
"Ibunda sekarang aku bisa mewujudkan keinginan mu yaitu memiliki seorang menantu yang baik hati dan selalu menyayangi anaknya seperti mu Ibunda." batin Lois sambil tersenyum sedih mengingat kenangannya bersama dengan Ibundanya.
Flora yang sedang bercerita menyerngitkan dahinya melihat wajah sedih dari Paman nya. Ia pun menyentuh pipi Lois dengan lembut.
" Paman mengapa sedih, Apa Flora berbuat kesalahan?" tanya Flora sambil memasang wajah murung.
Membuat Lois tersadar ia tersenyum ketika merasakan helusan hangat dari Puterinya. Ia sekarang benar-benar yakin bahwa gadis kecil di pangkuannya merupakan anak kandungnya bisa di lihat mata emasnya yang memancarkan aura polos di dalam nya.
Sebenarnya setiap anggota keluarga Kekaisaran dianugerahi mata emas yang di dalamnya memiliki aura sihir yang kuat di dalamnya. Tapi mata ini cukup beresiko jika salah satu di dalamnya adalah aura jahat yang mengutuk setiap anggota keluarga yaitu bisa di kendalikan oleh matanya sendiri.
Lois mengaku pernah mengalami nya ketika dia berusia 15 tahun saat kematian Ibundanya akibat di racun oleh Ratu karena cemburu Kaisar lebih mementingkan Ibundanya. Lois hampir saja menghancurkan satu istana jika saja Kakek nya tidak datang untuk menenangkan. Sedangkan Ayahandanya bahkan sejak itu Lois tidak mau mengakuinya. Ayahandanya hanya mementingkan masalah kesedihan nya sampai melupakan penyelidikan atas kematian Ibundanya yang tragis.
Lois sudah menutup hatinya untuk bisa memiliki hubungan lagi bersama Ayah kandungnya.
" Paman tidak apa-apa jadi Flora tidak perlu sedih lagi." ucap Lois dengan lembut sambil tangannya mengusap lembut rambut coklat milik Flora.
" Iya Paman, Flora tidak sedih lagi kalau begitu apa sekarang aku boleh minta sesuatu?" tanya Flora sambil memainkan kedua jarinya di dada.
__ADS_1
Melihat itu Lois merasa gemas dengan kelakuan Puterinya. Tapi ia bisa menahannya sebaik mungkin agar tidak ada seseorang yang curiga meskipun ia sekarang sedang menyamarkan penampilannya.
" Tentu saja kau boleh minta sesuatu." ucap Lois.
Mendengar itu langsung saja Flora berbisik di telinga Lois. Tanpa sadar membuat sang empu terkejut tapi tidak lama ia menampilkan senyuman miringnya seolah sedang memikirkan sesuatu.
Trap...
Trap....
" Oh maafkan aku karena telah membuat kalian menunggu lama." ucap Aliesa yang berbicara sambil menuruni tangga.
" Mama, Apa kakak tadi baik-baik saja?" tanya Flora kepada Aliesa.
Aliesa langsung berjongkok di hadapan Flora tapi pandangan matanya sempat melirik Lois yang tersenyum tipis memandang nya. Hal itu tanpa sadar membuat Aliesa merasa malu langsung saja ia memutuskan tatapannya.
Lois tersenyum melihat Aliesa yang salah tingkah melihatnya.
__ADS_1
" Kakak tadi baik-baik saja kita hanya harus membiarkannya beristirahat selama beberapa hari." ucap Aliesa sambil tersenyum.
Krieet...
Tiba-tiba saja suara geseran kursi membuat suasana hangat terpecah melihat Lois yang berdiri dari duduknya sambil melangkah maju ke arahnya.
Aliesa kembali memalingkan wajahnya ketika melihat sorot mata gelap milik pria itu membuat nya merasa jantungnya berdegup kencang.
" Aku harus kembali ada urusan yang harus aku selesaikan." ucap Lois yang sudah berdiri di hadapannya.
" Yah....kalau begitu kita tidak bisa makan siang bersama." ucap Flora sambil menundukkan kepalanya sedih.
Aliesa yang melihatnya juga sedih entah apa yang terjadi kepadanya saat melihat mata gelap itu lagi.
Ia merasa tenang sekaligus ketakutan. Ketika merasakan tatapan dalam dari pria itu. Aliesa merasa curiga dengannya.
" Siapa sebenarnya dia mengapa aura sihirnya sangat kuat." batin Aliesa sambil memandang curiga pria itu.
__ADS_1
Countine...