
Sama-sama, dan maafkan aku yang pernah menjadi kakak yang buruk." ucap Alarick yang tersenyum tulus kepada Puteri Madeleine.
Puteri Madeleine yang mendengarnya menggelengkan kepalanya.
" Aku sudah memaafkan kakak dan jangan pernah melakukannya lagi. Aku tidak ingin kehilangan lagi sudah cukup ayah dan ibu pergi hiks..." ucap Madeleine sambil terisak mengingat sekarang dirinya sudah tidak mempunyai orang tuanya.
Meskipun mereka berdua bukan orang tua yang baik tapi dalam hati Puteri Madeleine sangat menyayangi nya sebesar dia menyayangi ibu tirinya.
Kaisar Alarick yang mendengar isakan Puteri Madeleine menyayat hatinya semakin memeluknya.
" Tidak akan." ucap Alarick dengan pelan di dalam hatinya dirinya berjanji akan segera mengurus masalah yang belum selesai di kehidupan sebelumnya bertemu Shilla.
Setelah itu Kaisar Alarick berjanji akan melanjutkan hidupnya kembali.
...****************...
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain Lois sedang duduk di atas rumput taman sambil matanya tertuju ke arah Flora yang sedang bermain lari-larian bersama Aliesa.
Dirinya sudah merasa lega karena perlahan-lahan masalahnya terselesaikan. Apalagi melihat bahwa hatinya sangat yakin mencintai Aliesa meskipun dia bukan jiwa aslinya. Tapi Lois sangat mencintainya sebagai Shilla bukan Aliesa.
Pandangan Lois tertuju ke arah Aliesa yang wajahnya memerah ketika menangkap Flora dan memutarnya sambil tertawa riang. Tetapi ada masalah dia dalam hatinya mengenai masa lalu Shilla yang sepertinya melukai hatinya.
Lois berjanji akan berusaha membuat Aliesa dengan perlahan menyembuhkan luka di masa lalunya.
Tidak lama setelah itu dirinya melihat Flora berlari menuju ke arahnya. Lois melebarkan tangannya dan menangkap Flora di bawa ke pangkuannya.
" Hahahaha....geli....papa.. hahaha...." ucap Flora sambil tertawa geli.
Aliesa melihat interaksi mereka tersenyum bahagia sebelum mendudukkan dirinya di samping Lois.
Lois yang merasa tidak tega jika nanti Flora akan kesakitan langsung menghentikan mencium pipinya.
__ADS_1
" Papa kapan kita pulang Flora bosan di sini." ucap Flora yang meminta pulang kepada Lois.
Lois dan Aliesa yang mendengarnya melirik satu sama lain. Sepertinya Flora sedikit tidak nyaman berada di istana mengingat di sini sangat ramai karena ada acara penobatan sekaligus pemakaman pastinya banyak orang-orang yang hadir dari kota maupun luar kota kekaisaran. Tidak seperti suasana di kastil Duke yang hangat istana cenderung dingin. Sejujurnya Aliesa sedikit tidak nyaman juga berada di sini.
" Kita tidak bisa pergi sampai besok karena sore hari nanti kakek Wiliams akan di makamkan. Ingat bukan papa merupakan seorang Duke sekarang jadi sudah kewajiban kita memberikan penghormatan terakhir untuk mendiang kaisar pemimpin kita." ucap Lois menasehati Flora.
Flora yang mendengarnya terdiam dia tahu bahwa papa nya bukan orang biasa dan juga mantan seorang pangeran. Jadi Flora tugas sepertinya papa nya sangat menghormati pemimpin nya.
" Baiklah papa Flora mengerti kita pulang besok saja. Papa kan sedang sedih karena kakek pergi benar bukan." ucap Flora sambil menatap mata Lois dengan tatapan polos.
Lois yang mendengarnya hanya terdiam dirinya tidak tahu harus sedih apa tidak mengingat kemarin malam dirinya baru saja kehilangan seseorang yang masa kecilnya menjadikannya pahlawan nya. Sebelum kejadian malam yang merenggut nyawa ibunya Lois sangat menghormati dan mengangumi ayahnya berharap jika besar dia akan sepertinya.
" Tentu saja kalau begitu kita kembali ke istana. Sebab sebentar lagi acara akan berlangsung." ucap Lois sambil berdiri dan menggendong Flora sekaligus menggenggam tangan Aliesa.
Countine....
__ADS_1