
Iya, Flora mirip dengan Aliesa. Tapi yang akan saya katakan jangan pernah menyesal dengan pilihan mu sendiri." ucap Lois kepada Duke Christopher yang berdiri di sampingnya.
Bukannya merasa tersinggung Duke Christopher malah menyunggingkan senyumannya yang membuat Lois yang melihatnya sedikit bingung. Padahal niatnya ingin membuat Duke Christopher semakin bersalah kepada Aliesa karena dengan tega nya membuang sebuah berlian hanya seonggok sampah.
" Aku mengerti mari kita ke ruang Viscount, ada sesuatu yang sangat penting ingin aku sampaikan dan salah satu adalah tentang mu Lois." ucap Duke Christopher yang kemudian berjalan melalui Lois.
Lois yang mendengarnya terheran-heran sebelum berjalan mengikuti Duke Christopher yang ada di depannya. Meski dia sedang penasaran tapi setidaknya Duke Christopher akan memberitahu nya nanti.
Ceklek...
Ketika masuk ke dalam ruangan Duke Christopher melihat Viscount Lincoln yang sedang mengerjakan dokumennya yang sangat banyak.
" Saya tidak menyangka di usia anda yang sudah tua mau mengerjakan tugas seperti ini." ucap Duke Christopher dengan nada menyindir.
Viscount Lincoln yang mendengarnya pun mengangkat kepalanya menghentikan sejenak pekerjaan nya yang membuatnya sakit kepala. Jika saja dia memiliki banyak waktu pastinya sekarang dia akan menghabiskan waktu nya bersama anak dari cucunya.
__ADS_1
" Seharusnya saya yang berbicara begitu Duke bukannya anda harus menyeleksi prajurit batu untuk istana." ucap Viscount Lincoln yang menyindir juga Duke Christopher.
Duke Christopher hanya mengacuhkannya sambil duduk di sofa ruangan.
" Iya, saya juga harus menyeleksi ksatria untuk Kaisar setelah kejadian beberapa hari yang lalu Ratu di racun. Bahkan saya tidak bisa menyerahkannya kepada Reynald. Dia adalah salah satu anak yang ceroboh." ucap Duke Christopher sambil memijit pelipisnya memikirkan sifat keterlaluan Reynald.
Bahkan sampai saat ini Batu Ruby yang diambil Reynald belum di kembalikan lagi kepadanya. Ia tidak tahu rencana apa yang mereka buat supaya anak perempuannya mati.
Lois baru masuk hanya melihat mereka dengan datar sebelum kemudian duduk di seberang Duke Christopher.
Lois dan Viscount Lincoln yang mendengarnya hanya mengangkat bahu nya acuh. Mungkin Duke Christopher butuh persetujuan dari anak perempuannya.
Tidak lama kemudian Aliesa datang dengan mengenakan gaun hijau muda sepanjang bawah lutut dan rambutnya yang di kepang satu membuat nya seperti bukan seorang wanita yang memiliki suami dan anak.
" Salam Duke dan Viscount, ada apa saya dipanggil kemari?" tanya Aliesa dengan lembut.
__ADS_1
" Maaf, Aliesa bukan aku yang memanggil mu sebenarnya melainkan Duke Christopher. Sepertinya pembicaraan ini penting dan kau boleh duduk." ucap Viscount Lincoln.
Aliesa yang mendengarnya menggangguk kepalanya sebelum mengambil tempat duduk di samping Lois. Lois yang melihatnya langsung menggenggam tangan Aliesa dengan erat.
Duke Christopher yang melihatnya tersenyum melihat Aliesa yang terlihat senang dan bahagia bersama Lois. Sepertinya keputusannya tepat.
" Baiklah saya datang kemari ingin memberitahukan bahwa saya menunjuk Lois sebagai penggantiku." ucap Duke Christopher sambil menunjuk Lois.
Tentu saja semua yang berada diruangan terkejut termasuk Aliesa. Viscount Lincoln langsung berdehem untuk menghilangkan perasaan terkejutnya.
" Tapi anda yakin dengan keputusan penting ini. Apalagi anda memiliki Tuan Reynald yang akan menggantikan anda. Sebenarnya ada rencana apa yang membuat anda menunjuk Lois sebagai seorang Duke?" tanya Viscount Lincoln yang memandang serius Duke Christopher.
Duke Christopher yang mendengarnya tersenyum penuh arti.
Countine...
__ADS_1