
Aliesa memilin jari nya gugup meskipun dirinya sudah pernah masuk ke dalam istana. Tetapi mengingat bawa kali ini ia harus mendatangi sebuah pesta yang pastinya banyak orang. Terkadang Aliesa sedikit tidak siap mengingat reputasinya yang buruk dan sekarang dia harus menampakkan wajahnya di depan pria yang dulu di sukai oleh pemilik tubuh ini.
Tiba-tiba saja ada sebuah lengan yang memeluk pinggangnya dengan erat dan menempelkan ke sebuah dada bidang yang hangat.
" Tenang saja aku akan berada di sisimu dan jangan pedulikan orang lain." ucap Lois yang mengelus rambut Aliesa lembut.
Aliesa yang mendengarnya merasa hatinya berbunga-bunga dan dengan malu ia menggangguk kepalanya entah mengapa setiap berdekatan dengan Lois. Ia merasakan jantungnya berdetak tidak terkontrol, wajahnya sering memerah. Dirinya pernah merasakan perasaan ini tetap saja ia terlalu takut untuk mendapatkan sebuah harapan yang terkesan semu.
Sampai di depan istana Lois membantunya untuk turun. Aliesa melihat istana yang kali ini terasa berwarna mungkin karena ada pesta.
Melihat keresahan Aliesa, Lois menggenggam tangan Aliesa dan memberikan kecupan ringan di bibirnya.
" Siap." ucap Lois yang tersenyum tipis memandang wajah cantik isterinya.
__ADS_1
Aliesa menghela nafasnya sebelum memandang Lois dengan senyumannya tulus.
" Terima kasih atas semuanya Lois, aku bahagia. Ayo kita ke sana." ucap Aliesa yang menyeret pelan Lois untuk masuk ke dalam ruangan.
Prajurit yang sedari tadi melihatnya dibuat terkejut karena baru pertama kalinya selama dirinya bekerja di istana melihat raut wajah senang dari Pangeran kedua Lois. Sebab biasanya Pangeran kedua selalu menampilkan raut wajah dinginnya dan tatapan mengintimidasinya membuat semua orang yang melihatnya ketakutan.
Memang sampai sekarang tidak ada satupun pernyataan resmi keluarnya dari Kaisar mengenai terkait nya Pangeran kedua Lois keluar dari anggota kekaisaran. Kemudian para prajurit berteriak memanggil nama mereka.
" PANGERAN KEDUA LOIS JACXUEL GRISAM DAN LADY ALIESA ALEXANDERA GRISAM MASUK KE DALAM RUANGAN."
Aliesa yang melihatnya memutar bola matanya dan mencubit pelan pinggang Lois.
" Jangan bikin dia ketakutan biarkan mereka memanggilmu seperti sekarang. Mungkin Kaisar belum membuat pengumuman nya." ucap Aliesa yang menenangkan Lois karena dirinya merasa sedikit iba melihat wajah pucat prajurit itu.
__ADS_1
Lois menghela nafasnya mendengar suara lembut Aliesa yang tidak bisa membuatnya marah kepadanya. Mungkin karena perasaannya yang sudah tumbuh di hatinya untuk wanita yang merupakan ibu dari anaknya.
" Baiklah jika itu keinginan mu sayang. Mari kita masuk dan biarkan dia berdiri di sana sekarang dia harus melaksanakan tugasnya berteriak seperti terompet berisik." ucap Lois yang membuat menohok hati prajurit itu.
Setelah itu Lois dan Aliesa masuk ke dalam ruangan. Banyak para bangsawan yang memusatkan pandangannya ke arah mereka.
Aliesa sedikit merasa tidak nyaman dan tanpa sadar menyembunyikan tubuhnya di belakang Lois. Lois yang melihatnya hanya tersenyum di hadapan Aliesa sebelum memandang dingin para bangsawan yang berani memandang isterinya.
Para bangsawan yang melihat tatapan tersebut langsung mengalihkan pandangannya karena mereka tahu jangan sampai membuat iblis perang itu memengal kepala mereka.
Aliesa yang melihat nya bisa bernafas lega sebelum pandangannya tertuju ke seorang pria tampan yang memiliki wajah mirip seperti Lois.
Tetapi mengapa perasaannya tidak enak apa yang sebenarnya terjadi kepadanya.
__ADS_1
Countine...