
Lois sempat terkejut mendengar bahwa Kaisar menawarkan hal itu kepadanya. Tapi ia bisa menyembunyikan ekspresi nya tetap biasa saja.
" Saya belum mau mengambilnya jika ini masalah Viscount. Saya sendiri yang akan datang kepadanya." ucap Lois kepada Kaisar Wiliams.
Kaisar Wiliams yang mendengar jawaban tegas dari Puteranya menghela nafasnya. Dirinya tidak bisa memaksa Lois untuk mengambilnya karena sejak awal ia hanya bisa menunggu sampai sang pemilik itu siap.
" Baiklah Ayahanda akan memberitahu Kakekku bahwa kau belum siap untuk menggantikan posisinya. Tapi Ayahanda cukup senang karena sepertinya kau ingin mengatakannya secara langsung kepada beliau. Ayahanda hanya bilang secepatnya ambil posisinya sebab Kakek mu sudah tua untuk mengambil alih tugas istana." ucap Kaisar Wiliams.
" Itu akan saya pikirkan nanti, Yang Mulia. Saya permisi dulu semoga hari anda menyenangkan." ucap Lois sambil membungkuk hormat sebelum melangkah keluar dari ruang kerja Kaisar.
Kaisar Wiliams sekali lagi menghela nafasnya menghadapi sikap dingin Puteranya sambil tangannya membuka sebuah laci yang memperlihatkan sebuah lukisan kecil wanita bergaun putih cantik dengan senyumannya yang menenangkan. Ia mengelus lukisan tersebut dengan sorotan mata rindu.
" Aku merindukanmu sayang." gumam Kaisar Wiliams.
...****************...
Ketika Lois keluar dari ruang kerja Kaisar ia tiba-tiba saja di halangi oleh Pangeran Mahkota Alarick Wiliams Grisam.
" Buat apa anda berdiri menghalangi jalan saya, Pangeran?" tanya Lois dengan ekspresi datar.
__ADS_1
Tanpa mempedulikan kesopanannya kepada Pangeran satu Ayah dengannya.
" Itu penting karena kau telah membuat semua rakyat lebih mendukungmu sebagai Kaisar daripada aku. Jadi seharusnya kau terima saja permintaan Ayahanda untuk menjadi Viscount rendahan seperti ibumu haha..." ucap Alarick yang menghina Lois.
Lois mengepalkan tangannya untuk berusaha memendam emosinya dia tahu Pangeran di depannya ingin membuatnya marah dan memukulnya. Supaya reputasinya hancur sebagai Pangeran kedua.
" Cih....aku sama sekali tidak peduli dengan tahta busuk mu itu. Tapi sepertinya seru juga jika aku mengambilnya secara paksa benarkan Kakak." ucap Lois yang memberikan tatapan sinis nya.
Membuat Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya langsung marah dan mencengkram kerah kemeja yang di gunakan Lois.
" Kau.." ucap Alarick yang ingin melayangkan pukulannya sebelum di tahan oleh seseorang.
Sontak saja mendengar ucapan Juan Pangeran Mahkota Alarick langsung melepaskan tangannya dari kerah Lois dan mendorong tubuh nya dengan kasar.
" Ingat ini suatu hari nanti aku akan membalas penghinaan yang telah kau perbuat kepadaku." ucap Alarick yang mengancam Lois.
Setelah itu dia pergi sambil memberikan tatapan sinis nya kepada Lois dan Juan. Juan menghela nafasnya menghadapi sikap tempramental Pangeran Mahkota.
" Apa anda baik-baik saja Pangeran kedua?" tanya Juan.
__ADS_1
Lois yang sedang membersihkan debu bajunya dengan tangannya menatap dingin Juan.
" Saya baik dan lain kali kau bilang kepada Kaisar untuk memberikan guru tata krama kepada Pangeran Mahkota dia butuh sekali hal itu." ucap Lois sebelum berjalan pergi.
" Hah sepertinya suatu hari nanti akan peperangan besar antara Pangeran Mahkota dan Pangeran kedua." gumam Juan sebelum masuk ke dalam ruang kerja Kaisar.
.
.
.
.
.
" Awas saja kau Lois, aku akan menghancurkan mu...
Countine....
__ADS_1