Become A Mother

Become A Mother
Pengamatan


__ADS_3

" Apa maksudmu seharusnya ini memang pekerjaan kamu sebagai Pangeran Mahkota pengganti aku sebagai Kaisar masa depan, dan jangan limpahkan tugas ini kepada adikmu. jika kamu melakukannya aku tidak akan segan-segan mencopot jabatan kamu sebagai Pangeran Mahkota dan memindahkannya ke Pangeran kedua." ancam Kaisar Wiliams kepada Pangeran Mahkota Alarick.


Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya tentu saja marah. Ia mengepalkan tangannya tidak rela tahta nya yang selama ini dirinya pertahankan di ganti oleh Pangeran kedua anak Selir rendahan.


" ANDA TIDAK BISA MELAKUKAN INI KEPADAKU AYAH. AKU TIDAK AKAN RELA BAHWA TAHTA INI DI GANTIKAN OLEH ANAK SELIR RENDAHAN ITU." ucap Pangeran Mahkota Alarick sambil berteriak keras.


Kaisar Wiliams langsung berdiri dari kursinya ia menatap Pangeran Mahkota Alarick dengan tajam. Sebab dirinya tidak rela bahwa anak dan wanita dicintai di hina oleh puteranya sendiri. Kaisar Wiliams memukul meja kerjanya dengan keras.


Brak....


Membuat Pangeran Mahkota Alarick yang melihatnya terkejut sekaligus takut melihat tatapan menyeramkan dari Kaisar Wiliams.

__ADS_1


" ALARICK JANGAN SEKALI-KALI KAMU MENGHINA SELIR KU. AKU SUDAH CUKUP BERSABAR MENGHADAPI KAMU DAN IBU MU YANG LICIK. SEKALI LAGI JIKA AKU MENDENGAR NYA. AKU TIDAK AKAN SEGAN-SEGAN AKAN MENGIRIMMU KE DAERAH UTARA. INGAT ITU. SEKARANG KAMU PERGI DARI RUANGAN KU JANGAN BERKUNJUNG KE SINI SAMPAI TUGASMU SELESAI." ucap Kaisar Wiliams yang berteriak dengan satu tarikan nafas.


Pangeran Mahkota Alarick langsung berlari keluar dari ruang kerja Kaisar. Dirinya tidak mau di suruh mengurus daerah utara yang di kenal bersalju.


Setelah melihat kepergian Pangeran Mahkota Alarick. Kaisar Wiliams masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal akibat emosinya tadi sambil duduk kembali dari kursinya. Terkadang Kaisar Wiliams tidak yakin ingin menyerahkan tahta nya kepada Pangeran Mahkota. Mengingat dia sudah melakukan banyak kesalahan salah satunya menikahi anak angkat Duke Christopher. Ia bisa melihat di balik wajah polos isteri Puteranya terdapat kelicikan di dalamnya.


Kaisar Wiliams tidak habis pikir mengapa Duke Christopher mengangkat anak yang tidak tahu asal-usul nya untuk di jadikan seorang Lady dan membuang anak kandungnya sendiri. Tapi dia tidak mau berurusan dengan itu lagipula dirinya juga bukan ayah yang baik terhadap anak-anaknya.


Lois tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya ketika melihat kedua orang yang sangat berarti baginya makan siang bersamanya sebagai dirinya sendiri tanpa penyamarannya. Tidak seperti makan di istana yang setiap harinya sukses membuatnya marah dengar omongan hina dari Ratu atau Pangeran Mahkota.


Lois sibuk mendengar celotehan Flora mengenai dia yang tinggal di desa dan Boneka yang diberikan oleh Aliesa. Lois mendengarnya sambil melirik Aliesa yang sedari tadi diam saja.

__ADS_1


Aliesa menyadari bahwa Lois meliriknya membuat nya merasa tidak nyaman. Apalagi sikapnya yang tidak sopan di hutan beberapa bulan lalu. Aliesa langsung melihat Flora yang tampaknya sudah selesai menghabiskan makanannya. Bahkan sepertinya Puteri nya sudah mulai mengantuk bisa dilihat dari matanya yang sayu.


" Flora sekarang naiklah ke atas dan tidur siang tapi sebelum itu kita harus..." ucap Aliesa.


" Hoam... sikap gigi dulu." ucap Flora sambil menguap lebar.


Lois yang melihatnya terkekeh pelan sebelum menggendong Flora lagi. Flora yang merasakannya langsung menyandarkan kepalanya di bahunya.


" Aku akan mengantarkan nya ke kamar setelah itu kita bisa....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2