
Tapi sayangnya itu tidak mungkin terjadi karena semuanya sudah terlambat." batin Aliesa yang meringis.
Sebenarnya Aliesa sedikit senang karena keinginan pemilik tubuh sejak dulu tercapai. Tetapi mengingat bahwa sekarang yang menempati nya adalah dirinya. Ia sama sekali tidak tahu harus menjawab apa.
" Mengapa baru meminta maaf sekarang." ucap Aliesa sambil menundukkan kepalanya.
Duke Christopher hanya terdiam tanpa berniat ingin menjawabnya. Karena jujur saja ia juga bingung dengan dirinya sendiri.
Aliesa yang menyadari bahwa Duke Christopher hanya diam saja mulai mengangkat kepalanya memperlihatkan wajah nya yang sudah dilinangi air mata.
" Mengapa baru sekarang, Setelah aku di usir, dihina, dan aku mulai kehidupan ku yang baru. Kau baru datang, padahal aku sudah menunggunya bertahun-tahun untuk mendengar Ayah memanggilku Puteriku. Tetapi sampai saat itu Ayah tidak ingin mengatakannya. Ayah tahu bahwa aku mendekati Pangeran Mahkota supaya, ayah merasa bangga jika Pangeran Mahkota menyukaiku dan membuat ku menjadi Puteri Mahkota. Pasti..." ucap Aliesa yang menghentikan bicaranya untuk mengambil nafas nya yang terasa tersengal-sengal.
__ADS_1
" Pastinya keluarga kita akan di hormati. Tapi itu semua berubah setelah kau mengusirku dan menghina anakku sebagai iblis. Aku tidak tahu dimana kesalahan ku sampai dengan teganya kau menghinaku sebagai pelacur. Jika sekarang kau ingin mendapatkan maaf ku lebih baik." ucap Aliesa sambil membalikan badannya membelakangi Duke Christopher.
" Jangan pernah temui aku lagi, anggap saja aku sudah mati sejak dimana ibuku di kuburkan, kau sekarang hanya mempunyai Puteri satu yaitu Annika seorang." ucap Aliesa yang langsung keluar dari ruangan Viscount Lincoln.
Meninggalkan Duke Christopher yang tercengang mendengar seluruh isi hati dari Aliesa. Apa dirinya sudah tidak punya kesempatan untuk mendapatkan maaf dari anaknya.
Apa dia sudah tidak punya kesempatan untuk melihat Puterinya tinggal bersamanya. Memikirkan itu membuat Duke Christopher menundukkan kepalanya sedih menyesali perbuatannya bertahun-tahun yang lalu.
Sedangkan Pangeran kedua Lois hanya meliriknya dengan datar seolah tidak memiliki perasaan iba kepada Duke tua itu. Menurutnya itu adalah hukuman yang pantas seseorang membuang Puterinya hanya karena sebuah kesalahpahaman.
Viscount Lincoln yang melihatnya hanya menghela nafasnya. Ia berdiri dari kursinya berjalan mendekati Duke Christopher dan menepuk bahunya dengan pelan.
__ADS_1
Membuat Duke Christopher mengalihkan pandangannya.
" Saya yakin suatu hari nanti Aliesa akan memaafkan mu. Jadi kau harus berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan maaf darinya. Jangan sampai kau mendapatkan penyesalan seperti apa yang aku alami." ucap Viscount Lincoln yang memberikan nasihat nya kepada Duke Christopher.
Duke Christopher mendengarnya menggangguk kepalanya menyetujui nasihat Viscount Lincoln yang sudah ia anggap seperti Ayah nya sendiri.
Bertapa ingatnya Duke Christopher melihat saat itu Viscount Lincoln meninttikan air mata nya melihat Puterinya Selir Aurora terbaring damai di peti mati. Ia bisa merasakan bertapa sedihnya Viscount Lincoln yang harus kehilangan anak tunggalnya akibat di racun oleh seseorang.
Apalagi Kaisar Wiliams yang merupakan teman masa kecilnya sama sekali tidak membantu untuk mencari pelaku pembunuhan terhadap Selir Aurora.
Hal itu memuncutkan tekatnya untuk mendapatkan maaf dari Aliesa. Ia tidak ingin mendapatkan nasib seperti Viscount Lincoln.
__ADS_1
' Ayah akan berusaha untuk mendapatkan maaf darimu. Walaupun dengan harus mengorbankan nyawa sekalipun." batin Duke Christopher penuh tekat.
Countine...