisa menjadi Kaisar dan bisa menjadi kuat." ucap Annika yang menyindir sekaligus memujinya.


" Saya sama sekali tidak mempedulikan ucapan anda. Saya ingin bertanya mengapa kau melakukan semua ini dan apa tujuannya?" tanya Alarick.


Annika yang mendengarnya kemudian tersenyum sebelum menjawab.


" Itu pertanyaan yang bagus, Kaisar. saya ingin sekali membalaskan dendam saya kepada seluruh anggota kekaisaran atas apa yang mereka lakukan di masa lalu." ucap Annika menjawab.

__ADS_1


Kaisar Alarick menyerngitkan dahinya sedikit bingung dengan jawaban Annika.


" Siapa kamu? Mengapa kau berdiam di batu itu selama ratusan tahun? Apa anda merupakan salah satu anggota kekaisaran juga?" tanya Alarick bertubi-tubi.


" Cih...kau banyak bicara juga Kaisar, baiklah dulunya saya adalah salah satu Puteri kekaisaran Grisam sekitar 350 tahun lalu. Saya adalah seorang Puteri yang di benci seluruh kekaisaran atas tuduhan yang di layangkan kepada ku bahkan karena tuduhan itu ayah saya membunuh saya di depan umum." ucap Annika yang sekilas tersenyum sedih sebelum kembali menampilkan raut wajah emosinya.


" Tapi sayangnya mereka bodoh sebelum kematian ku. Saya bertemu dengan salah satu keturunan Duke Christopher dan memberikannya batu ruby. Mereka bodoh tidak mengetahui bahwa batu itu sengaja saya berikan supaya suatu hari nanti akan ada seorang anggota kekaisaran memilikinya dan jiwa nya serakah semakin aku bisa mengendalikannya. Sekarang aku sudah punya tubuh baru dan sebentar lagi kau akan mati Kaisar." ucap Annika sambil memegang sebuah pedang yang tiba-tiba saja muncul dari tangannya.


Pedang tersebut mengarah ke arah Kaisar Alarick dengan senyum mengerikan Annika berteriak.


Pedang itu semakin mendekati Kaisar Alarick sampai....


...****************...


Lois hanya diam melihat bola sihir hitam itu semakin mendekati nya untuk membakar nya hidup-hidup. Bahkan dia tahu bahwa makhluk gelap menyeringai kearahnya menunjukkan kesenangan karena telah berhasil membunuh seseorang seperti ku.


" Tat, lindungi daerah sekitar jangan sampai ke arah keluarga ku." perintah Lois melalui pikirannya.

__ADS_1


" Tapi Master jika begitu saya tidak bisa melindungi anda?" tanya Tat yang ragu untuk menjalankan perintah Lois.


" Saya tidak peduli yang terpenting isteri dan anakku selamat. Saya tidak peduli dengan nyawa asalkan mereka selamat. Sekarang laksanakan perintah mastermu." ucap Lois memaksa Tat untuk melaksanakan perintahnya.


Tat yang mendengarnya terkejut mengetahui bertapa Master nya peduli kepada isteri dan anak. Mengingat dia adalah orang yang tidak peduli kepada orang lain. Tat bisa melihat pancaran cinta dan kehidupan dari Master nya. Setelah bertahun-tahun mata tersebut hanya di selimuti kabut dendam, gelap, dan haus akan darah di medan perang.


" Baiklah Master." ucap Tat sebelum menghilang.


Melihat Tat sudah pergi Lois memejamkan matanya.


" Tolong lindungi keluarga jika aku sudah mati." batin Lois berdoa.


Bola sihir hitam itu semakin mendekat sampai akhirnya...


Boom...


Countine...

__ADS_1


__ADS_2