Become A Mother

Become A Mother
Aya


__ADS_3

"Maaf, aku juga tidak tahu tapi kata temanku dia merupakan seorang Bangsawan Baron." ucapnya dengan ragu.


Aliesa menghela nafasnya kecewa karena tidak mengetahui siapa pelakunya.


" Baiklah jika kamu tidak mengetahui. Lebih baik kita berkenalan dulu, perkenalkan namaku Aliesa Alexandra siapa namamu?" tanya Aliesa dengan ramah sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Melihat itu dengan ragu Gadis itu menerima jabatan tangan dari Aliesa.


" Namaku Aya. Sekali lagi terima kasih karena telah menolong saya dan maaf jika tadi telah membuat anda tidak nyaman Nona." ucap Aya yang merasa bersalah.


Aliesa yang melihat ekspresi bersalah dari Aya melepaskan jabatan tangan nya memindahkan untuk mengelus rambutnya yang berwarna hitam itu.


" Aya tidak perlu merasa bersalah lagipula hal itu wajar bagi orang yang masih trauma. Kalau begitu Aya sekarang makan dan habis itu istirahat. Aku harus menemui anakku terlebih dahulu sekarang. Selamat malam." ucap Aliesa sebelum keluar dari kamarnya.


Meninggalkan Aya yang memandang nya dengan sendu sebelum tangannya mengambil semangkuk bubur di atas meja dan memakannya dengan lahap.

__ADS_1


" Dia merupakan orang yang baik dan dia pasti juga ibu yang baik." ucap Aya tersenyum kecut.


...****************...


Flora yang sedang makan di atas meja melihat kedatangan Mama ia pun langsung turun dan menghampirinya dengan langkah semangatnya.


" Mama ayo kita makan malam, pasti sekarang Mama sudah lapar. Setelah itu Flora meminta untuk dibacakan cerita sebelum tidur." ucap Flora yang mengutarakan keinginannya.


Aliesa tertawa melihat Flora yang terlihat lucu sekaligus dia merasa bahagia karena perlahan Flora sudah mulai bersikap seperti anak-anak seusianya.


" Ya sudah kalau begitu makan malam dulu, setelah itu Flora harus mengganti baju dan sikat gigi. Memangnya Flora giginya berlubang." ucap Aliesa.


" Baiklah komandan Flora akan melaksanakan perintah." ucap Flora sambil hormat yang pernah ia lihat dari Mama nya.


Lagi-lagi Aliesa cuma bisa tertawa pelan melihat Flora meniru gerakannya. Setelah itu mereka makan malam dengan suasana hangat di temani celotehan Flora seperti sebelumnya.

__ADS_1


...****************...


Sedangkan di sisi lain Lois dengan langkah malasnya harus menuju ke istana utama untuk makan malam. Jika saja bukan karena perintah Kaisar dirinya tidak akan sudi makan satu meja dengan para ular. Dirinya lebih senang makan bareng bersama Wanitanya dan Anaknya.


Entah sejak kapan Lois mengklaim Aliesa menjadi miliknya. Tapi setiap ia mengingat malam itu dia tidak bisa melupakan pesona Aliesa yang berbeda dari wanita kebanyakan. Menurutnya Aliesa merupakan seorang Lady yang bersikap kuat demi menutupi luka hatinya sepertinya.


Ketika dia sampai di ruang makan Lois berusaha tetap bersikap tenang dan mengambil tempat duduk di samping Pangeran Mahkota.


Tidak berapa lama kemudian Kaisar Wiliam pun datang membuat semua orang langsung membungkuk hormat di hadapannya.


" Saya senang melihat keluarga kita kembali berkumpul di acara makan malam. Silahkan nikmati hidangan nya." ucap Kaisar Wiliams yang mulai memakan makanan.


Disusul oleh Ratu dan yang lainnya suasana terasa tenang dengan hanya bunyi dentingan alat makan. Sampai makan malam selesai Kaisar Wiliams mulai pembicaraan nya.


" Jadi tadi aku mendapatkan laporan bahwa Pangeran Mahkota bertengkar Pangeran kedua. Jelaskan bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Kaisar Wiliams sambil menatap mereka berdua dengan tajam.

__ADS_1


Mendengar itu Pangeran Mahkota dan Lois saling melirik satu sama lain dengan pandangan sulit.


Countine...


__ADS_2