
Tidak akan ada kata bagi bangsawan rendah di antara kalian semua. Aku adalah penguasa dan sudah seharusnya kalian tunduk padaku hahahaha....." ucap Annika sambil tertawa terbahak-bahak lagi.
Lois berusaha untuk berdiri dengan sekuat tenaganya.
" Kau tidak akan mendapatkan apa yang kau mau. Aku akan membunuh kalian." ucap Lois yang mengeluarkan kekuatan sihirnya.
Setelah itu Lois langsung menyerang Annika dengan sihirnya meskipun wanita itu bisa menghindari nya dengan lincah. Dari gerakannya yang cukup mahir Lois sudah memastikan bahwa Annika bukan dirinya lagi. Karena jiwanya sudah tidak ada di raganya terberengut oleh batu ruby kutukan itu sudah menguasai nya. Makanya Aron tidak pernah memberikan batu itu meski Annika adalah Puteri kesayangannya ketika dulu.
Sekarang yang ada di tubuh itu hanya ada sebuah cangkang kosong.
Lois berusaha menyerang Annika dengan sihir api nya.
Boom...
" Hah...hah...."
Nafas Lois tersengal-sengal sambil mata nya tertuju ke depan sampai tiba-tiba saja dirinya merasa aura gelap di belakangnya.
Terlihat sosok hitam menyerangnya sampai tiba-tiba saja Kaisar Alarick menyerangnya dengan panah.
BRUK...
__ADS_1
Sosok hitam itu terjatuh di tanah Kaisar Alarick berjalan membantu Lois untuk bangun.
" Sepertinya kau sangat kacau saudara." ucap Alarick menarik tangan Lois.
" Wanita itu membuat ku repot bagaimana kau bisa mencintai dia dulu." ucap Lois yang menyindir Kaisar Alarick.
Kaisar Alarick hanya memutar bola matanya malas tapi dalam hatinya dirinya sedikit senang mengetahui bisa berbicara sesantai ini dengan adiknya mungkin ini adalah bagian tersisa dari pemilik tubuh.
" Tidak tahu kau ingat bukan aku siapa?" tanya Alarick sambil melihat Annika yang perlahan keluar dari asap.
Lois terdiam melihat Annika yang sudah keluar dari asap dan bertapa terkejutnya dirinya melihat penampilan nya.
" Tidak mungkin dia sudah gila." ucap Lois sambil memandang ngeri Annika.
" Sudah berapa lama dia menekuni ilmu hitam. Penampilan mirip sekali lagi iblis." ucap Alarick memandang dengan tatapan sama seperti Lois.
Di belakang tubuh Lois muncullah Tat yang juga terkejut dengan melihat Annika.
" Master, apa dia sudah membuat perjanjian dengan Ratu iblis kekuatan nya sangat besar." ucap Tat.
" Benar, tapi kita tidak bisa membiarkannya menang jika itu terjadi." ucap Lois sambil memejamkan mata.
__ADS_1
Mengingat kenangannya dengan Aliesa dan Flora dari awal bertemu sampai akhirnya mereka menjalin hubungan sakral. Hidup bahagia sebagai sebuah keluarga.
" Aku tidak akan membiarkan nya membunuh keluarga karena aku akan berusaha untuk melindunginya meski nyawaku menjadi taruhannya." ucap Lois dengan mata merahnya yang bersinar.
Kaisar Alarick yang mendengarnya hanya terdiam mengetahui sepertinya tidak akan ada harapan lagi untuk bersama dengan nya.
...****************...
Meskipun sekarang dirinya merasa aman bersama Flora dan Puteri Madeleine. Tapi ia sangat menghawatirkan Lois dan pria yang di duga sebagai Revano menempati tubuh Kaisar Alarick.
Meskipun Aliesa ingin menyangkalnya tapi ia bisa melihat bagaimana sikap Kaisar Alarick yang mirip dengan Revano dalam memimpin. Apalagi tatapan matanya yang sama sekali tidak bisa Aliesa lupakan ketika dia marah.
Tiba-tiba saja Aliesa melihat sebuah ledakan yang besar dimana Lois dan Kaisar Alarick bertempur melawan Annika.
" Madeleine aku minta kau untuk melindungi Flora." ucap Aliesa meminta bantuan.
Puteri Madeleine yang sedang menggendong Flora yang tampaknya sudah kelelahan sebab ketakutannya.
" Kau mau kemana Aliesa?" tanya Madeleine yang melihat sorot mata Aliesa berbeda.
" Aku akan menyelamatkan mereka sekaligus melawannya...
__ADS_1
Countine...