Become A Mother

Become A Mother
Satu Pelaku Yang Sama


__ADS_3

Setelah memeriksa orang berjubah itu Pangeran kedua Lois langsung menghampiri Aliesa yang tampak berdiri tenang untuk mengecek keadaan nya.


" Apa kau baik-baik saja?" tanya Lois sambil mengambil kedua telapak tangan Aliesa dan mengelusnya. Sambil matanya memeriksa tubuh Aliesa jika saja kalau ada luka.


Aliesa yang di perhatikan seperti itu tampak gugup. Entah kenapa dirinya berusaha untuk menutupi sifatnya.


" Aku baik-baik saja, Jadi siapa orang itu? Apa mereka yang sudah aku perkirakan sebelumnya?" tanya Aliesa sambil menatap serius Pangeran kedua Lois yang hanya melihatnya datar.


Pangeran kedua Lois yang mendengarnya menghela nafasnya sebelum membalikan badannya.


" Bawa dia ke ruang bawah tanah kita harus mengintrogasi nya. Jangan sampai dia mati." ucap Lois memerintahkan kedua pengawal yang tadi ikut bersamanya.


"Baik, Yang Mulia." ucap serentak sebelum kedua pengawal tersebut membawa tubuh orang berjubah itu keluar dari kamar Aliesa.


Setelah suasana menjadi hening tidak satupun di antara Pangeran kedua Lois dan Aliesa yang berbicara.


" Jadi." ucap Aliesa yang memecahkan keheningan sambil melihat Pangeran kedua Lois dengan pandangan menuntut jawaban yang sedari tadi dirinya tunggu.

__ADS_1


" Memang perkiraan mu tidak salah Aliesa, Coba kau lihat pisau ini. Apa kau merasa familiar dengan bentuk ukiran di pegangan nya?" tanya Lois sambil menunjuk sebuah ukiran rumit kepada Aliesa.


Aliesa memperhatikan ukiran tersebut sampai ingatannya memunculkan pertama kali pertemuannya dengan Pangeran kedua Lois yang saat itu sedang di serang oleh sekumpulan orang.


" Jangan bilang orang yang tadi menyerang ku sama dengan orang yang menyerang mu waktu itu?" tanya Aliesa.


" Tentu saja, dan aku sudah pasti siapa orang itu. Mulai sekarang kau harus berhati-hati karena mereka sudah memulai pergerakan untuk membunuhmu atau Flora. Aku sudah menempatkan beberapa penjaga bayangan untuk melindungi kalian." ucap Lois tegas tanpa bantahan. Apalagi setelah melihat Aliesa yang ingin memprotesnya.


Aliesa yang ingin memprotes langsung memasang wajah cemberutnya mendengar ucapan bernada tegas ala Pangeran Lois.


Pangeran kedua Lois yang melihat ekspresi Aliesa menahan gemasnya dengan cara mengacak-acak rambutnya.


Aliesa wajahnya memerah mengingat bertapa gentleman nya Pangeran kedua Lois saat mengecup tangannya. Seumur hidup dirinya tidak pernah di perlakukan seperti itu. Membuat nya merasa malu.


" Tenang Aliesa, kau harus bersikap tenang jangan sampai kau jatuh ke dalam pesona nya." ucap Aliesa yang berusaha bersikap tenang.


Tetapi dirinya tidak bisa menghilangkan pikirannya tersebut. Jadi Aliesa memutuskan untuk menuju ranjang sambil menutupi wajahnya dengan selimut menahan rasa malunya.

__ADS_1


Aliesa tidak menyadari bahwa semua gerak-gerik nya dilihat oleh Pangeran kedua Lois yang ternyata sedang duduk di atas pohon.


" Ternyata dia bisa bersikap lucu juga." ucap Lois sebelum kembali menghilang dari pohon.


...****************...


Sedangkan di istana Ratu Rieta saat ini sedang khawatir bahwa orang suruhannya tidak gagal untuk menghabisi satu nyawa wanita pengganggu.


Ratu Rieta terus panik sebelum tibalah seseorang yang datang ke kamarnya.


" Bagaimana apa semuanya sesuai rencana?" tanya Ratu Rieta yang langsung menanyai intinya.


" Maaf, Yang Mulia Ratu. Kami gagal mengingat tadi Lady itu pintar bela diri dan Pangeran kedua yang datang. Jadi kami tidak sempat untuk membunuhnya. Bahkan salah satu di antara kami telah tertangkap." ucap orang itu sambil membungkuk badannya.


Ratu Rieta yang mendengarnya langsung mengepalkan tangannya dengan kuat. Hingga jarinya melukai tangan halusnya.


" Sialan, temukan caranya untuk membunuhnya aku tidak akan pernah membiarkan mereka hidup dan....

__ADS_1


mengambil semua kekuasaan yang selama ini aku dapatkan....


Countine...


__ADS_2