Become A Mother

Become A Mother
Akhir Keputusan


__ADS_3

Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya bersmirk.


Plok....


Plok...


Semua orang langsung mengarah pandangannya ke arah Pangeran Mahkota Alarick yang sedang bertepuk tangan termasuk Annika.


" Akhirnya semuanya sudah terungkap, Annika." ucap Alarick sambil melirik Annika yang sepertinya sama sekali tidak mengerti dengan ucapannya.


" Apa maksudnya, Yang Mulia. Apa saya akan di bebaskan dan anda akan membawa saya berlibur bukan." ucap Annika dengan mata berbinar-binar.


Tidak lama mengatakan itu Annika bisa mendengar suara Pangeran Mahkota Alarick yang sedang menertawakan nya.


" Hahaha....anda membuat saya merasakan geli sekaligus jijik dengan anda Annika atau aku sebut calon mantan isteri." ucap Alarick sambil memandang geli Annika yang tampak syok.


" Oh melihat ekspresi wajahnya membuat aku merasa geli. Bagaimana wanita ular bisa di sebut peri kekaisaran." batin Alarick.

__ADS_1


Pangeran Mahkota Alarick berdehem membuat suasana yang tadinya merasa berisik seketika hening melihat tatapannya yang seakan menghunus mereka satu persatu.


" Mari kita lanjutkan, mungkin anda masih belum mempercayai nya Puteri Mahkota tapi bagaimana anda bisa menjelaskan tentang ini." ucap Alarick sambil mengeluarkan botol kecil berwarna ungu.


Wajah Annika langsung pucat melihat botol kecil itu.


" Bag.... aimana.....anda bisa mendapatkannya." ucap Annika sambil tergagap.


Pangeran Mahkota Alarick sudah merasa yakin apalagi melihat ekspresi nya sangat pucat melihat salah satu barang bukti yang di bawanya.


" DIA MENYIMPAN BEGITU BANYAK KEJAHATAN YANG TERSEMBUNYI SELAMA INI, DAN SAYA AKAN MENGAJUKAN PERCERAIAN KEPADA PUTERI MAHKOTA ANNIKA. SELAMAT SEBENTAR LAGI KAU BUKAN ISTERIKU LAGI." ucap Alarick sambil tersenyum miring.


Annika yang mendengarnya langsung memberontak berusaha mendekati Pangeran Mahkota Alarick.


" INI TIDAK ADIL, YANG MULIA. SAYA TIDAK BERSALAH." ucap Annika sambil berteriak.


" DIAM." ucap Alarick sambil berdiri dari kursi tahta nya berjalan mendekati Annika.

__ADS_1


Kemudian Pangeran Mahkota Alarick menjepit dagu Annika dengan kedua jari nya.


" Benarkah, bagaimana bisa anda tidak merasa bersalah sama sekali. Untung nya saja aku memberikan kesempatan untuk sementara berada di penjara memanjang hidup mu menyadari semua kesalahanmu. Ternyata itu salah saya sudah muak dan anda tidak bisa mengendalikan saya dengan ramuan cinta benar begitu Annika." ucap Alarick sambil tersenyum sinis sebelum melepaskan tangannya dari dagu Annika.


Sambil memberikan isyarat untuk kepada para prajurit untuk membawanya pergi. Annika yang masih merasa syok hingga sama sekali tidak melawan ketika beliau di bawa ke penjara bawah tanah.


Pangeran Mahkota Alarick yang hanya menatap datar ke arah Annika yang perlahan sudah jauh dari pandangannya.


" Terima kasih atas kesediaan kalian untuk datang ke sidang ini. Silahkan kalian boleh bubar." ucap Alarick yang keluar dari ruang aula persidangan.


Semua orang yang berada di aula persidangan hanya bisa diam dengan ekspresi wajah syok dan mulut ternganga melihat sikap Pangeran Mahkota Alarick yang berubah 180⁰ dan mulai hari ini mereka tidak bisa memandang nya dengan sebelah mata lagi.


Pangeran Mahkota Alarick berjalan di lorong bersama Arthur yang berjalan tepat di belakangnya.


" Arthur, cari tahu apa yang dilakukan Annika selama 5 tahun terakhir saya akan membuatnya membayar semua atas kejahatannya." ucap Alarick.


Countine...

__ADS_1


__ADS_2