
Sepertinya aku harus mencari tahu nya sendiri." batin Lois yang menatap curiga Pangeran Mahkota Alarick.
" Saya tidak menyangka seorang Pangeran Mahkota mau menunggu orang seperti saya." ucap Lois yang sedikit sarkas.
Pangeran Mahkota Alarick hanya memberikan tatapan datarnya.
" Sepertinya anda yang terkejut perubahan terhadap saya, Lois. Kalau begitu bagaimana kalau kita pergi bersama menuju tempat Kaisar Wiliams. Saya rasa dia sudah menunggu." ucap Alarick sambil berjalan di depan.
Kemudian Lois mengikuti Pangeran Mahkota Alarick dari belakang. Mereka saling diam tanpa mengeluarkan kata sedikit pun sampai akhirnya Pangeran Mahkota Alarick mulai membuka pembicaraan.
" Bagaimana kabarmu sepertinya sejak menikah kau tampak bahagia?" tanya Alarick sambil melirik Lois.
Meskipun Pangeran Mahkota Alarick tidak terlalu mengenal Lois sebelum menikah Aliesa. Tapi ia tahu bahwa Lois selalu menampilkan raut wajah datar seperti orang yang tidak berkeinginan hidup. Tetapi sepertinya pandangannya sedikit berubah setelah menikah Pangeran Mahkota Alarick sedikit bersyukur setidaknya pertemuannya dan Lois tidak berakhir dengan sebuah kutukan sihir.
" Anda tidak perlu mengetahuinya, Yang Mulia. Urus saja isterimu untuk tidak berbuat masalah." ucap Lois yang sedikit menusuk.
__ADS_1
Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya hanya bisa tertawa kecil.
" Hahahaha...aku harap juga begitu, Tapi sepertinya untuk wanita gila itu suka berbuat masalah." ucap Alarick yang ucapan terakhirnya hanya bisa di sampaikan di hatinya.
Terkadang dirinya juga merasa lelah menghadapi sikap Puteri Mahkota Annika untuk mengijinkannya bermalam di kamarnya. Tentu saja bagi Pangeran Mahkota Alarick adalah bencana karena ia tahu apa yang akan Puteri Mahkota Annika lakukan untuk mengandung pewarisnya.
Sedangkan Lois yang sedari tadi memperhatikannya hanya terdiam. Sampai akhirnya mereka berdua sudah sampai di taman melihat Kaisar Wiliams dan Ratu Rieta yang sudah menunggu di kursi.
" Hah...bencana." ucap Lois dan Alarick secara bersamaan membuat mereka saling melirik satu sama lain dengan canggung.
Sedangkan Ratu Rieta yang melihatnya merasa marah dengan sikap Pangeran Mahkota Alarick yang sudah mulai berhubungan dengan Lois.
" Sialan, apa yang dibuat anak tidak berguna itu." batin Ratu Rieta dengan menatap marah Pangeran Mahkota Alarick secara diam-diam.
Pangeran Mahkota Alarick yang sebenarnya menyadarinya hanya berusaha untuk tidak mempedulikannya.
__ADS_1
" Salam Kaisar dan Ratu, Terima kasih atas undangan minum tehnya." ucap Alarick dan Lois lagi secara bersamaan tentu saja membuat mereka kembali melirik satu sama lain lagi.
" Hahahaha... akhirnya kedua puteraku memiliki kesamaan kalian seperti saudara kembar. Kalau begitu kita mulai saja acaranya pastinya kalian sudah terlihat kelelahan dan butuh suatu yang menyegarkan, dan kali ini Ratu Rieta ingin ikut karena sepertinya sudah lama merindukan kedua Puteranya yang punya kesibukan masing-masing. Benarkan Ratu." ucap Kaisar Wiliams sambil melirik sekilas Ratu Rieta.
Ratu Rieta yang mendengarnya hanya tersenyum kaku sebelum mulai menjawabnya.
" Tentu saja Suamiku, akhirnya kalian bisa bersama seperti sebuah keluarga. Kalau begitu mari Alarick dan Lois kalian pasti sudah tidak sabar untuk minum." ucap Ratu Rieta yang menyuruh Pangeran Mahkota Alarick dan Lois untuk duduk.
Pangeran Mahkota Alarick dan Lois kemudian duduk bersebelahan sambil melirik ke arah teko teh yang ada di genggaman pelayan dengan tatapan sulit.
Countine...
Author mau numpang promosi karya baru yang berjudul I Want To My Son Again.
__ADS_1