Become A Mother

Become A Mother
Perasaan Kaisar


__ADS_3

Lois yang melihat Puteri Madeleine menangis hanya menepuk punggungnya dengan pelan.


" Tenanglah, aku yakin bahwa sekarang mendiang Ratu sudah tenang di sana. Jadi sekarang jangan menangis lagi." ucap Lois yang memberikan nasihat nya.


Meskipun Lois membenci mendiang Ratu Rieta yang telah membunuh ibunya. Tetapi dirinya tidak bisa membenci Puteri Madeleine yang merupakan teman sekaligus saudara satu-satunya.


Mendengar itu Puteri Madeleine semakin menggelamkan wajahnya di dada bidang Lois sampai membuat jas hitam yang di kenakan nya basah. Biarkan Puteri Madeleine mengeluarkan rasa dukanya. Sampai tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik bawah gaunnya. Membuat nya melepaskan pelukan Lois.


Ternyata Flora yang sedang melihat bibi nya menangis.


" Bibi kenapa menangis, apa papa yang membuat menangis bibi?" tanya Flora yang melotot menuduh papanya yang membuat bibi Madeleine nya menangis.


Puteri Madeleine langsung menghentikan tangisannya melihat tingkah lucu dari Flora keponakannya yang baru kedua kali nya bertemu. Kemudian Puteri Madeleine langsung menurunkan tubuhnya menyamakan tingginya dengan Flora untuk mengusap rambutnya.

__ADS_1


" Bukan Papa yang melakukannya melainkan papa yang telah memenangkan bibi." jawab Puteri Madeleine.


" Tapi mengapa bibi menangis dan mengapa semua orang pada mengenakan baju warna hitam?" tanya Flora dengan wajah bingung melihat banyak orang berpakaian hitam dan memperhatikannya.


Puteri Madeleine tidak menjawab melainkan melirik Lois yang berdiri di belakangnya. Sedangkan Lois yang mengerti sorot mata Puteri Madeleine langsung menggendong Flora dengan satu tangannya.


" Semua orang mengenakan pakaian warna hitam karena sedang berduka atas kepergian Ratu." ucap Lois yang memberikan jawaban yang dapat mudah di tangkap oleh Flora.


" Kalau Papa adalah pangeran berarti Ratu adalah ibu papa sekaligus nenek Flora." ucap Flora yang berpikir Ratu Rieta adalah nenek nya.


Sontak Lois langsung menggelengkan kepalanya membantah ucapan Flora.


" Tidak Ratu bukan ibu papa melainkan dia hanya seorang pendamping Kaisar, dan nenek sudah lama meninggal sejak papa masih kecil. Sekarang Flora mengerti bukan." ucap Lois yang berusaha memberikan jawabannya dengan sabar. Karena jika menyangkut tentang kedua orang itu Lois merasa kesal.

__ADS_1


Aliesa yang memperhatikannya tidak jauh dari mereka hanya tersenyum.


" Aku senang melihat kalian bahagia." ucap Puteri Madeleine sambil tersenyum melihat Lois yang sudah berubah banyak terlihat hidup.


" Aku sudah lama tidak melihat kakak ku sebahagia ini, aku harap kalian bisa menjaga perasaan kalian selamanya. Tidak seperti Kaisar yang terlihat bingung dengan perasaannya sendiri. Kalau begitu saya permisi dulu Duchess." ucap Puteri Madeleine sedikit menundukkan kepalanya sebelum pergi.


Sedangkan Aliesa melihat Puteri Madeleine yang sudah berjalan menuju tempat Kaisar. Entah kenapa mendengar ucapannya membuat Aliesa terlihat membenarkan karena bisa di lihat bahwa Kaisar sepertinya sudah mulai mencintai mendiang Ratu meskipun dia sendiri belum mau mengakuinya.


" Aliesa lebih baik kita cari tempat duduk karena sebentar lagi akan ada beberapa orang dari kuil akan datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ratu." ucap Lois yang mengajak Aliesa untuk duduk.


" Baiklah Lois, dan aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu apa benar bahwa Kaisar sudah mulai menyukai Ratu?" tanya Aliesa dengan pelan karena tidak ingin menarik perhatian.


Lois yang mendengarnya hanya diam sebelum kemudian...

__ADS_1


Countine...


__ADS_2