Become A Mother

Become A Mother
Terlena


__ADS_3

" Bukannya dulu kau juga sama." ucap Lois dengan nada santai.


Jleb...


Aliesa seketika merasa tertusuk mendengarnya ucapan tajam Pangeran kedua itu. Walaupun bukan dia yang melakukan nya tapi entah mengapa rasanya dia tersinggung ya.


" Iya dulu sepertinya aku kerasukan roh jahat sampai memiliki sifat setan, Tapi sekarang aku sudah mendapatkan pencerahan mungkin salah satu nya menghindari iblis seperti mu." ucap Aliesa sambil menyeringai berharap bahwa Pangeran kedua akan pergi darinya.


Mendengar ucapan Aliesa tidak membuat Pangeran kedua Lois tersinggung. Sebab ia tahu bahwa sebenarnya rencana Aliesa hanya mengusirnya dari kamar.


" Apakah begitu berarti memang kita ditakdirkan bersama karena setan dan iblis bersatu bukan." ucap Lois yang juga ikutan menyeringai melihat wajah Aliesa yang memerah seperti tomat.


Aliesa langsung menghentakkan kakinya berjalan mendekati Pangeran kedua Lois. Kemudian ia mengambil sebuah bantal kecil yang terletak di atas sofa dan melemparnya ke wajah Pangeran kedua Lois.


BUGH...


Tepat sasaran mengenai wajah Pangeran kedua Lois.

__ADS_1


Pangeran kedua Lois yang mukanya terkena lemparan bantal dari Aliesa langsung menyingkirkan bantal dari wajahnya. Ia menghela nafasnya menghadapi sifat Aliesa yang terkesan bar-bar. Tapi itulah yang membuatnya merasa menarik.


Dengan gerakan luwes Pangeran kedua Lois menggunakan sihir nya kepada Aliesa dan seketika saja tubuh Aliesa tertarik menuju ke arahnya.


Membuat Aliesa terpekik ketika merasakan tubuhnya tertarik menuju ke arah Pangeran kedua Lois. Apalagi saat Pangeran kedua Lois memeluk pinggangnya.


Pangeran kedua Lois sengaja menyihir tubuh Aliesa agar menjadi lemas supaya ia tidak bisa memberontak.


" LEPASKAN AKU...LEPASKAN AKU." ucap Aliesa yang memberontak sambil berteriak kencang.


" Huh...sudah bicaranya sekarang aku ingin mencicipinya lagi." ucap Lois yang dengan sigap langsung mencium bibir Aliesa dengan rakus.


Membuat Aliesa terkesiap dan spontan membuka mulutnya. Oh tidak ia merasakan lidah Pangeran kedua Lois sedang menyapu rongga dalam mulutnya dan gigi nya.


Dan seketika tubuh Aliesa merasa panas apalagi ia merasakan tubuhnya di baringkan di sebuah tempat yang empuk yang di yakini merupakan ranjang. Aliesa yang sudah merasa terlena tanpa sadar membalas ciuman Pangeran kedua Lois dengan kasar.


Mereka saling berciuman dengan ganas. Pangeran kedua Lois merasa senang karena Aliesa membalas ciumannya. Ciuman mereka terhenti ketika Aliesa menepuk bahu Pangeran kedua Lois.

__ADS_1


" Hah...hah..kau gi...la hah." ucap Aliesa yang terengah-engah setelah mendapatkan sebuah ciuman dari Pangeran kedua Lois, dan sekarang ia merasa bibirnya kebas.


Pangeran kedua Lois yang juga mengatur nafasnya seketika dibuat terpukau dengan bibir Aliesa yang membengkak akibat ciumannya. Ada perasaan senang karena berhasil membuat nya mau berciuman dengan nya.


" Kau sangat cantik." ucap Lois sambil mengelus bibir bengkak Aliesa lembut.


Mendengar suara yang terkesan seksi membuat Aliesa tanpa sadar wajahnya merona malu. Langsung saja ia memalingkan wajahnya sebab dia tidak ingin terpesona dengan pria di atas tubuhnya.


Pangeran kedua Lois yang melihatnya hanya terkekeh pelan sebelum kembali mulai mendekatkan wajahnya ke Aliesa. Berniat untuk menciumnya lagi.


Aliesa yang melihatnya hanya memejamkan matanya pasrah sebab ia sudah menikmati. Jujur saja menurutnya Revano kalah dengan Pangeran kedua Lois yang memiliki pesona yang kuat.


Ketika bibir mereka hampir bersentuhan tiba-tiba saja.


Brak...


" Apa yang kalian lakukan....

__ADS_1


Countine....


__ADS_2