Become A Mother

Become A Mother
Ucapan Dan Balasan


__ADS_3

Akhirnya." ucap Lois sambil tersenyum miring membuat Ratu Rieta yang tadinya ingin melanjutkan perjalanan nya terhenti.


Ratu Rieta merasa aneh dengan sikap Lois yang biasa-biasa saja setelah mendengar semua ucapannya.


" Kenapa kau, Apa kau sudah gila?" tanya Ratu Rieta yang memasang wajah anehnya.


Lois yang mendengarnya segera berjalan mendekat dan membungkuk sedikit badannya menatap mata Ratu Rieta dengan dingin.


Membuat Ratu Rieta yang melihatnya merasa ketakutan menurutnya tatapan Lois lebih menyeramkan daripada Kaisar Wiliams.


" Hehehe...terima kasih atas pengakuan anda, Ratu, dan saya senang mendapatkan hadiah hari ini. Mungkin lain kali saya akan memberikan balasan nya." ucap Lois yang berbisik pelan sebelum berjalan keluar meninggalkan Ratu Rieta yang mematung.


Setelah pertemuannya dengan Ratu Rieta hari ini membuat Lois merasa perasaannya buruk, dan memutuskan untuk kembali ke kediaman Viscount menemui keluarganya. Masalah Kaisar Wiliams bisa ia tunda untuk sementara.


Sampai di depan pintu keluar istana sudah ada kudanya. Lois langsung menaiki kudanya dan memberikan isyarat untuk meninggalkan istana.

__ADS_1


Para pengawal tadi pun langsung menuruti perintah Lois dengan menjalankan kuda mereka keluar dari istana.


Sepertinya Lois tidak menyadari bahwa Kaisar Wiliams memperhatikannya sejak tadi dengan ekspresi sendu.


" Aurora, aku sudah benar-benar kehilangan putera kita. Bahkan istana ini bukan seperti rumah nya melainkan sebuah penjara. Maafkan aku Aurora telah gagal melindunginya." ucap Kaisar Wiliams sambil memejamkan matanya tanpa sadar juga ia meninttikan air mata.


...****************...


Sampai di kediaman Lois langsung masuk kedalam dan melihat Aliesa yang sudah berpakaian rapi. Aliesa yang menyadari kedatangan Lois langsung tersenyum membuat Lois yang melihatnya merasakan perasaan senang.


" Tidak ada, kamu mau pergi kemana?" tanya Lois yang penasaran melihat penampilan rapi Aliesa.


" Oh. aku harus ke kota untuk melihat perkembangan toko dan bisakah kau menjaga Flora sebentar sampai aku kembali." ucap Aliesa.


Lois yang mendengarnya menggelengkan kepalanya sambil merasa hangat melihat begitu perhatian nya Aliesa kepada Flora anak mereka.

__ADS_1


" Tidak, aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri ke kota. Aku akan ikut dan masalah Flora biarkan dia bersama Kakek. Aku yakin Kakek ingin sekali menghabiskan waktu bersama Flora, dan juga tidak baik membawa Flora bersama kita sekarang mengingat musuh akan terus menyerang." ucap Lois sambil memegang dagunya.


Aliesa yang mendengarnya juga mengerti mengingat sekarang Pangeran Mahkota sudah kembali. Di pastikan ada perebutan tahta secara tidak langsung melalui pendukung para bangsawan. Apalagi Ratu Rieta yang sangat obsesi menyuruh anaknya menjadi seorang Kaisar. Pastinya Ratu Rieta akan terus menyerang mereka bertiga.


" Apa tidak menjadi masalah bagimu. Bukannya kau baru saja kembali dari istana aku tidak ingin kamu kelelahan." ucap Aliesa sambil memalingkan wajahnya ke samping.


Lois yang tersenyum mengetahui Aliesa secara tidak langsung khawatir kepadanya. Kemudian dengan pelan ia menarik tangan Aliesa untuk mengikutinya menuju ke kudanya yang beluk di taruh di kandang.


" Bagaimana kalau kita naik kuda saja." usul Lois kepada Aliesa.


Aliesa melihat kuda Lois yang berwarna hitam hanya terdiam sebelum menggangguk kepalanya sudah lama sekali dirinya tidak menaiki kuda. Dengan dibantu oleh Lois menaiki kuda Aliesa wajahnya memerah ketika punggung belakang nya bersentuhan dengan dada bidang Lois.


" Hei...mengapa jantungku...


Countine...

__ADS_1


__ADS_2