Become A Mother

Become A Mother
Flora Sadar


__ADS_3

Hah...apa yang harus aku lakukan? aku tidak ingin kehilangan Flora." ucap Aliesa sambil berekspresi sedih.


Flashback On...


" Saintess, itu tidak mungkin di keluargaku tidak ada yang memiliki garis keturunan itu." ucap Aliesa yang heran bagaimana bisa Puteri kecilnya merupakan seorang Saintess.


" Saya tidak tahu, Lady, saya butuh memberitahukan terlebih dahulu kepada menara sihir supaya mereka bisa memastikan bahwa Nona muda merupakan Saintess atau bukan. Tapi jika Nona muda merupakan Saintess anda harus bersiap-siap membiarkan Nona muda di besarkan di menara sihir." ucap Dokter dengan raut wajah sedih ketika melihat Aliesa yang tampak murung.


Flashback off....


Lois yang melihat ekspresi sedih Aliesa langsung menepuk bahunya.


" Kita tidak akan membiarkan Flora pergi ke menara sihir. Aku akan mencarikan guru sihir untuk mengajarkan Flora supaya bisa mengendalikan kekuatannya." ucap Lois yang merasa senang karena melihat Aliesa yang tampak keberatan membiarkan Puteri mereka jauh dari hadapannya.


Sebenarnya Lois tidak senang membiarkan Flora di besarkan yang dimana semua orang berambisi untuk mengincar kekuatan nya. Dia tahu hubungan di antara kekaisaran dan menara sihir tidak baik mengingat mereka sering melakukan praktek sihir gelap untuk bisa memperkuat mereka sendiri. Apalagi sekarang Flora di perkirakan merupakan Saintess pemilik sihir spirit cahaya yang kuat yang terlahir 100 tahun sekali. Bisa di pastikan Menara sihir berusaha mendapatkannya dan menjadikan alat untuk menyingkirkan kekaisaran.


Aliesa yang mendengarnya menggangguk kepalanya setuju mungkin ini keputusan yang terbaik supaya Flora tidak meninggalkan mereka.

__ADS_1


Tiba-tiba saja jari tangan Flora mulai bergerak sebelum matanya perlahan terbuka.


" Ma...ma..." ucap Flora yang memanggil Aliesa dengan suara serak.


Aliesa yang sedang bersandar di dada Lois langsung membalikkan badannya senyuman nya terbit melihat Flora Puteri kecilnya telah sadar.


" Apa Flora baik-baik saja? Mana yang sakit Mama akan panggilkan dokter?" tanya Aliesa yang beruntun.


Sampai Lois menggelengkan kepalanya melihat Flora yang tampak kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari Aliesa. Kemudian Lois mengambil segelas air dan menyerahkannya kepada Flora.


" Minumlah Papa tahu sekarang Flora sedang kehausan." ucap Lois dengan lembut.


" Terima ..kasih papa." ucap Flora dengan suara kecilnya mengucapkan terima kasih kepada Lois.


" Sama-sama Flora." ucap Lois sambil mengelus rambut Flora dengan lembut.


Pandangan Flora tertuju ke arah Aliesa yang sedang memandang nya sedih membuat hati kecil Flora tidak tega melihatnya. Selama ini Flora sudah mendapatkan apa yang ia inginkan dengan Mama, Papa, dan kakek membuat kehidupannya berubah dalam beberapa bulan terakhir.

__ADS_1


" Mama tidak usah sedih Flora sudah sehat, dan Flora tidak akan pergi." ucap Flora yang polos.


Membuat Aliesa matanya berkaca-kaca sebelum dirinya menghamburkan tubuhnya ke pelukan Flora dan menangis. Ia takut akan kehilangan Flora sesosok anak kecil yang selama ini dirinya impikan. Alasannya untuk bertahan hidup untuk membesarkan Flora. Ketika ia mengetahui Flora jatuh terbaring sakit membuat hatinya sakit seakan dunianya runtuh.


Aliesa terus menangis mengeluarkan semua kekhawatiran nya dan Lois yang melihatnya langsung berjalan mundur menuju ke arah balkon supaya tidak seorangpun mengetahui bahwa matanya berkaca-kaca.


Lois takut kehilangan seseorang yang sangat ia sayangi untuk kedua kalinya. Ia tidak tega melihat Aliesa yang hancur melihat Flora yang kesakitan. Sampai suara seseorang membuatnya tersadar dari lamunannya.


" Lois, apa yang kau lakukan di sana......


Countine...


Maaf Author kemarin tidak up di karenakan pikiran author menumpuk.


Akibat gagal Masuk PTN Negeri Sbmptn😭


Jadi Author sedang galau mau ikut ujian mandiri atau kerja.

__ADS_1


Terima kasih....


__ADS_2