Become A Mother

Become A Mother
Chapter 176


__ADS_3

" Anda, tidak bisa terus bersedih atas kematian Ibuku." ucap seseorang yang adalah Pangeran Mahkota Alarick yang menggelengkan kepalanya melihat Kaisar Wiliams terpuruk.


Kaisar Wiliams mengangkat kepalanya melihat Putera tertua nya mengunjungi nya tanpa di suruh.


" Hiks....aku orang yang bodoh..." ucap Kaisar Wiliams sedikit isakan yang sudah tidak bisa di tahan nya.


Pangeran Mahkota Alarick menggunakan sihirnya untuk membersihkan ruang kerja Kaisar Wiliams yang sudah hancur seperti kapal pecah. Setelah itu Pangeran Mahkota Alarick menerbangkan tubuh Kaisar Wiliams untuk di dudukan kursinya.


" Aku sama sekali tidak peduli apa yang kau sesalkan. Tapi yang satu kau tidak bisa ubah adalah kesalahan masa lalu sekeras apapun itu. Sekarang lebih baik perbaiki dirimu dan negara ini rakyat membutuhkan kaisar nya." ucap Alarick yang setelah itu meninggalkan ruang kerja Kaisar Wiliams.


Kaisar Wiliams yang mendengarnya terpaku diam.


...****************...


Sedangkan di sisi lain setelah memastikan Aliesa dan Flora tertidur. Lois keluar meninggalkan kamarnya berjalan menuju ke ruang bawah tanah yang gelap cuma hanya obor menerangi jalan bertangga ini.


Lois berjalan dengan ekspresi datar di wajahnya. Ia terus berjalan sampai dimana sebuah ruangan yang terkunci di ujung lorong.


Ceklek...

__ADS_1


Lois yang membuka pintunya dan melihat seorang pria paruh baya berdiri tegap.


" Apa anda sudah lama menunggu, Ayah." ucap Lois yang memanggil pria itu.


Pria paruh baya itu membalikan badannya yang terpampang wajah tampannya meskipun ada beberapa keriputan tidak menghilangkan ketampanannya.


" Tidak sama sekali malah aku sangat menikmatinya menantuku. Ini adalah balasan apa yang dia lakukan kepada keluarga ku." ucap nya yang adalah Aron Christopher.


Lois yang mendengarnya memasang ekspresi geli melihat kondisi wanita yang sangat di bencinya dalam keadaan tidak berdaya. Dengan gaunnya yang sudah sobek dan di penuhi darah dari luka tubuhnya, wajahnya yang kusut, dan rambutnya berantakan.


Ini adalah sesuatu yang selama ini Lois inginkan benar kata Pangeran Mahkota Alarick dirinya tidak akan mudah melepaskan musuhnya meskipun dalam kematian sekalipun.


Flashback On...


Pria berjubah itu membuka tudung di kepalanya setelah melihat mantan Ratu Rieta pingsan. Menampakkan wajah tampannya dengan ekspresi datar dan mata merah darahnya menyala terang.


" Aku akan membuat semua orang mengira kau sudah mati." ucap Lois yang menggunakan sihir nya untuk membuat tiruan Mantan Ratu Rieta dan membawa yang aslinya di gendong nya.


Ketika dirinya keluar dari kereta Lois langsung melemparkan sesuatu di dalamnya. Selesai tugasnya Lois bersmirk sebelum menghilang di dalam lebatnya hutan.

__ADS_1


Sringg....


Lois yang membawa Rieta di gendongan nya membawanya ke kastil milik Duke Christopher sekarang merupakan miliknya. Ketika Lois ingin membawa nya ke ruang bawah tanah tiba-tiba saja datanglah Aron Christopher menghampirinya.


" Sudah aku duga kau tidak akan memberikan kematian yang mudah untuk nya." ucap Aron Christopher yang melihat Rieta di gendongan Lois.


" Aku tidak akan membiarkan lepas begitu saja setelah apa yang dia lakukan kepada ibuku." ucap Lois dengan sorot mata penuh dendam.


Aron Christopher yang mendengarnya menggangguk kepalanya setuju. Dia mengerti bagaimana perasaan Lois yang kehilangan orang yang di sayangnya di tangan orang serakah.


" Aku mengerti bagaimana kalau aku membantu karena wanita ini yang sudah membunuh isteriku." ucap Aron Christopher yang membenci Rieta.


Lois bersmirk memandang Ayah mertuanya sebelum menggangguk kepalanya.


" Baiklah."


Flashback off...


Countine...

__ADS_1


__ADS_2