
Tidak mungkin itu makhluk kegelapan." ucap Alarick melihat seorang berjubah dengan mata merahnya.
Lois juga tidak kalah terkejutnya mengingat hanya seseorang memiliki sihir yang besar bisa memanggil makhluk tersebut dan membuat kontrak dengan mereka. Mustahil terkadang banyak orang yang mencoba berakhir dengan kegagalan yaitu kehilangan sihirnya atau mati.
" Bagaimana kau bisa memanggil makhluk itu Annika. Itu mustahil." gumam Madeleine dengan tatapan tidak percaya.
Annika yang mendengar gumaman Puteri Madeleine hanya tersenyum dengan mata nya berwarna merah ruby.
Aliesa yang melihatnya terkejut perubahan mata Annika mirip dengan Lois tapi bedanya tubuh nya seperti di kendalikan oleh sesuatu.
" Apa dia di kendalikan oleh batu itu Lois?" tanya Aliesa kepada Lois.
__ADS_1
Lois memperhatikan penampilan Annika dengan teliti sampai dirinya tersentak.
" Benar jiwanya sudah di ambil oleh batu itu kita harus membunuhnya. Jika dia tidak ingin membuat masalah lebih besar lagi." ucap Lois sambil melirik ke arah Kaisar Alarick sama sekali tidak mempedulikan Annika.
Sepertinya Lois sudah lupa bahwa Kaisar Alarick bukan orang yang seperti dulu lagi yang mementingkan kehidupan pribadi.
" Annika saya sama sekali tidak menduga keserakahan mu membuat hidup mu cukup jauh atau kau selama ini hanya menginginkan tahta ku daripada mencintaiku dengan tulus?" tanya Lois yang sebenarnya tidak perduli dengan perasaan Annika kepadanya.
Sebab selama di sini dirinya tidak akan pernah mencintai wanita seperti itu untuk kedua kalinya. Tapi dirinya hanya penasaran perasaan Annika tulus atau tidak untuk mendiang jiwa yang saat ini tubuhnya dirinya gunakan.
" Hahahaha....iya dulu aku sempat mencintaimu sampai aku menyadari bahwa kau suami yang tidak berguna. Bahkan kau sama sekali tidak bisa mengambil hati Kaisar Wiliams untuk menyakinkan dirinya menjadikan ku Kaisar dan aku ratu nya. Tapi setelah kau berubah dalam beberapa bulan ini kau telah membuktikan bahwa kau bisa menjadi Kaisar. Sayangnya kau membuang ku padahal aku membantumu untuk menyingkirkan kedua saudara mu." ucap Annika sambil menunjuk ke arah Lois dan Puteri Madeleine secara bergantian.
__ADS_1
" Untuk di lenyapkan dari kekaisaran bahkan dunia ini. Tapi sayangnya kau sekarang hanya orang bodoh yang melindungi kedua saudara mu. Satu lagi." ucap Annika yang menggantung ucapannya matanya mengarah Aliesa dan Flora dengan tatapan benci.
" Dan aku sudah berusaha untuk melenyapkan mu Aliesa dari kekaisaran ini menjebak kau bermalam dengan orang bayaran ku. Tapi rencana ku gagal karena kau menghabiskan malam dengan Pangeran kedua dan memiliki anak bersamanya. Hatiku sakit karena sebab selama ini aku belum bisa menjadi seorang ibu." ucap Annika sambil menampilkan raut wajah sedihnya.
Membuat mereka semua yang melihatnya merasa jijik karena tahu bahwa Annika hanya berpura-pura saja. Terutama Kaisar Alarick yang merinding membayangkan memiliki seorang anak dengan wanita iblis itu.
Aliesa yang mendengarnya hanya menyipitkan matanya sebelum tersenyum manis.
" Kalau begitu aku mengucapkan terima kasih kepadamu Annika. Karena setidaknya satu rencana mu membuat ku mengerti apa artinya memiliki sebuah keluarga dan aku mendapatkan sebuah cinta yang suci oleh pria seperti Lois. Aku bahagia karena bisa memiliki nya." ucap Aliesa sambil tersenyum menghadap Lois sebelum melirik ke arah Flora yang hanya diam.
Annika yang mendengar pengakuan Aliesa cemberut sebelum mata nya kembali ke arah Flora seolah mendapatkan sebuah rencana dia tersenyum miring.
__ADS_1
" Baiklah aku terima ucapan terima kasih mu tapi sebelum itu aku akan mem....
Countine...