Become A Mother

Become A Mother
Pertemuan Di Antara Keduanya


__ADS_3

"Jadi ada urusan apa anda berada di sini Pangeran Lois Jacxuel Grisam?" tanya Aliesa.


Pria yang berada dihadapannya tersenyum mendengar Aliesa menyebutkan namanya.


" Aku senang ternyata kamu masih mengingat mu. Setelah reuni kita yang ada di hutan aku sama sekali tidak menduga bahwa perempuan itu adalah dirimu Aliesa Alexandra." ucap Lois yang perlahan melepaskan tudung jubah hitamnya menyembunyikan surai putihnya sejak tadi.


Aliesa yang melihat warna surai itu mengepalkan tangannya. Ia mengingat bahwa seseorang yang memiliki rambut putih hanya dimiliki oleh Pangeran kedua Lois Jacxuel Grisam sekaligus ayah kandung dari Puterinya Flora.


" Bagaimana kamu bisa menemukan kami, jika tidak ada urusan sebaiknya kamu pergi dari sini. Aku tidak ingin ada seseorang tahu bahwa seorang pangeran terhormat mendatangiku." ucap Aliesa yang mengusir Lois.


Mengetahui Aliesa mengusirnya membuat Lois mengepalkan tangannya. Ia sudah berusaha memberanikan diri untuk secara langsung bertatap muka dengan wanita di hadapannya. Tapi sayangnya ia sama sekali tidak sambut baik oleh nya.


" Kamu tidak bisa menyuruh ku pergi karena aku di sini ingin bertemu dengan seseorang." ucap Lois yang tiba-tiba saja sudah berada di belakang Aliesa.


Deg...


Aliesa tiba-tiba merasa gugup ketika merasakan tangan Pangeran kedua memeluk pinggangnya dan ia juga merasakan hembusan nafas darinya. Sebenarnya Aliesa ingin sekali mendorong dan memberikannya tamparan keras karena berani menyentuhnya. Tapi sayangnya tubuhnya hanya bisa berdiri kaku tanpa bisa melakukan apapun.


Lois terkekeh pelan ketika melihat tubuh Aliesa menegang yang berarti ia terkejut dengan ucapannya tadi. Kemudian dengan perlahan Lois mengelus perut rata Aliesa sambil memejamkan matanya. Merasakan ketika Flora berada di tubuh wanita ini. Membuat nya tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya.

__ADS_1


" Aku tahu kamu menyembunyikan Puteriku, aku ingin menemuinya sekarang." ucap Lois dengan penuh tekanan.


Aliesa yang merasakan aura kuat dari pria di belakangnya memejamkan matanya.


...****************...


" Jadi apa yang sudah kamu dapatkan?" tanya Duke Christopher kepada salah satu utusannya yang memberikan tugas mengawasi Aliesa.


" Saat ini Lady Aliesa sudah tinggal di ibukota sejak beberapa Minggu yang lalu. Beliau membuka toko kue untuk menyambung hidupnya. Tapi yang ingin saya katakan adalah beliau tidak datang sendiri di sini." ucapnya mengantung.


Deg...


" Apa ada lukisan anak itu?" tanya Duke Christopher yang masih mempertahankan wajah datarnya.


" Tentu saja, Yang Mulia Duke." ucapnya sambil mengeluarkan sebuah gulungan dan menyerahkannya kepada Duke Christopher.


Ketika Duke Christopher membuka gulungan tersebut ia dibuat terkejut melihat penampakan seorang gadis kecil yang sedang tersenyum di samping seorang wanita dewasa. Mereka tampak bahagia.


Seketika pikirannya mengingat ketika Aliesa tersenyum bahagia bersama Duchess isterinya. Mereka saling tersenyum dan melakukan kegiatan bersama-sama.

__ADS_1


Matanya mulai berkaca-kaca tapi Duke Christopher berusaha menahannya.


" HN...aku perintahkan terus awasi mereka jangan sampai ada seorangpun yang berani melukainya. Jika kamu sekali lalai dan suruh seseorang untuk awasi Puteraku juga." ucap Duke Christopher kepada bawahannya.


" Tentu saja, Yang Mulia." ucapnya sebelum menghilang bagaikan bayangan.


Setelah melihat suruhan nya pergi Duke Christopher kembali membuka gulungan itu dan mengelusnya dengan lembut.


" Kamu berhasil nak...


Countine...


**Maafkan Author yang beberapa akhir ini terlambat up.


Mengingat tugas sekolah menjadi banyak dan Author susah untuk mengatur nya**.


Tapi author tetap berusaha untuk selalu up.


See you again...

__ADS_1


__ADS_2