Become A Mother

Become A Mother
Persidangan


__ADS_3

Sampai akhirnya pintu aula terbuka dan bertapa terkejutnya mereka ketika melihat Annika yang sebelumnya selalu berpenampilan mewah dan anggun berubah yang sekarang mengenakan gaun putih kotor dan rambutnya yang selalu rapi berantakan menutupi seluruh wajahnya.


Apalagi yang membuat orang-orang semakin terkejut adalah tangan dan kakinya di pasang rantai seperti seorang tahanan.


Apa yang sebenarnya terjadi....


Puteri Mahkota seorang tahanan wah...ini akan menjadi berita hangat di kota...


Apa yang membuat Pangeran Mahkota sampai memenjarakan Puteri Mahkota...


Saya dengar bahwa Puteri Mahkota akan segera berpisah dengan Pangeran Mahkota...


Annika yang mendengarnya hanya menundukkan kepalanya sambil dalam hatinya menyimpan seribu umpatan bagi siapa saja yang berani menghinanya.

__ADS_1


" Sial, aku yakin setelah ini akan kembali ke istana dan aku pastikan siapa saja yang menghina ku akan mendapatkan balasannya hahaha..." batin Annika sambil tersenyum licik.


Pangeran Mahkota Alarick yang melihat senyuman Annika hanya menggeleng kepalanya. Sebelum kemudian berdiri dari kursi tahta nya sebagai Pangeran Mahkota. Karena mengingat saat ini kondisi Kaisar sedikit kurang sehat setelah mengetahui siapa dalang kematian Selir kesayangannya.


" SELAMAT SIANG PARA RAKYAT KU, HARI INI SAYA YANG AKAN MEMIMPIN SIDANG ATAS TUDUHAN PERCOBAAN PEMBUNUHAN TERHADAP PUTERI MADELEINE."ucap Alarick sambil melirik ke arah Hakim untuk memulai proses nya.


Setelah persidangan berjalan dengan alot karena banyak sekali orang yang memberikan sanksi bahwa Annika tidak bersalah dan rata-rata semua orang itu adalah pelayannya.


Salah satu pelayan yang merupakan pelayan pribadi Annika salah satu orang yang memberikan sanksi.


Hakim itu menyimak dengan baik sambil melirik ke arah Pangeran Mahkota Alarick yang dengan tenangnya duduk di kursi tahta nya. Melihat bahwa beliau hanya diam saja ketika Hakim ingin memberikan keputusan tiba-tiba saja Pangeran Mahkota Alarick mengangkat tangannya ke atas menyuruh nya untuk berhenti.


Hakim tersebut langsung berhenti karena tidak ingin membuat Pangeran Mahkota Alarick marah.

__ADS_1


" Jadi kapan dan pukul berapa Puteri Mahkota kembali dari acara minum teh nya di rumah Lady Clara." ucap Alarick sambil bersmirk.


Tidak lama setelah mengatakan itu pintu aula terbuka lagi menghadirkan seorang wanita memiliki rambut pirang dan mata hijau berjalan dengan anggun masuk ke aula persidangan gaunnya yang berwarna hijau seperti warna matanya menyapu pelan di lantai.


" Salam Pangeran Mahkota saya senang telah mengundang saya untuk persidangan kali ini." ucap Clara sambil membungkuk hormat.


Pangeran Mahkota Alarick menggangguk kepalanya menyuruh Lady itu untuk berbicara.


" Baiklah setelah acara minum teh itu saya pernah melihat Puteri Mahkota Annika menemui seseorang yang berpakaian gelap dan tertutup. Saya mendengar soal pembunuhan tapi saya tidak terlalu mendengarnya karena jarak nya sedikit jauh dan orang yang di incar Puteri Mahkota Annika berinisial M." ucap Clara yang memberikan sanksi.


Annika yang awalnya merasa wajahnya pucat menjadi tenang mendengar penjelasan Lady Clara.


" Anda merasa tidak yakin mengapa jika orang yang merencanakan pembunuhan Puteri Madeleine adalah saya." ucap Annika sambil tersenyum angkuh.

__ADS_1


Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya bersmirk.


Countine...


__ADS_2