
Kaisar Wiliams mengurung dirinya di ruang kerja setelah melihat Ratu Rieta pergi dari balik jendela. Sampai sekarang Kaisar Wiliams tidak menyangka bahwa seseorang yang telah mendampinginya selama bertahun-tahun tega melakukan hal seperti itu kepada anak kecil.
Meskipun Kaisar Wiliams sedikit tidak menyukai Aliesa dan Flora yang membuat Lois anaknya mengambil keputusan untuk meninggalkan istana. Tetapi Kaisar Wiliams tidak ingin melakukan yang membuat Lois semakin membencinya.
" Hah...apa kesalahan ku Aurora sampai keluarga kita perlahan hancur. Apa ini balas mu karena aku sama sekali tidak tegas mengambil keputusan." ucap Kaisar Wiliams dengan nada frustasi.
Tok...Tok...
Ceklek....
" YANG MULIA. KERETA KUDA YANG MEMBAWA MANTAN RATU DI SERANG BELIAU DI NYATAKAN TEWAS TERBUNUH." ucap salah satu ksatria dengan berteriak.
Jantung Kaisar Wiliams terasa berhenti mendengar kematian isterinya. Ia pun langsung berdiri dari kursinya.
" Kau tidak sedang bercanda bukan?" tanya Kaisar Wiliams dengan nada tidak percaya berharap yang di dengarnya bukan benaran.
__ADS_1
Sayangnya ksatria itu menggelengkan kepalanya seolah mengatakan berita itu benar. Tubuh Kaisar Wiliams seketika lemas karena untuk kedua kalinya dia kehilangan seorang wanita yang mendampinginya. Meskipun dia sama sekali tidak mencintai Rieta tapi dalam lubuk hatinya ada sedikit perasaan nyaman sebagai seorang kakak kepada adiknya.
" Siapkan permakanan untuk menghormati Lady Rieta meskipun gelarnya sudah di cabut. Tapi kita tidak bisa menghilangkan semua jasanya kepada kekaisaran." ucap Kaisar Wiliams dengan tegas dan sorot mata yang sendu.
" Baiklah, Yang Mulia." ucap Ksatria yang langsung pergi untuk mempersiapkan acara besok.
...****************...
Keesokan harinya seluruh kekaisaran dibuat gempar mendengar kematian Mantan Ratu yang tewas dengan tragis di saat beliau baru mau di kirim ke tempat istana pembuangan.
Sedangkan di istana sendiri banyak orang di kalangan bangsawan yang menghadiri acara pemakaman mantan Ratu termasuk Lois yang sudah menjadi Duke bersama Aliesa dan Flora.
Tentu saja kedatangan mereka menjadi perbincangan para bangsawan setelah mendengar apa yang dilakukan Mantan Ratu kepada keluarga Duke Christopher.
Hei itu bukannya keluarga Duke Christopher yang baru...
__ADS_1
Mengapa mereka bisa di sini?
Hei lihatlah anak kecil itu menggemaskan, aku sampai tidak menyangka bahwa mendiang Ratu bisa sejahat itu kepada seorang anak yang manis.
Kau benar...
Lois yang mendengarnya hanya menampilkan ekspresi datar dengan Aliesa merangkulnya dan sebelahnya lagi Flora menggenggam tangannya. Mereka bertiga mengenakan pakaian serba hitam untuk menghormati mantan Ratu.
Lois melihat ke depan melihat ke arah sebuah peti putih dengan di atasnya terdapat foto Ratu Rieta yang sedang mengenakan mahkotanya. Seketika pikirannya mengingat dengan acara pemakaman ibunya yang hanya di hadiri oleh Lois, Viscount Lincoln, beserta pekerja di kastilnya. Tiba-tiba Lois mengepalkan tangannya mengingat saat itu Kaisar Wiliams sama sekali tidak menghadiri pemakaman ibunya beliau hanya melihatnya dari jauh.
Lois melirik Madeleine dan memutuskan untuk menghampirinya bersama Aliesa dan Flora.
" Madeleine." ucap Lois memanggil Madeleine yang baru saja sampai di istana.
Puteri Madeleine yang melihat kehadiran Lois langsung memeluknya sambil menangis. Karena untuk kedua kalinya ia kehilangan sesosok ibunya.
__ADS_1
Countine...