
Dan ketika Revano membuka matanya kembali. Ia merasa tempat nya sedikit asing dan merasakan sakit pada punggungnya.
" Shh...a..ku dima...na?" tanya Revano sambil menekan punggungnya yang di tutup oleh perban.
Revano yang melihat ada teko air ia pun berinisiatif untuk mengambilnya sebelum datang seseorang yang berteriak kepadanya.
" Yang Mulia." ucapnya yang langsung berlari melihat keadaan Tuannya.
Sedangkan Revano yang melihatnya terlihat bingung.
" Siapa yang dipanggil, Yang Mulia. emangnya ini masa kerajaan." batin Revano bertanya.
Tapi karena tenggerokan nya masih sakit jadinya Revano tidak bisa berbicara. Sedangkan Pria yang menyadari bahwa Tuannya butuh minum langsung mengambil teko tersebut dan menuangkan air ke dalam gelas sebelum diberikan kepada Revano.
Langsung saja Revano mengambil gelas itu dan meminum nya. Setelah menghabiskan segelas air tenggerokan nya merasa lebih baik daripada sebelumnya.
" Ini dimana dan siapa kamu?" tanya Revano dengan datar.
__ADS_1
Membuat pria yang berdiri di sampingnya terkejut. Karena seumur hidupnya jarang sekali Pangeran berbicara seperti itu kepadanya. Datar dan penuh wibawa.
" Perkenalkan nama saya Arthur dan saat ini kita berada di pedesaan sebelah barat. Nama anda adalah Pangeran Mahkota Alarick Wiliams Grisam. Pangeran sekaligus penerus tahta dari kekaisaran Grisam."ucap Arthur sambil membungkuk di hadapannya.
Revano yang mendengarnya terkejut sebelum akhirnya dia menyadari. Apa yang sebenarnya terjadi.
" Jadi aku sudah sampai dimana Shilla berada di sini. Sekarang jiwaku sudah menempati tubuh seorang Pangeran. Baguslah ini semakin mudah pencarian ku untuk menemukan Shilla." batin Revano atau sekarang dipanggil Alarick.
" HN...ceritakan bagaimana saya sekarang bisa di sini. Bukannya seharusnya saya berada di istana?" tanya Alarick sambil melihat sekeliling ruangan yang tampak sederhana untuk seorang Pangeran kerajaan.
Mencerna semua itu mampu membuat Pangeran Mahkota Alarick yang sekarang jiwanya di tempati Revano meringis pelan.
" Sekarang kau boleh pergi saya butuh waktu untuk sendiri." ucap Alarick dengan tegas mengusir Arthur dari ruangannya.
Arthur pun menggangguk kepalanya sebelum keluar dari kamar Pangeran Mahkota Alarick.
Setelah dia ditinggalkan sendiri Pangeran Mahkota Alarick menghela nafasnya sambil memandang jendela yang telah di tutupi salju.
__ADS_1
Apalagi kepalanya sedikit sakit menerima semua memori yang ada di tubuh aslinya. Setelah mendapatkan semua ingatan nya sontak Pangeran Mahkota Alarick merinding memiliki seorang ibu yang suka mengaturnya dengan keras, Ayah yang tidak mempedulikannya, dan memiliki isteri yang polos tapi memiliki sifat seperti ular.
Apa ini karma untuknya.
Sepertinya dirinya harus melakukan banyak perubahan. Dia sekarang baru mengingat bahwa Kaisar Wiliams yang merupakan ayah kandung dari pemilik tubuh menugaskan nya untuk pergi ke pegunungan barat.
Ke sebuah desa kecil yang sangat miskin banyak penduduk nya mengalami kemiskinan karena desa tersebut merupakan daerah tertutup dan sumber daya alam yang sedikit. Mengakibatkan banyak orang mengalami kelaparan.
Kaisar Wiliams menugaskan untuk segera memberikan solusi supaya desa itu kembali bangkit. Tetapi sayangnya Pangeran Mahkota Alarick yang asli malah sibuk untuk bermalas-malasan sampai banyak warga yang marah dan memanahnya hingga terluka.
Memikirkannya membuat kepalanya bertambah sakit. Ia merasa malu menempati tubuh orang yang menurutnya sampah. Karena lebih suka bersenang-senang tanpa mempedulikan orang lain.
Memang tidak ada bedanya dengannya tetapi ia tahu bagaimana bisa mengatur waktu bersenang-senang dan waktu untuk bekerja menghidupi ratusan karyawan dibawah naungannya.
" Sepertinya aku butuh pengubahan untuk itu." ucap Alarick dengan tekat memperbaiki kehidupan nya.
Countine...
__ADS_1