
Suasana pemakaman terasa hikmat sampai mendiang Kaisar Wiliams di makamkan di pemakaman khusus kekaisaran. Beliau akan dimakamkan di samping mendiang Selir Aurora sesuai wasiat yang di tinggalkan. Setelah itu Kaisar Alarick datang untuk mengatakan sepatah kata sambutan.
Pandangan Kaisar Alarick tanpa sengaja ke Aliesa entah semakin hari dirinya yakin bahwa wanita itu merupakan Shilla nya. Tapi ia langsung menggelengkan kepalanya sebelum menghela nafasnya untuk berbicara.
" Selamat sore kepada para tamu yang terhormat. Saya Kaisar Alarick mengucapkan terima kasih karena telah menghadiri acara pemakaman mendiang kaisar Wiliams yang telah pergi kemarin mari doakan semoga arwahnya tenang di sana, dan untuk menghormati semua jasa-jasanya maka dalam sebulan akan diadakan acara berkabung dengan mengibarkan setengah bendera. Saya juga melarang diadakan pesta selama.. " ucap Alarick terpotong mendengar suara tawa seseorang.
Tidak cuma Kaisar Alarick semua orang termasuk Lois dan Aliesa menghadap ke belakang. Terlihatlah seorang wanita yang berpakaian compang-camping dan luka di sekujur tubuhnya berjalan mendekat.
" Annika." ucap Kaisar Alarick bergumam melihat kehadiran mantan isterinya di tengah-tengah acara.
Tapi Kaisar Alarick merasa ada sesuatu yang aneh di tubuh Annika matanya melirik ke arah Lois yang sepertinya sedang menyelidikinya.
" Apa kau menyadarinya?"
Kaisar Alarick terdiam mendengar suara Lois di pikirannya dan langsung membuka pikiranya untuk berbicara secara telepati.
" iya aku merasa tubuhnya di selimuti sihir gelap."
__ADS_1
Jawab Kaisar Alarick sambil terus memperhatikan Annika dengan pandangan jijik.
Sedangkan di sisi lain Lois memperhatikan Annika dengan datar karena dia tahu ada sesuatu di tubuh wanita itu.
" Apa kau menyadarinya Aliesa?" tanya Lois melirik ke arah Aliesa yang berdiri di sampingnya sambil memeluk Flora.
Aliesa yang mendengarnya hanya menggangguk kepalanya karena terlalu berbahaya untuk berbicara secara terbuka. Mengingat pastinya Annika akan mengincar nyawanya beserta suami dan anaknya.
Kaisar Alarick berjalan menuruni podium menuju ke arah Annika yang masih berdiri diam dengan hati-hati.
Annika yang hanya diam sebelum menampilkan senyum menyeramkan di wajahnya.
" Mengapa kau bertanya Alarick tentu saja aku berada di sini untuk memberikan hormat terakhir ku kepada ayah mertua ku, dan pastinya menjadi ratu untukmu Alarick." ucap Annika sambil berjalan mendekati Kaisar Alarick dan menyentuh dada nya yang di lapisi kemeja hitam.
Kaisar Alarick yang melihatnya langsung merasa jijik dengan tangan wanita ular itu menyentuh tubuhnya. Dengan kekuatan sihirnya dia menghempaskan tubuh Annika hingga terjatuh tersungkur.
Semua orang-orang yang melihatnya langsung tertawa bagaimana mereka merasa bahagia dengan kesengsaraan mantan puteri mahkota itu yang telah memerintah mereka secara semena-mena selama 5 tahun.
__ADS_1
Annika yang mendengar semua orang menertawakan langsung mengeluarkan sihir hitam nya. Membuat mereka semua terpental jauh hingga terjatuh dan pingsan.
Kecuali Kaisar Alarick dan Lois yang menggunakan perisai untuk melindungi Aliesa, Flora, dan Puteri Madeleine.
" Sudah aku duga bahwa kau adalah seorang iblis." ucap Madeleine menghina Annika.
Tetapi bukannya merasa tersinggung Annika malah berdiri dan tertawa terbahak-bahak.
" Hahahaha.... lelucon anda sangat bagus Puteri Madeleine setidaknya anda tidak bodoh seperti ibumu yang sudah mati itu dan sekarang aku senang bahwa Kaisar menyusul. Setelah itu aku akan menghabisi kalian semua dan menguasai kekaisaran di bawah tangan ku.
Dan silahkan nikmati pertunjukan dari anak buah ku." ucap Annika sambil tersenyum miring.
Mereka berlima terkejut terutama Lois yang melihat sesosok berdiri di belakang Annika.
" Tidak mungkin itu....
Countine....
__ADS_1