Become A Mother

Become A Mother
Kunjungan Pangeran Mahkota Ke Kediaman Duke


__ADS_3

" Sa...ya mengerti Alarick." ucap Annika sambil menundukkan kepalanya dengan badan gemetar.


Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya tersenyum puas.


" Ingat sekali lagi saya tidak suka ada yang memanggil nama ku tanpa izin." ucap Alarick yang berjalan melewati Puteri Mahkota Annika.


Puteri Mahkota Annika yang melihat Pangeran Mahkota Alarick dari jauh hanya bisa mengepalkan tangannya dengan wajah memerah.


" Sial...mengapa semakin kacau saja. Bahkan sekarang Pangeran Mahkota sudah tidak bisa aku kendalikan." ucap Puteri Mahkota Annika dengan gigi gemelatuk.


...****************...


Lois yang saat ini sedang menemani Flora bermain boneka di ranjangnya. Karena mengingat kondisi Flora belum pulih membuatnya dilarang untuk meninggalkan kamarnya.


Apalagi saat ini Aliesa harus memeriksa kondisi tokonya. Jadinya Lois dengan bersedia menemani Flora.


" Papa, apa sekarang Flora boleh keluar?" tanya Flora sambil memandang jendela yang memperlihatkan cuaca yang sedang cerah. Membuat Flora ingin sekali bermain di taman bersama boneka-boneka nya.


Lois mendengarnya langsung menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Tidak, Flora kau harus sembuh terlebih dahulu. Setelah itu Papa akan mengajak Flora liburan." ucap Lois.


Wajah Flora seketika murung karena dirinya tidak bisa bermain keluar. Tapi setidaknya papa nya akan mengajaknya liburan.


" Papa janji." ucap Flora sambil menyodorkan jari kelingking nya.


Lois membalasnya dengan mengaitkan jari kelingking nya bertanda bahwa dirinya sudah berjanji. Flora langsung tersenyum senang.


Tok...Tok...


" Tuan, anda mendapatkan kunjungan dari Pangeran Mahkota." ucap Margot dari balik pintu. Sebab saat ini semua pelayan dilarang untuk memasuki kamar Flora mengingat takutnya ada penyusup kecuali keluarganya sendiri.


Lois yang mendengarnya mengangkat sebelah alisnya sebelum kemudian berdiri berjalan menuju ke pintu.


" Buat apa Pangeran Mahkota berkunjung?" tanya Lois kepada Margot.


Margot hanya menjawab dengan gelengan kepalanya memberi isyarat bahwa dia tidak tahu sama sekali.


Melihat gelengan dari Margot langsung membuat Lois berpikir.

__ADS_1


" Buat apa Alarick ke sini bukannya seharusnya dia memikirkan masalah tentang Ratu. Apa pesan itu gagal." batin Lois.


" Baiklah, kalau begitu siapkan perjamuan untuk Pangeran Mahkota saya akan bersiap-siap menyambut nya." ucap Lois dengan berat hati. Jika saja sekarang dirinya bukan seorang Duke tidak perlu repot-repot untuk menyiapkan perjamuan Pangeran Mahkota. Tapi demi reputasi keluarga Christopher makanya Lois yang akan melakukan sesuatu yang merepotkan.


" Saya akan menyiapkan nya Duke." ucap Margot sambil membungkuk sedikit badannya.


Setelah itu Lois langsung bersiap-siap Flora yang melihatnya ingin ikut. Lois yang ingin melarang tidak jadi ketika melihat Flora sudah hampir menangis dengan terpaksa Lois mengijinkan Puterinya ikut. Lagipula mereka cuma pergi ke taman jadi tidak akan ada sesuatu yang membahayakan nyawa Puterinya.


Selesai memakai Flora gaun Lois langsung menggendong nya sambil berjalan menuju ke taman. Flora yang merasa nyaman berada di pelukan Lois langsung menggelamkan wajahnya di lekukan lehernya.


Lois yang melihatnya hanya tersenyum sambil mengelus rambut Flora dengan lembut. Sampai di taman Pangeran Mahkota Alarick sudah duduk rapi di sebuah rumah kaca yang tidak jauh dari taman.


" Salam Pangeran Mahkota." ucap Lois sambil memberikan sedikit hormat.


Flora yang melihat apa yang dilakukan Papa nya langsung mengikutinya.


" Salam Pangeran Mahkota." ucap Flora dengan suara menggemaskan.


Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya hanya mampu tersenyum miris mengingat anak yang di gendong Adiknya. Andai saja dia tidak membuat Shilla terluka.

__ADS_1


Pastinya hidup mereka sudah bahagia bersama anak-anak dan dirinya tidak akan dikirim ke sini.


Countine...


__ADS_2