Become A Mother

Become A Mother
Tawaran Menikah


__ADS_3

"Aku akan mengantarkan nya ke kamar setelah itu kita bisa bicara berdua dan jangan mencoba untuk melarikan diri lagi atau aku akan mengambil Flora darimu." ucap Lois sambil berjalan menaiki tangga menuju ke kamar Flora.


Aliesa menghela nafasnya sambil memijit pelipisnya yang tiba-tiba merasa pusing. Dirinya merasa belum siap bertemu seseorang dari masa lalu Aliesa asli apalagi dia adalah ayah kandung dari Flora yang merupakan seorang Pangeran.


Terkadang Aliesa tidak habis pikir dengan obsesi pemilik tubuh dalam mendapatkan keinginannya.


Aya datang membawa secangkir teh untuk Aliesa.


" Silahkan diminum teh nya kakak supaya pikirannya terasa lebih baik." ucap Aya sambil menaruh cangkir teh itu ke atas meja.


" Terima kasih memang saat ini aku membutuhkannya." ucap Aliesa sambil tersenyum dan meminum tehnya secara perlahan.


Aliesa melirik Aya yang ternyata masih berada di sini.


" Jadi apa yang ingin kamu tanyakan kepadaku Aya?" tanya Aliesa yang seakan mengerti raut bingung dari Aya.

__ADS_1


Aya yang ragu untuk bertanya melirik Aliesa seseorang yang telah menyelamatkannya dari tempat perbudakan bahkan dia diberikan pekerjaan dan tempat tinggal yang layak. Mana mungkin ia berani menanyakan sesuatu yang terkesan pribadi milik penyelamatnya.


Aliesa yang tahu bahwa Aya penasaran dengan Pangeran kedua tidak ingin menjawabnya. Karena bagaimanapun identitas Flora harus menjadi rahasia. Meskipun Aya merupakan orang terdekatnya Aliesa belum bisa sepenuhnya mempercayai nya tidak menutup kemungkinan Aya akan berkhianat kepadanya suatu hari nanti.


" Maaf Aya aku tidak bisa memberi tahukan kepadamu. Jadi apa kamu bisa meninggalkan aku sekarang sendiri." ucap Aliesa secara halus mengusir Aya karena ia melihat Pangeran kedua sudah berdiri di ambang pintu.


Aya yang merasa kehadiran pria itu ia langsung menggangguk dan memberikan mereka waktu untuk berbicara berdua.


Setelah melihat Aya sudah pergi Aliesa langsung mengunci pintu dengan sihirnya. Setelah membiarkan Pangeran kedua.


" Aku tidak menyangka seorang Lady yang rumorkan tidak bisa menggunakan sihir satupun. Ternyata bisa melakukannya." ucap Lois yang memuji Aliesa.


" Tidak perlu berbasa-basi lagi, Yang Mulia. Jadi ada apa anda mengunjungi saya ke sini setelah terakhir pertemuan kita beberapa bulan yang lalu?" tanya Aliesa dengan datar.


Melihat tatapan datar dari wanitanya membuat Pangeran kedua Lois menghela nafasnya.

__ADS_1


" Aku ingin kamu menikah denganku." ucap Lois to the points.


Aliesa yang mendengarnya tidak bisa menyembunyikan perasaan terkejutnya dan spontan memukul meja dengan keras.


" APA....


...****************...


Reynald yang merasa kesal dengan sikap Ayahnya tidak seperti biasanya memutuskan untuk berkunjung ke istana untuk menemui adiknya.


Puteri Mahkota Annika yang sedang meminum teh bersama Pangeran Mahkota Alarick di taman melihat kedatangan Reynald langsung berdiri dan memeluk kakaknya dengan erat.


" Kakak akhirnya datang kau tau aku sangat merindukan mu. Kemana kakak selama beberapa hari ini sampai tidak berkunjung ke sini." ucap Puteri Mahkota Annika sambil cemberut.


Reynald dan Putera Mahkota Alarick yang melihat tingkah lucu Puteri Mahkota Annika sontak tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


" Hahahaha... kakak Annika beberapa hari ini tugas semakin banyak. Kamu tahu bukan bahwa kakakmu ini adalah seorang pewaris Duke, dan lagipula ada sesuatu...


Countine....


__ADS_2