
Hei...mengapa jantungku berdetak kencang sekali." batin Aliesa yang tanpa disadari memegang dadanya.
Sedangkan Lois yang ada di belakang Aliesa menghirup rambutnya yang wangi bunga. Membuat nya merasa candu dan menurut nya wangi ini akan selalu menjadi favoritnya.
Jari Lois memeluk Aliesa di pinggangnya membuat sang empu yang merasakan nya berjangkit kaget. Merasakan sepasang tangan besar memeluk pinggangnya secara posesif.
" Lois, tolong bisa lepaskan." gumam Aliesa terkesan pelan.
Bukannya Lois melepaskan nya malah ia semakin mempererat pelukannya dan malah dagunya di atas bahu Aliesa.
" Nikmati saja waktu kita berdua Aliesa." ucap Lois yang menolak keinginan Aliesa.
Aliesa mendengar penolakan Lois menghela nafasnya dan membiarkannya untuk memeluk pinggangnya lagipula dia juga menikmatinya.
Sampai di ibukota Aliesa melihat sekeliling yang tampak beramai-ramai orang-orang yang berjalan.
Rasanya Aliesa sangat merindukan suasana seperti ini. Aliesa terus memperhatikannya membuat Lois yang menatapnya hanya diam tetapi dalam hati dirinya merasa senang karena isterinya terlihat bahagia.
__ADS_1
Mereka terus menunggangi kuda sampai tiba di toko roti milik Aliesa. Mengingat sudah sampai tujuan Aliesa langsung berusaha turun sayangnya karena kecerobohannya ia hampir saja terjatuh jika tidak Lois merengkuh pinggang nya.
Aliesa menghela nafas lega karena tidak jatuh tetapi seketika wajahnya memerah padam melihat posisi Lois yang merengkuh pinggangnya sedikit intim. Dengan cepat Aliesa langsung melepaskan diri.
" HM...kita harus masuk sekarang." ucap Aliesa sambil berdehem yang langsung lari masuk ke dalam toko rotinya.
Lois terkekeh pelan melihat sikap lucu dari Aliesa menghindari nya. Sebelum pandangannya tertuju ke arah seseorang berjubah yang sedang memperhatikannya.
" Dia memang tidak ingin melepaskan ku, apa aku memilih menerimanya saja. Jika suatu hari nanti dia berkhianat tinggal aku lenyap kan saja." batin Lois sambil tersenyum miring.
Diam-diam Lois melemparkan sebuah jarum dari jarak yang cukup jauh mengenai sasaran orang tersebut.
Teriakan orang itu mengundang beberapa orang yang sedang berjalan dan mulai menghampiri nya.
Lois yang memperhatikannya dari jauh bersmirk mengingat apa yang di lemparkan kepada penyusup tadi. Kemudian Lois masuk ke dalam toko roti dan melihat sekeliling banyak pelanggan yang mengantri untuk membeli roti maupun kue. Bahkan perkiraan nya rata-rata orang tersebut merupakan bangsawan.
Aliesa yang membantu Aya untuk melayani pembeli tidak sadar bahwa Lois sudah berdiri di belakangnya, dan ketika ia membalikkan badannya Aliesa langsung dibuat terkejut dengan kehadiran Lois berdiri di hadapannya. Ia mengadahkan kepalanya melihat penampilan Lois yang rambutnya sekarang pirang dengan matanya yang cokelat. Aliesa berpikir Lois sengaja menggunakan penyamaran supaya tidak ada satupun orang yang mengenalinya apalagi mengingat skandalnya dengan keluarga kekaisaran yang menjadi bahan gosip orang-orang.
__ADS_1
" Lebih baik kau duduk saja tunggu aku yang sedang membantu Aya." ucap Aliesa yang menyuruh Lois istirahat.
Tetapi sayangnya Lois menggelengkan kepalanya.
" Tidak, aku akan membantu mengingat aku tidak suka bahwa nanti kau kelelahan." ucap Lois yang berbisik pelan dengan suaranya yang serak.
Aliesa yang mendengarnya meremas gaunnya dengan wajahnya yang memerah malu.
" Lois." ucap Aliesa dengan pelan.
...****************...
Sedangkan di istana Pangeran Mahkota Alarick dibuat muak oleh Puteri Mahkota Annika.
Mengapa tidak karena sedari tadi wanita itu terus berbicara tanpa henti membicarakan semua yang ia ketahui.
Sampai dimana Pangeran Mahkota Alarick yang terkejut mendengar salah satu ungkapan Puteri Mahkota Annika.
__ADS_1
Countine...