Become A Mother

Become A Mother
Awal Hubungan Terjalin


__ADS_3

Akhirnya Aliesa mengijinkan Flora untuk mengajak sertakan Lois untuk berkeliling festival. Tentu saja setelah membeli sate yang sama sebelum jatuh oleh Lois.


Mereka bertiga saat ini sedang berada di satu stan bermain panah.


" Paman, Flora ingin boneka itu." ucap Flora sambil menunjuk sebuah boneka beruang cokelat.


Oh tentu saja Aliesa kagum dengan sifat Flora yang sepertinya memanfaatkan keberadaan Pria itu untuk mewujudkan keinginan anaknya.


Lois yang mendengar keinginan gadis kecil hanya tersenyum sambil memegang alat panah mainan yang berada di tangannya. Hal ini sama sekali tidak membuatnya susah mengingat dirinya cukup mahir dalam menggunakan berbagai macam senjata terutama panah dan pedang.


Dengan sekali tembakan panah tersebut melesat ke sasaran membuat orang-orang yang melihatnya terkagum-kagum. Terutama Aliesa dan Flora yang kagum melihat kemahiran pria itu.


" Mama dia cukup keren." gumam Flora kepada Aliesa.


" Kau benar sayang, dia cukup keren." gumam Aliesa sambil memperhatikan Lois yang dengan gagahnya memegang panah. Ia seperti melihat Aktor yang sedang memegang perannya. Aliesa menerka bahwa pria itu cukup tampan dibalik topeng yang digunakannya.

__ADS_1


" Tunggu apa yang aku pikirkan barusan ya." batin Aliesa yang menyadari bahwa dia memuji pria itu di balik pikirannya.


Tidak lama kemudian Lois datang menghampiri mereka sambil memegang dua buah boneka beruang cokelat dan boneka kelinci putih.


" Ini untuk kalian berdua, aku harap kalian menyukainya." ucap Lois sambil memberikan boneka beruang kepada Flora dan boneka kelinci kepada Aliesa.


Mata Flora berbinar senang ketika dia mendapatkan boneka yang selama ia inginkan.


" Terima kasih Paman,kau adalah orang yang baik." ucap Flora sambil tersenyum hingga memperlihatkan gigi kelincinya.


Membuat Lois yang melihatnya tanpa sadar tersenyum dibalik jubahnya.


" Terima kasih Tuan telah memberikan boneka kepada Flora. Tapi apa anda yakin ingin memberikan ini untuk saya?" tanya Aliesa sambil menunjuk boneka kelinci yang berada di tangannya.


" Tentu saja lagipula aku tadi mendapatkan dua dan sepertinya boneka ini cocok untuk Nona yang sama-sama lucu." ucap Lois sambil menatap Aliesa dengan jahil.

__ADS_1


Mendengar hal itu Aliesa wajahnya seketika merona. Selama hidupnya dirinya tidak pernah di rayu oleh siapapun meskipun dulu nya ia merupakan Puteri salah satu pengusaha sukses. Tapi Aliesa selalu menutup dirinya untuk memiliki teman maupun seorang kekasih.


" Ayo kita harus pergi ke danau sekarang keburu penerbangan Lampion di mulai." ucap Aliesa sambil memalingkan wajahnya dan menggenggam tangan Flora untuk berjalan bersamanya.


Lois yang melihatnya tersenyum seq.belum mengikuti mereka dari belakang. Ketika sampai di danau Lois melihat Aliesa dan Flora yang duduk sambil memegang lampion mereka masing-masing. Lois pun menghampiri mereka berdua.


Aliesa yang menyadari kehadiran Lois langsung menyerahkan salah satu Lampion untuknya.


" Ayo kau harus membuat sebuah harapan aku sudah membeli tiga lampion tadi." ucap Aliesa sambil tersenyum tulus tanpa menyadari dia tidak menggunakan bahasa formalnya lagi.


Lois hanya diam tapi tidak urung untuk menolaknya. Melihat Lois menerima lampion pemberiannya membuat Aliesa entah kenapa merasa senang.


Mereka bertiga saling menulis harapan masing-masing. Setelah itu menerbangkan nya ke udara Aliesa dan Flora yang melihat banyaknya lampion berterbangan merasa senang. Lois yang melirik wajah mereka bahagia merasa lega.


Lois terus memperhatikan mereka sampai tidak menyadari bahwa Aliesa melihatnya. Mereka berdua saling memandang satu sama lain di bawah sinar lampion yang indah.

__ADS_1


Tanpa menyadari bahwa hubungan keduanya mulai terjalin...


Countine...


__ADS_2